Selalu bersyukur memang benar-benar tidak hanya mendapatkan kenikmatan yang berlipat ganda tapi juga ternyata ada jutaan karunia lain terpancar darinya, di antaranya adalah menjadikan jiwa tenang sehingga mewujudkan rasa optimisme dalam menghadapi berbagai macam tantangan dunia. Bersyukur juga mampu memupuskan kesedihan dan keresahan yang mengganggu jiwa sehingga melahirkan semangat hidup yang menyala-nyala.
Dalam menjalani hidup aku selalu berusaha untuk melakukan itu, dalam menjalani titian umur yang semakin hari semakin berkurang kucoba dan terus ku coba menjalani peran apapun yang di takdirkan-Nya, aku berusaha sekuat tenagaku untuk memanfaatkan sisa amanat umur yang Tuhan berikan padaku untuk mengais bekal di ahirat kelak, hingga ahirnya dalam menjalani hidup ini,a ku mencoba menanamkan prinsip sumeleh (mengalir) seperti air, kenapa ?!, karena buat apa aku meronta kemudian mencoba melarikan diri dari semua itu, sudah barang tentu yang aku pilih akan lebih buruk daripada pilihan hidup yang Tuhan tentukan padaku saat itu.Karena ilmuku yang tak seberapa tentang apapun tak akan bisa menandingi ilmu-Nya, bukankah kata Tuhan ” boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik bagimu,. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ” ( Al-Baqoroh 216). Berontak dari takdir hanya akan semakin membuat jiwa semakin gelisah dan mengerucutkan rasa putus asa.Ketika tekanan hidup semakin membuatku tak bisa bernafas aku mencoba menghibur diri dengan berfikir seperti ini, dengan untaian doa : semoga saja derita hidup yang sedang aku jalani ini sebagai satu tiket dari Tuhan yang di anugerahkan padaku demi mendapatkan satu posisi kemulyaan di ahirat kelak, jadi aku anggap semua itu sebagai bentuk tirakatku di dunia demi mencapai ridlo-Nya, semoga saja aku lulus karenanya, Aku mohon, bantu aku wujudkan semua itu dengan ijabah-Mu ya Robb, amin.
Memang, walau tak sekali jiwaku mencoba berontak, tapi segera aku tekan dan aku hibur dengan berbagai macam kegiatan-kegiatan religiku, seraya meningkatkan rasa syukurku, dengan cara mengingat-ingat beberapa kenikmatan yang selama ini Tuhan anugerahkan kepadaku dan dengan merenungi betapa banyaknya penderitaan orang lain,yang dosisnya ternyata lebih tinggi daripada aku, hingga ahirnya kemudian mencapai ujung kesimpulan dalam alam fikirku, duuh.. betapa beruntungnya aku selama ini, dengan keadaan yang aku jalani saat ini . Pertanyaannya, untuk apa aku selalu menyuburkan perasaan-perasaan seperti itu ?, apa faidahnya ?, tentu agar supaya jiwaku lebih tenang. Hai ?, bukankah berontak dari pilihan-Nya itu tidak saja membuat raga terhina tapi juga menjadikan jiwa ternoda !. So, aku mencoba menikmati apapun peran yang sedang dipilihkan Tuhan untukku dan aku berusa menjalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab, walau tak sekali aku mengalami nistanya emosi yang menjadikanku layaknya binatang, karena seakan tak berilmu dan berakal.
Dalam menjalani hidup, aku tak berani memasang target apapun, jadi dalam bercita-cita ku coba selaraskan semuanya dengan takdir yang sedang ku jalani saat itu, karena aku bukan sosok manusia yang siap menerima tantangan dan amarah Tuhan karena telah mencoba menghianati-Nya dengan berpaling dari takdir-Nya.
Semoga saja Tuhan selalu membimbingku, menolongku dan menyayangiku dalam keadaan apapun yang menimpaku, dalam menjalani takdir baik burukku dari Dzat yang maha baik, amin…