Sendiri aku merenda hari
Hanya bersama sepi
Dan air mata
Sendiri aku obati luka hati
Sendiri aku membelai jiwa menghibur lara yang menikamku
Sendiri aku mengelus kesakitanku
Hanya di temani tawa surga putri kecilku
Bersama dia semua luruh
Bersama dia ahirnya aku sampai kini masih kokoh tetap berdiri walau badai terpaan badai cobaan menerjangku
Sendiri aku menata hari
Mencari ceria di antara mengajar
Berjamaah
Dengan segenap kegiatan rumah tangga
Ku coba enyahkan semua rasa nista
Sendiri ku seka airmataku
Sendiri aku tertatih mencari jalan damai
Sendiri aku mencoba meregang nyawa bersama ganasnya nafsu yang seringkali berusaha membunuh imanku
Sendiri aku memeluk diriku
Mencoba mencari hikmah di balik ayat-ayat suci Tuhan
Berharap ku temukan kedamaian dalam sepi sendiriku
Dalam kehampaan jiwaku
Sendiri aku tertawa
Menangis
Meratap
Menjerit
Tetap tegar seperti hari ini dan kemarin
Sendiri
Hanya sendiri
Tak ada yang menemani
Membelaiku ketika bersedih
Meluruhkan hasrat manusiaku ketika ia datang menggodaku
Menyeka aliran sungai kecil di sudut mataku
Sendiriā¦
Tak ada siapapun jua
Ku lalui hari demi hari sendiri
Hanya sendiri
Sendiri
29 Mei 2009 oleh royannach