Dingin malam kembali menyapaku
Seiring kerinduan yang tak jua jemu
Meluruhkan asa yang tak kunjung semu
Angin menghembuskan tanya yang tak pernah terjawab
Membuat jiwa tak sekali terjerembab
Malam ini
Telah kucoba pejamkan mata
Luruhkan gelisah yang tak jua sirna
Walau raga terasa lelah
Tapi hasrat ini tetap meronta
Menembus kegelapan malam
Memecah kesunyian dalam hati nan temaram
Walau rasaku hampa
Tapi asaku tetap berpijar indah
Mengerjapkan keindahan nan sarat akan makna
Ini ada samudera tanya
Gelombangnya menghantam karang jiwa
Sampai kapan kan temukan muara
Hingga tenang terasa
Ini ada kesunyian yang membekap jantungku
Menyesakkan rongga dadaku
Semakin memburu nafasku
Hingga iramanya berwujud hantu
Ku jajakan tanya pada semilir angin
Ketebarkan juga pada rumput yang terhampar dingin
Mana purnamaku itu
Kenapa terenggut mendung sebelum sempurna menyatu
Kelam malam makin merapat erat
Tak menyisakkan setitikpun cahaya yang tersekat
Senyap kelam sunyi senyap bagai sekarat
Desir angin ini begitu beku
Melengkapi jutaan rasaku
Tak jua kutemukan jawaban itu
Mana purnamaku
Mana keindahanku dahulu
Mana tarian erotis itu
Aku terus menjajakan tanyaku
Entah sampai kapan kuharus menunggu
Jawaban dan eloknya rembulan impianku
Manusia pada hakikatnya adalah mulia
Bila di bandingkan mahluk lainnya
Karena ALLOH telah menyerahkan sebuah amanah
Agar mereka menjadi Khalifah-Nya di bumi
Khalifah atau seorang pengganti semestinya sebagai penyambung lidah
Atau pelaksana di lapangan dalam mengemban tugas sang pemberi amanah
Tugas utama manusia di bumi adalah amar ma’ruf nahi munkar
Akan tetapi
Dalam pelaksanaannya iblis selalu mengupayakan berbagai macam cara
Demi menggagalkan misi mulia tersebut
Karena dendam dan ketidak relaannya akan derajat manusia yang ternyata lebih di muliakan Alloh daripada dirinya
Ingatlah!
Rumah asli Adam awalnya adalah surga
Adalah Adam seorang mahluk yang paling mulia dan sempurna
Dibandingkan dengan mahluk Tuhan lainnya
Walau pada realitasnya kemudian
Tak sedikit anak cucunya menodai sendiri kemuliaan tersebut
Mengapa Tuhan mengklaimnya sebagai mahluk termulia dan paling sempurna?
Sehingga Tuhan perintahkan malaikat dan iblis memberi penghormatan pada awal penciptaannya ?
Mengapa sedemikian rupa Tuhan muliakan Adam ?
Karena dia punya akal yang sempurna dan ilmu
Dan dengan berbekal itu Tuhan inginkan manusia menjadi Khalifah di bumi
Khalifah yg sebenar-benarnya Khalifah
Yang sanggup menyuarakan pesan-pesan Tuhan
Untuk menegakkan keadilan
Menghembuskan kesejukan dan ketentraman
Untuk mengatasi beragam kekisruhan yang terjadi di bumi pada saat itu
Yang dilakukan oleh bangsa Jin
Bukan malah justru malah menjadi tokoh dari keserakahan dan pertumpahan darah
Bukan justru menjadi peran utama
Dalam kemungkaran yang berlumurego dan kemunafikan
Sesungguhnya kehinaan sifat itu bukan asli ada pada diri manusia
Adalah sifat yang di adopsi dari Iblis
Yang menyimpan dendam kesumat padanya sehingga bersumpah dihadapan Tuhan
Hingga kiamat tiba
Dia akan terus mengikis kemuliaan yang ada pada manusia hingga habis
Agar supaya serendah dirinya, terlaknat di neraka bersamanya
Tidak tetap mulia hingga kemudian kembali menempati rumah aslinya yakni surga
Tuhan Dzat yang maha mengerti dan Dzat yang maha bertanggung jawab
Demi kesempurnaan pelaksanaan visi misi Tuhan di bumi ini
Manusia dianugerahi pula sebuah kitab panduan yang mulia dan suci tak ternodai berikut seorang pemandunya yang teruji kemuliaan ahlak dan ketinggian ilmunya
Yakni Alqur’an dan Al-Hadiist juga Muhammad sang Rosul SAW
Jelas bisa kita lihat dari bukti-bukti yang ada
Demikian sempurna rasa tanggung jawab-Nya dlm menugaskan manusia
Sebagai Khalifah demi menyebarkan visi misi-Nya
Bahkan seluruh alam inipun Dia persembahkan sebagai hadiah untuk manusia
Atas kesediaanya untuk mengemban amanah mulia
Tuk menjadi Khalifah di bumi
Lihatlah seluruh lautan yang tak bertepi
Dengan segenap isi dan kandungannya berupa beragam mahluk, mutiara dan lainnya
Demikian juga bumi berikut isinya
Berupa berbagai macam hewan, tumbuh-tumbuhan, air, angin, pasir, batu dan lainnya
Semua Tuhan persembahkan untuk mahluk yang dengan penuh keberanian
Sanggup mengemban amanah Tuhan itu
Padahal sedemikian tegarnya gunung
Sedemikian tingginya langit
Dan sedemikina kuatnya bumi
Akan tetapi semua Enggan mengemban amanah agung tersebut
Sungguh ALLOH Dzat yang maha bijaksana
Lihatlah! demi melengkapi sarana pra sarana untuk segenap manusia
Tuhan mengatur dimensi alam yakni matahari, rembulan, siang dan malam
Yang berputar silih berganti dengan secara teratur tertib dan tepat waktu
Jadi masihkan kita buta sehingga tak dapat melihat semua itu
Dan masih relakah kita menjadi budak iblis yang sebenarnya adalah musuh utama manusia itu sendiri
Akankah kita nodai kemuliaan itu dengan tingkah pola kita sendiri
Mari kita rebut kembali rumah asli kita
Yakni surga di akhirat kelak
Dengan menjadi Khalifah Sebagaimana yang Tuhan inginkan
Bismillahirromanirrohiiim….
Dengan menyebut nama-Nya
Mari kita siagakan segenap indra dan anggota tubuh kita
Kita maksimalkan seluruh kekuatan dan ilmu kita
Demi tugas mulia itu
Amanah agung itu
Dan menjaga harkat kemuliaan kita yang sebenarnya
Hingga kita tetap mulia
Hingga ahirnya kita kembali ke rumah kita yang dulu
Surga Tuhan
Bersama samudera ridlo dan maghfiroh-Nya
Amin.
Sahabat-sahabatku, adakah kita meyakini bahwa Alloh adalah Dzat yang maha Rahman dan Rahim ? jika demikian adanya lalu apakah arti dari adzab yang Dia berikan kepada orang-orang kafir ? dan mengapa Dia pun tak sekali dalam Al-Qur’an mengatakan berbagai ancaman adzab bagi hamba-hamba-Nya ketika mereka mencoba melakukan hal-hal yang di larang dalam syariat agama-Nya, apakah adzab merupakan satu ekspresi dari tidak adanya sifat Rahman Rahim yang sudah jelas melekat kepada ALLOH ?
Mari kita renungi sejenak,
Apabila ALLOH tidak sekalipun mencontohkan adzab yang pernah di terima oleh orang-orang sebelum kita di sebabkan karena mereka mencoba melakukan larangan-larangan-Nya, pasti tak akan pernah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari kita ,manusia saling berlomba dalam perbuatan baik dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dari larangan-larangan-Nya, jika demikian bisa di ambil kesimpulan bahwa justru azdab itu sendiri merupakan salah satu manifestasi dari sifat Rahman Rahim ALLOH itu sendiri, mengapa demikian ? karena andaikan tidak ada ancaman adzab dari ALLOH bagi manusia yang berbuat dosa niscaya pasti manusia tidak ada bedanya dengan binatang.
Karena dengan adanya ancaman adzab tersebut secara tidak langsung merupakan satu ungkapan dari sifat Rahman Rahim-Nya kenapa demikian ? karena pada hakikatnya Dia ingin meningkatkan kemuliaan manusia itu sendiri sehingga menjadi manusia yang utuh sebagaimana fitrahnya yakni mahluk yang paling mulia dan sempurna jika di bandingkan dengan mahluk-mahluk Tuhan yang lain, walaupun pada ahirnya perbuatan baik manusia itupun tidak mempunyai pengaruh positif maupun negatif sedikitpun pada-Nya, karena Dia sudah sempurna baik pekerjaan, dzat maupun sifat-Nya, Jadi mengapakah ketika adzab itu menimpa manusia mereka kemudian menyesalinya bukankah seharusnya bersyukur, kenapa ? karena dengan adanya adzab yang menimpa manusia di dunia ini secara tidak langsung ALLOH memberikan satu warning kepada manusia agar supaya segera bertobat sebelum ajal tiba dan memberikan kesempatan memperbaiki diri sebelum menuai penyesalan di akhirat kelak. bisakah anda bayangkan jika adzab yang di sebabkan kemaksiatan yang dilakukakan manusia di tunda hingga hari kiamat, sungguh ! niscaya kita akan mengarungi lautan penyesalan yang tak bertepi karena pintu taubat telah tertutup dan kesempatan memperbaiki diri sudah tidak mungkin lagi.
Lalu bagaimanakah kita mensikapi berbagai macam rentetan bencana alam ( gempa bumi, tsunami, erupsi gunung) seperti yang sedang menimpa bangsa ini ? bagi yang berbuat dosa, mungkin kejadian tersebut bisa merupakan adzab walaupun tetap saya kategorikan itu sebagai manifestasi dari sifat Rahman Rahim-Nya dengan alasan yang sudah saya sebutkan di atas, dan merupakan untaian mutiara hidup yang tersembunyi bagi manusia yang tidak ikut andil dalam perbuatan-perbuatan dosa atas bencana-bencana tersebut, karena inilah yang di sebut dengan musibah, sebagaimana kita bisa lihat dalam keterangan Al-Quran surat Al-Baqoroh 155-157 Artinya : “kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”-Q.S: Al-Baqoroh: 155. “(yaitu) orang-orang yang apabila di timpa musibah, mereka berkata “innaa lillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun” (sesungguhnya kami milik ALLOH dan kepada-Nya-lah kami kembali)”. Q.S Al-Baqoroh: 156 “Mereka itulah yang memperoleh ampuan dan rahmat dari Tuhan-Nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk”.Q.S: Al-Baqoroh:157
Betapa dengan musibah ini banyak mutiara-mutiara hikmah yang terkandung di dalamnya, di antaranya adalah manusia akan sedikit berfikir lebih jauh untuk berbuat dosa dan banyak manusia yang di ampuni dosa-dosanya bahkan mungkin akan terangkat derajatnya di sisi ALLOH SWT di sebabkan musibah tersebut, dengan catatan apabila mereka mampu menerimanya dengan penuh kerelaan dan keihlasan hati.
Jika demikian adanya, masihkah kita menganggap bahwa rentetan kejadian-kejadian yang sedang melanda bangsa ini sebagai sebuah kejadian yang patut kita ratapi ? sungguh ! ALLOH menciptakan sesuatu apapun pasti ada hikmah dan manfaat karenanya, bahkan walau berupa azdab ( bagi yang berdosa) atau musibah (bagi yang tidak melakukan dosa) sekalipun. Jadi mari kita singkirkan jutaan prasangka buruk pada-Nya yang sedang meliputi hati kita ini di sebabkan bencana-bencana pada alam ini, berfikir, introspeksi dan memperbanyak beristighfarlah seraya segera berlari menuju pintu taubat merupakan cara yang paling tepat dalam mensikapi semua itu, sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang merugi karenanya.
Semoga kita di masukan kedalam golongan orang-orang yang bersabar ketika tertimpa musibah sehingga dengan kesabaran itu kita mendapatkan ampunan dan rahmat dari ALLOH SWT dan di jauhkan dari golongan orang-orang yang sesat yang di murkai oleh-Nya, amin.
Kejadian demi kejadian yang menimpa kaum perempuan (kasus sumiati atau penganiayaan-penganiayaan yang terjadi kepada para TKW lainnya dll) sekali lagi seakan secara tidak langsung semakin mengukuhkan realiatas dalam kehidupan kita sehari-hari betapa diskriminasi terhadap perempuan memang benar-benar nyata. Kita tidak bisa hanya sekedar mencari ini salah siapa atau hanya sebatas menegakkan keadilan atas kasus-kasus tersebut akan tetapi sebaiknya kita juga perlu sedikit introspeksi diri tentang pola pandang, pola fikir dan pola ajaran yang selama ini ada di tengah-tengah masyarakat kita. Kalau selama ini kita lebih fokus atau lebih banyak mendoktrin para perempuan untuk menjadi istri-istri yang sholihah, patuh dan bertanggung jawab dalam mengurus rumah tangga,maka marilah mulai dari sekarang lebih banyak lagi kita kampanyekan dan lebih sering lagi kita mengingatkan kepada masyarakat umum atau kita tanamkan lebih dalam lagi pada putra-putra/murid-murid putra kita atau lebih sering mendiskusikan lagi bersama teman-teman kita (pria), betapa pentingnya tanggung jawab seorang suami mulai saat dia sudah memgklaim dirinya sebagai kepala rumah tangga, bahkan sebelum dia berniat mempersunting seorang wanita sebagai calon pendamping hidupnya pun hendaklah mulai saat itu dia harus benar-benar menyadari dan mempersiapkan sejak dini sebagai seorang lelaki yang kelak berkewajiban memikul tanggung jawab penuh sebagai nakhoda rumah tangga dan sebagai penopang ekonomi anak-anak dan istrinya , oleh karena itu dia harus mengerahkan segenap kemampuan, keilmuan dan seluruh jiwa raganya demi menuhi kewajiban individunya kepada keluarganya sebagaimana kita seringkali mengingatkan kaum wanita tentang betapa pentingnya kesalihan dan kepatuhan mereka pada suaminya dan tanggung jawanya sebagai ibu bagi anak-anaknya dan pendamping hidup bagi suaminya.
Dalam pengajian atau kajian ilmu apapun atau pengajaran pada putra-putra kita, marilah lebih sering lagi kita bicarakan tentang tanggung jawab suami sebagai penopang penuh ekonomi keluarga, sehingga akan tertanam sebuah prinsip kukuh bahwa menafkahi keluarga seutuhnya merupakan satu keniscayaan yang harus di lazimi dan bila itu tidak dilakukan maka seperti seorang manusia yang tanpa harga diri!!! Tentu semua itu tanpa membatasi peran masing-masing pasangan baik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai kepala rumah tangga, bila masing-masing melakukannya tanpa keterpaksaan atau karena adanya tekanan, misalnya ketika sang suami dengan kemauan sendiri ingin melakukan hal-hal yang biasa di lakukan perempuan (memasak, mencuci atau mengurus anak) bila dia melakukannya secara sukarela, kenapa harus di halangi ? atau ketika sang istri hendak membantu ekonomi keluarga jika sang suami mengizinkan tanpa ada keterpaksaan dan sang istri melakukan tanpa adanya tekanan maka tentu tak layak jika kita membatasi secara kaku semua itu, karena pada prinsipnya dalam islam hal-hal yang di larang adalah merupakan perbuatan yang menyakiti orang lain dalam hal ini suami ataupun istri.
Maka mulai saat ini mari kita kampanyekan lebih gigih lagi di samping tentang betapa pentingnya kesalihan dan kepatuhan seorang istri juga tentang tanggung jawab penuh seorang suami dalam menopang ekonomi keluarga dan apabila mereka saling menyadari peran masing-masing sebagaimana lazimnya maka akan terciptalah keharmonisan dalam hubungan sehingga terciptalah sebuah rumahtangga impian yang senantiasa di penuhi suasana sakinah mawaddah dan rahmah, biawnillah insya ALLOH.
Apabila dalam fenomena sehari-hari kita seringkali menyaksikan para pekerja wanita di mana-mana, tak layak kiranya kita mengkambing hitamkankan sepenuhnya mereka di sebabkan minimnya toeri qonaah mereka misalnya, sebelum terlebih dahulu kita dobrak sebuah pintu realita kehidupan dalam masyarakat kita ini, bahwa betapa selama ini kita kurang menyadari penyebab dari apa yang mereka lakukan itu mayoritas adalah dikarenakan keminiman etos kerja bagi pasangan prianya sebagai kepala rumah tangga.Oleh karena semua itu marilah kita secara bersamaan memperbaiki kekurangan yang ada pada pola asuh, pola pikir dan pola budaya kita sehingga ihtiar tersebut kita harapkan sebagai satu bentuk minimalisasi pada diskrimanasi perempuan.
Mohon maaf bila tulisan ini sedikit banyak menyinggung para pria, sungguh ! bukan maksud saya membela para wanita akan tetapi saya hanya ingin berusaha sedikit membuka mata siapapun yang selama ini tertutup oleh adanya ajaran atau budaya yang kurang sempurna, sehingga kita masing-masing senantiasa bisa saling mengingatkan dan membenahi apa yang bisa kita lakukan terutama tentu dari apa yang terdekat dengan kita yakni diri kita sendiri dan anak-anak kita (keluarga). Demikian sekali lagi saya mohon maaf pada semua fihak atas kelancangan atau ketidak layakan tulisan ini dan terimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan sebuah keberanian kepada saya untuk mengunggah tulisan ini, sebuah tulisan yang lama mengendap dalam batin saya dan baru sekarang muncul di karenakan akumulasi keprihatinan saya selama ini atas nasib perempuan terutama karena berbagai tragedi tragis yang sering menimpa para pahlawan devisa (TKW) yang malang itu.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini pasti akan banyak menuai kecaman atau kritikan dari para lelaki, oleh karena itu sekali lagi saya mohon maaf atas semua itu tapi yang pasti saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang saya ungkapkan dalam semua tulisan-tulisan saya tersebut.
IHDINASSHIROOTHOL MUSTAQIM, AMIIN…
Kesedihan hidup
Penderitaan hidup
Kepahitan hidup
Banyak hal yang aku dapatkan dari semua itu
Kesedihan mengajarkanku tentang bagaimana mencari kebahagiaan hakiki
Penderitaan mencerahkan kepekatan pola fikirku tentang Tuhan
Kepahitan mengukuhkan ketegaran yang kuharapkan
Dalam kesedihan
Dalam penderitaan
Dalam Kepahitan
Tuhan perkenalkan jati diri-Nya
Sehingga aku semakin memahami karakter pribadi-Nya
Tuhan ajarkan banyak hal tentang hakikat hidup
Sehingga aku mengerti apa yang harus aku lakukan untuk hidup
Dan mengais bekal demi menyongsong keabadian hidup
Dalam pahit, sedih dan derita
Ada terselip pesan Tuhan
Bahwa Dia pasti akan tepati janji-janji Nya
Yang terpahat indah dalam untaian-untaian kalam-nya
Sehingga memupuskan kekuatiran atas apapun ketentuan dari-Nya
Penderitaan
Kesusahan
Kesedihan
Adalah salah satu cara Tuhan tuk menyapa diriku
Adalah salah satu cara Tuhan tuk memuliakan diriku
Adalah salah satu cara Tuhan tuk mendidikku
Adalah salah satu cara Tuhan tuk berbagi sedikit ilmu
Rupanya itulah cara Tuhan tuk menguatkanku
Rupanya itulah cara Tuhan tuk mendewasakanku
Adalah salah satu bahasa Tuhan dalam menyayangiku
Adalah salah satu Isyarat Tuhan tuk terus mengasihiku
Ahirnya kini aku semakin mengerti
Betapa apapun yang menimpaku selama ini
Pahit, penuh derita ataupun sedih
Pasti semata-mata itu semua tuk tingkatkan kwalitas keimanan, keislaman & kebahagiaan nan sejati
Untuk diri ini
Dan aku yakini aku imani, itu pasti!
Jadi mengapa harus ada pemberontakan pada Tuhan ?
Di sebabkan kepahitan hidup, penderitaan dan kesedihan ?
Bukankah Tuhanku bukan Dzat yang dholim terhadap mahluk-mahluk-Nya ?
Bukankah Tuhanku Dzat yang penuh kasih tanpa pilih kasih ?
Bukankah Tuhanku Dzat yang maha penyayang tak pandang orang ?
Dan bukankah Tuhanku bukan Dzat yang akan mengingkari janji ?
Terimakasih Tuhanku
Atas apapun yang pernah dan belum Engkau berikan padaku
Semoga keikhlasan atas semua itu
Menjadi sebuah tangga demi meraih ridlo,rahmat dan maghfiroh dari-Mu, amin.
Dalam susah BILLAH dalam senang BILLAH dalam sedih BILLAH dalam bahagia BILLAH !
Robb
Kenikmatan surgawi di ahirat itu pasti lebih megah
Rahmat & Ridlo-Mu pasti lebih indah
Janji-janji indah-Mu pasti akan nyata
Krn Kau Dzat yg benar dlm berkata
Pada apapun yg Engkau cipta
Robbi
Tetapkan hati ini agar tak membatu
Oleh apapun yg Engkau tentukan padaku
Kepahitan atau kekecewaan semu
Yg srgkali menjadi sarapan & makan malamku
Hamba ingin semua tak surutkan inginku
Tuk menikmati mewah hidangan-Mu
Tersanjung terhormat atas jamuan-Mu
Atas anugerah rahmat dan ridlo-Mu
Walau Perih pedih sering megoyak rasa
Memicingkan mata dan meluruhkan genangan air di sudutnya
Sampai tak terhitung jumlahnya
Hingga terpanggang rasa gelisah
Yang mengepulkan asap resah
Hamba berharap semua tak usah
Torehkan noda kelam
Hingga hati ini menghitam
Ma’adzallooh…
Robbi
Apapun luka yang menoreh pedih ini
Semoga tak mampu membuat goyah hati
Sehingga tetap teguh pada janji
Sehingga hamba setia sampai mati
Pada Dzat yang maha Edi
Yang selalu kasih
Maha pemberi
Dan selalu menepati
Janji-janji
pada hamba-Nya yang menjaga diri
Dari rayuan dan bisikan syaetoni
Semoga Engkau senantiasa anugerahi kekuatan ini
Pada hamba lemah dan faqir ini
Sehingga selalu tetap teguh menapaki Jalur syar’i
Amin yaa Robbi
Siapa bilang wanita adalah mahluk yang lemah bila di bandingkan dengan para pria ?
Mari cermati lebih teliti realita dalam kehidupan di sekitar kita
Lihatlah dengan mata hatimu
Dengan kujujuran nurani terdalammu
Lihatlah, betapa dasyat kekuatannya ketika mengandung seorang bayi 9 bulan bahkan terkadang lebih
Lihatlah, perjuangannya hingga mempertaruhkan nyawa demi melahirkan putra putrinya
Lihatlah, dalam tiap saat dia harus siaga
Tuk berbagi anugerah Tuhan-Nya (baca asi) untuk sang bayi
Lihatlah, ketegarannya dalam mendidik sang anak manusia mulai dari bayi hingga dewasa
Lihatlah, kekukuhan jiwanya dalam memperjuangkan kelangsungan hidup anak-anaknya
Walau terkadang harus sendiri tanpa peran seorang suami
Lihatlah, betapa banyak single parent wanita hadir di sekitar kita bila di banding para pria
Lihat dan cermatilah
Seberapa sering kau saksikan
Atau kau temukan
Seorang lelaki ketika bekerja sekaligus berperan ganda sebagai seorang ibu dan istri ?
Ataukah seorang lelaki muda yang tetap sanggup hidup seorang diri tanpa peran ibu atau istri
Tapi tetap mampu temani anak-anaknya dalam mengarungi bahtera kehidupan hingga menggapai masing-masing cita-citanya ?
Ataukah
Seorang wanita yang tetap hidup sendiri
Dengan naluri keibuan nan sejuk tajam menusuk kesamaran alam
Dan kelembutan rasa dalam mendampingi anak-anaknya walau tanpa seorang ayah
Sekaligus melakoni pula peran
Sebagai seorang kepala rumah tangga
Yang sanggup dengan gagah mengayuh kukuh roda ekonomi keluarga
Agar tetap berputar sebagaimana biasa
Demi menghantarkan anak-anaknya dalam merengkuh impian hidupnya
Walau terkadang seorang bayi atau bocah dalam rengkuhannya
Ah
Secara fisik pria memang terlihat lebih kuat dari wanita
Tapi ternyata seringkali realita justru mempunyai jawaban yang berbeda
Dan
Bagaimanakah menurut anda ?
“Tulisan ini saya dedikasikan husus untuk Mimiku tersayang, adalah seorang ibu yang mempunyai ketegaran yang amat luarbiasa, yang telah banyak mengajarkan dan menginspirasikan nilai-nilai kehidupan dalam diri saya, seorang ibu dengan sembilan (9) putra putri, menghantarkan (seorang diri tanpa bimbingan seorang suami) kami hingga kami sanggup berdiri seperti saat ini. Duhai Dzat yang maha pengasih tak pilih kasih, berilah Beliau umur panjang, kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan dunia ahirat, maghfiroh-Mu, rahmat, dan ridlo-Mu serta ketetapan pada iman islam-Mu, demikian juga untuk seluruh ibu di manapun dia berada, Al-Fatihah, ALLOHumma amiin…”
Pada sebuah takdir aku berfikir
Betapa gampang ilmu di sitir
Namun sulit dalam praktek
Demi Dzat yang banyak memberikan inspirasi ilmu
Hamba memohon untuk tetapkan kami pada keteguhan keyakinan
Seperti yang selama ini kami tanamkan
Dalam sanubari kami yang terdalam
Duh Dzat yang maha tahu
Betapa lama hamba berharap itu
Tapi kesulitan demi kesulitan terjadi
Kendala demi kendala terlewati
Sampai pada titik ini
Hamba berusaha mengerti
Bahwa apakah semua pertanda Engkau mengirimkan sesuatu pesan untuk kami
Yang hingga saat ini belum kami memahami
Kecewa dan marah kini yang sedang menggelora dalam hati
Tapi kami tak bisa berkata-kata
Karena apapun yang selama ini kami ingini
Belum tentu itu memang baik seperti yg selama ini kami yakini
Karena hanya Engkaulah satu-satunya yang maha mengerti
Tentang apapun yang akan terjadi sedang terjadi bahkan yang belum terjadi
Dan semua itu di luar jangkauan kami
Karenanya mencoba mengerti dan memahami
Kemudian menyadari dan berusaha mengamini
Apapun yang kini sedang terjadi
Adalah satu-satunya cara kami
Dalam meredam gejolak hati
Untuk bisa meredam kecewa
Untuk mampu menerima
Bahwa semua ini adalah untaian terindah
Yang Engkau sedang persembahkan kepada kami
Walau hingga detik ini kami belum sepenuhnya mengerti
Mengapa semua ini terjadi
Dan
Semoga Engkau tetap bersama kami
Untuk selalu membimbing kami
Dapat seutuhnya memahami
Cara, ilmu dan Pesan dari Dzat yang maha mengerti
Bahwa semua yang terjadi seringkali tidak sesusai dengan yang selama ini kami kehendaki
Walau telah lama kami menunggu
Menunggu dan terus menunggu itu
Dan hingga detik ini kami akan tetap menunggu
Sebuah keajaiban terjadi pada kami
Dan membumbungkan angan kami
Menjadi sebuah realita tidak hanya sekedar mimpi-mimpi
Seperti yang selama ini terjadi
Yah sudahlah…
Kenapa juga harus memikirkan kebahagiaan orang lain
Padahal mereka sendiri berhak tentukan yang di ingini
Dan kami tak punya kuasa memaksa
Karena kami bukan Dzat yang maha perkasa
Tapi Kami tetap berharap Dzat itu kemudian sanggup merubah
Seperti yang selama ini di ingini
Dan
Semoga itu yang terbaik bagi Dia dan semuanya
Amin….
Kepada Alloh hamba bersyukur
Atas limpahan nikmat yang tak terukur
Kepada Alloh hamba memuji
Atas segala nikmat yang tiada henti
Kepada Alloh hamba bersujud
Atas apapun yang telah dan belum terwujud
Kepada Alloh hamba mengucap Hamdalah
Atas samudera karunia yang tak terkata
Dengan segenap jiwa hamba berdoa
Semoga hamba tetap setia dan istiqomah bersama-Nya
Dalam suka maupun duka, amin
Duhai Dzat yang tak pernah tidur
Di keheningan malam hamba terpekur
Bertutur di hamparan sajadah hamba tersungkur
Merapalkan syukur secara teratur
Seraya berharap tidak keluar jalur
Agar hamba tidak termasuk jiwa-jiwa yang kufur
Karena keengganan bersyukur
Sehingga dengan sia-sia melebur umur
Dalam kubangan sesal yang hancur mumur
Kepada Alloh hamba bersyukur
Atas limpahan nikmat yang tak terukur
Kepada Alloh hamba memuji
Atas segala nikmat yang tiada henti
Kepada Alloh hamba bersujud
Atas apapun yang telah dan belum terwujud
Kepada Alloh hamba mengucap Hamdalah
Atas samudera karunia yang tak terkata
Dengan segenap jiwa hamba berdoa
Semoga hamba tetap setia dan istiqomah bersama-Nya
Dalam suka maupun duka, amin
Apa yang anda fikirkan jika saya tanya atau saya minta anda menjawab apa yang di maksud dengan makna dari ungkapan “masa depan kita”. Tentu selama ini banyak orang-orang berfikir tentang devinisi masa depan yang mereka maksud adalah seperti tergambar dalam ungkapan ini : “mari kita fikirkan masa depan kita, yakni dengan kata lain kita harus memikirkan bagaimana dan apa yang sudah kita lakukan demi masa tua kita kelak atau masa setelah kita lewati masa muda kita”. Saya banyak merenung kenapa makna dari masa depan hanya sampai di situ padahal ada yang lebih harus kita fikirkan lebih dari sekedar masa tua atau masa-masa pensiun kita (bagi pekerja formal). Karena sebenarnya masa depan yang hakiki bagi seluruh mahluk terutama jin dan manusia adalah ketika berada di hari kiamat, itulah sebenarnya masa depan yang hakiki. Ironisnya seringkali demi masa depan yang mereka maksud tersebut banyak manusia tertipu karenyanya, seperti menghalalkan segala macam cara demi meraih pensiun dini tersebut atau demi kesejahteraan masa tuanya kelak bersama keluarganya. Mreka taksepenuhnya menyadari bahwa seseungguhnya manusia itu bukan hanya terdiri dari unsur jisim (badan) semata akan tetapi juga terdapat pula ruh yang perlu di beri suplemen atau nutrisi untuk menjaga keseimbangan manusia itu sendiri demi menyongsong masa depan hakiki di akhirat kelak. Camkan ! Tubuh kita ini hanya sebuah cassing di dunia dan ketika kita meninggal kemudian berpindah dari alam dunia ke alam barzah (kubur) cassing ini sudah tidak berlaku lagi tetapi ruh masih tetap utuh mengikuti kemana alam itu berpindah dan ruh membutuhkan keseimbangan yang akan mempengaruhi kehidupan kita di alam tersebut, jadi mengapa kita masih terus mengolah fikir kemudian berlomba untuk sebuah kepuasan jasmani atau badani yang pada ahirnya semua akan di tinggalkan ? mengapa masih ada yang merelakan dirinya melakukan tindakan yang amat menjijikkan seperti korupsi, menghasut, menjungkirbalikkan lawan kawan atau berlagak menjadi sosok pahlawan hanya demi sebuah kekuasan yang pada ahirnya berujung pada sebuah kepuasan jasmani yang hanya bersifat sementara saja, sementara di sisi lain dia rela harus mengorbankan kesehatan ruhnya. Mengapa kita musti rela menjerumuskan diri kita sebagai manusia mahluq yang paling mulia menjadi sosok yang hina demi sebuah kebahagiaan masa depan yang semu ? bahkan yang paling memprihatinkan tanpa di sadari dengan perbuatan terkutuk tersebut secara tidak langsung kita telah mengajak anak, cucu dan istri tercinta untuk menjadi teman di neraka kelak, tegakah kita melakukan semua itu pada anak-anak kita yang masih bersih, istri yang di kasihi, lihatlah mereka ketika tidur, pandangi mereka ketika tengah terlelap di samping kita, kepasrahan mereka berdua akan diri kita sebagai nakhoda atau imam dalam rumahtangga kita ? keserakahan dan nafsu bejad kita akan membuat mereka menderita di dunia dan di ahirat, tegakah kita biarkan mereka menanggung malu menerima kenyataan orang tua atau suami mereka masuk penjara ? dan di ahirat kita ajak pula mereka merasakan perih pedihnya siksaan ALLOH yang maha dasyat ? itukah manifestasi dari tanggungjwab kita demi membahagiakan mereka padahal sesungguhnya justru kita menjerumuskan mereka pada jurang neraka dan kenistaan dunia ? mari kita coba berfikir seribu kali bahkan berkali-kali ketika hendak melakukan perbuatan yang kerugiannya akan di tanggung tidak saja oleh kita yang melakukan tapi oleh orang-orang yang kita kasihi. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mencari nafkah untuk keluarga, berhati-hatilah ketika kita memberikan uang atau makanan untuk keluarga kita, jangan racuni kebersihan jiwa anak kita yang tak berdosa dan istri kita yang tercinta dengan harta yang syubhat apalagi haram, karena makanan yang syubhat dan haram mempunyai pengaruh yang besar pada pembentukan jiwa dan karakter seseorang menjadi baik atau tidak demikian pula pada fluktuasi keimanan dan kelestarian keislaman mereka. Pernahkah kita berfikir kenapa kita malas beramal baik ? atau kenapa jiwa kita selalu condong pada hal-hal yang bersifat negatif, mengapa demikian ? jawabannya mungkin salah satu penyebabnya adalah dari makanan yang kita makan atau pakaian yang kita pakai bersumber dari sesuatu yang diragukan kehalalannya atau bahkan justru jelas jauh dari devinisi halal.
Bagi para istri hendaknya juga harus ekstra berhati-hati dalam menerima pemberian dari suami, dengan tanpa menyinggung perasaan suami cobalah teliti dari mana dia bisa mendapatkan semua itu, jangan asal menerima saja, jangan asal bahagia dan bermewah-mewah dengan pemberiannya itu tanpa kita tahu sumbernya, bersikaplah arif dan hati-hati dalam menerima pemberian apapun yang akan kita gunakan untuk kelangsungan hidup kita dan anak-anak kita ! jika jelas-jelas bersumber dari sesuatu yang halal atau di ragukan kehalalannya katakan dengan tegas TIDAK !!! dan berusahalah membantu dia untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut, jangan malah justru menjadi pemicu bagi para suami untuk berlomba-lomba dalam memperkaya diri hasil dari sesuatu yang bukan haknya atau di ragukan kehalalannya. Percayalah dan yakinlah bahwa ALLOH sudah menjamin rizki hamba-hambanya mulai dari sang hamba belum tercipta, dengan jaminan rizki yang pasti halal tapi dengan catatan kita mau berusaha mencarinya dan kita terima bagian kita tersebut dengan perasaan rela, lihatlah surat Al-Q.S : Zukhruf ayat 32 “ Kami-lah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan di dunia”.
Seringkali yang memicu seorang suami untuk untuk mendapatkan harta adalah salah satunya di sebabkan atas dasar keinginan membahagiakan anak istrinya, justru ironisnya bukannya dia membahagiakan akan tetapi menyengsarakan keluarganya di akhirat kelak karena dia dapatkan hartanya dengan cara korupsi misalnya, mencuri atau menipu. Yang memicu mereka melakukan tindakan tersebut salah satunya juga adalah karena dia tidak mampu menerima (qonaah) dengan jatah yang sudah di tentukan oleh Tuhannya atau dia berfikir betapa susahnya mencari sesuatu yang halal untuk diri dan keluarganya, maka mereka kemudian melakukan perbuatan yang haram, padahal dengan tanpa mereka sadari secara tidak langsung dengan perbuatannya yang demikian itu seseungguhnya dia tidak lagi mempunyai keyakinan dan keimanan bahwa ALLOH bersifat Ar-Rozzaaq (Dzat yang banyak memberikan rizki) atau Ar-Rouuf (Dzat yang banyak memberi) jadi bagaimana bisa dia mendapatkan rizki yang halal sedangkan di dalam hatinya dia tidak mempunyai keyakinan tentang hal tsb sama sekali, jika keyakinan dan keimanan akan hal tersebut tidak terpatri bahkan tidak ada dalam jiwa seseorang jangan berharap dia di carikan petunjuk atau di tuntun oleh ALLOH untuk mendapatkannya, kenapa ? karena dia sudah tidak punya kepercayaan dan keyakinan akan hal tersebut ? jadi dalam hal apapun ketakwaan seseorang merupakan solusi dari berbagai masalah yang di hadapi manusia di dunia ini, takwa merupakan satu kunci dia bisa keluar dari kesulitan macam apapun “ barangsiapa bertakwa kepada ALLOH niscaya Dia akan membukakan jalan keluar (solusi) baginya” Q.S: At-Tholaq 2. “ Dan dia memberi rizki dari arah yang tidak di sangka-sangkanya ”( Q.S : At-Tholaq 3). Sekarang, masihkah kita meragukan jaminan-Nya bahwa setiap mahluk pasti akan Dia penuhi rizkinya ?.
Untuk meraih ketakwaan seseorang perlu ilmu agama karena ilmu agama akan bisa menuntun seseorang menuju jalan ketakwaan dan meraih keyakinan setelah dia mendapatkan keimanan, tentu setelah dia mengerti ilmu tersebut dia segera mengamalkan ilmunya karena ilmu tanpa pengamalan akan kosong dari keberhasilan dalam meraih ketakwaan dan keyakinan yang teguh yang di inginkan tersebut. Karena tak heran banyak orang pandai dalam ilmu agama tapi dalam realitasnya dia tidak perduli dengan hal-hal yang bersifat halal maupuan haram, kenapa ? karena keilmuan baginya hanya sebatas wacana semata tanpa ada pengamalan sebagai bentuk dari pemahamannya tersebut.
Kita harus selalu ingat bahwa makanan yang kita makan pada ahirnya menjadi sebuah kotoran, pakaian yang kita pakai pun pada ahirnya hanya akan menjadi sebuah sampah demikian juga segala tetek bengek yang bersifat duniawi lainnya, jadi kenapa kita harus menukar kemuliaan diri ini dengan keinginan-keinginan yang pada haikikatnya bersifat rusak, kenapa diri kita hanya memikirkan kepuasan jasmani dengan melupakan kesehatan prima pada ruh kita. Coba kita teliti secara cermat bahwa ternyata keinginan-keinginan yang kita miliki selama ini hanya untuk kesenangan yang bersifat jasmani semata, hanya untuk kepuasan badan saja, kenapa demikian ? karena raga kita, badan kita ini bersifat duniawi, sebab setelah raga ini berpisah dengan ruhnya otomatis keinginan-keinginan yang bersifat duniawi itu pada ahirnya akan tanggal pula dengan sendirinya, ketika tubuh ini sudah menjadi mayat atau biasa kita sebut dengan mati (kematian) secara otomatis mati pulalah keinginan-keinginan itu, seorang mayat tak butuh lagi jabatan, kekayaan, rumah yang mewah, mobil dengan seri terbaru, istri yang cantik atau kenikmatan-kenikmatan dunia yang lain, kenapa ?! karena tubuh itu hanya di pakai sebagai cassing atau penutup ruh yang bersifat duniawi dengan begitu kita harus memahami bahwa semua keinginan-keinginan tubuhpun bersifat duniawi pula sedangkan ruh kita masih akan tetap ada, ruh pada seseorang yang telah mati tetap hidup untuk menjalani kehidupan di alam berikutnya yakni alam barzah. Pada saat itu pulalah seorang manusia baru menyadari apa yang seharusnya dia dulu (alam dunia) harus lakukan dan dia cari untuk bekal ruh tersebut atau jiwa tersebut agar supaya tenang dalam menghadapi kendala alam apapun, baik alam barzah ataupun alam ahirat.
Apa yang dibutuhkan ruh atau jiwa agar supaya tenang, yang pertama adalah dengan meyakinkan ALLOH sebagai Tuhan yang harus di sembah dan sepatutnya di mintai pertolongan dalam segala hal kemudian memfokuskan seluruh amal-amal baik hanya di persembahkan atau di peruntukkan kepada Dia dan hanya karena Dia semata (LILLAHI TA’ALA). Kita ambil sebuah contoh, jiwa ini pasti akan tenang ketika tertimpa musibah atau kesulitan ketika jiwa ini menyadari bahwa yang menentukan semua itu adalah Dzat yang maha pengasih yang tidak mungkin bersifat dzolim dan ketentuan seburuk apapun bisa seketika berubah menjadi baik dengan meyakini bahwa ada Dzat yang maha kuasa dan berkuasa untuk merubah apapun yang Dia kehendaki dalam sekeja. Sungguh ! jiwa ini akan jauh dari kegelisahan ketika dengan sepenuhnya dia meyakini bahwa rahmat ALLOH lebih dari apapun dan bisa di berikan kepada siapapun tanpa memandang hanya pada amalan hamba semata, Dia berhak memberikannya pada seorang hamba yang berlumur dosa sekalipun apabila sang manusia mau meminta ampunan kepada-Nya.Jiwa ini akan damai ketika meyadari bahwa ALLOH maha bertanggungjawab atas apapun yang akan dan sudah Dia ciptakan dan Dia bisa melakukan apapun di luar dari kemampuan dan akal manusia.Pada ahirnya jika jiwa sepenuhnya meyakini hal tersebut maka tak ada ketakutan, tiada kegelisahan dan jauh dari kegersangan ketika mengahadapi apapun jua, kesulitan apapun juga baik ketika dia hidup di alam dunia, alam barzah atau alam akhirat “ Ingatlah para kekasih-kekasih (wali-wali) ALLOH itu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati” (Q.S :Yunus 62). Sekarang pertanyaannnya bagaimana kita bisa mendapatkan jiwa yang demikian indah ? sekali lagi jawabannya adalah dengan ilmu yakni dengan mempelajari ajaran-ajaran agama yang di dalamnya menerangkan tentang ketauhidan, tata cara beribadah dengan sempurna, metode menejemen hati atau nafsu dan lain sebagainya.
Sepatutnya mulai dari sekarang kita harus lebih memfokuskan semua yang kita perbuatan demi masa depan cerah kita di ahirat kelak, apapun perbuatan yang kita lakukan sekarang seharusnya lebih di titik beratkan hasilnya demi meraih kejayaan untuk masa depan hakiki kita kelak, sehingga kebahagiaan yang kita raih dan kebaikan yang kita capai tidak hanya bersifat fana sebagaimana dunia tapi akan tetap menyertai kita di kehidupan manapun kita berada. Tinggalkan hal-hal yang bersifat sementara dan fokuskan semua usaha yang kita lakukan ini demi menghadapi kehidupan-kehidupan kita di alam berikutnya. “Dunia adalah ladang untuk kehidupan ahirat” jadi mari kita menanam sebanyak-banyaknya, memelihara dan mengembangbiakkan seluruh perbuatan-perbuatan baik, yang bersifat hablumminalloh ( yang berhubungan dengan ALLOH) atau hablumminnaas (yang bersifat sosial) demi meraih panen yang sukses di ahirat kelak, karena masa depan yang hakiki yang sesungguhnya adalah ahirat, bukan masa tua atau masa pensiun kita.Mulailah dari sekarang kita rubah paradigma tersebut sehingga di ahirat kelak kita tidak termasuk orang-orang yang merugi dan pailit, nau’udzubillah mindzaalik.
Semoga ALLOH selalu menolong kita agar supaya kita mempunyai jiwa yang tenang sehingga jiwa kita siap menghadapi kehidupan apapun baik di dunia, di alam barzah maupun di alam ahirat, amin, Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.