Siapa bilang wanita adalah mahluk yang lemah bila di bandingkan dengan para pria ?
Mari cermati lebih teliti realita dalam kehidupan di sekitar kita
Lihatlah dengan mata hatimu
Dengan kujujuran nurani terdalammu
Lihatlah, betapa dasyat kekuatannya ketika mengandung seorang bayi 9 bulan bahkan terkadang lebih
Lihatlah, perjuangannya hingga mempertaruhkan nyawa demi melahirkan putra putrinya
Lihatlah, dalam tiap saat dia harus siaga
Tuk berbagi anugerah Tuhan-Nya (baca asi) untuk sang bayi
Lihatlah, ketegarannya dalam mendidik sang anak manusia mulai dari bayi hingga dewasa
Lihatlah, kekukuhan jiwanya dalam memperjuangkan kelangsungan hidup anak-anaknya
Walau terkadang harus sendiri tanpa peran seorang suami
Lihatlah, betapa banyak single parent wanita hadir di sekitar kita bila di banding para pria
Lihat dan cermatilah
Seberapa sering kau saksikan
Atau kau temukan
Seorang lelaki ketika bekerja sekaligus berperan ganda sebagai seorang ibu dan istri ?
Ataukah seorang lelaki muda yang tetap sanggup hidup seorang diri tanpa peran ibu atau istri
Tapi tetap mampu temani anak-anaknya dalam mengarungi bahtera kehidupan hingga menggapai masing-masing cita-citanya ?
Ataukah
Seorang wanita yang tetap hidup sendiri
Dengan naluri keibuan nan sejuk tajam menusuk kesamaran alam
Dan kelembutan rasa dalam mendampingi anak-anaknya walau tanpa seorang ayah
Sekaligus melakoni pula peran
Sebagai seorang kepala rumah tangga
Yang sanggup dengan gagah mengayuh kukuh roda ekonomi keluarga
Agar tetap berputar sebagaimana biasa
Demi menghantarkan anak-anaknya dalam merengkuh impian hidupnya
Walau terkadang seorang bayi atau bocah dalam rengkuhannya
Ah
Secara fisik pria memang terlihat lebih kuat dari wanita
Tapi ternyata seringkali realita justru mempunyai jawaban yang berbeda
Dan
Bagaimanakah menurut anda ?
“Tulisan ini saya dedikasikan husus untuk Mimiku tersayang, adalah seorang ibu yang mempunyai ketegaran yang amat luarbiasa, yang telah banyak mengajarkan dan menginspirasikan nilai-nilai kehidupan dalam diri saya, seorang ibu dengan sembilan (9) putra putri, menghantarkan (seorang diri tanpa bimbingan seorang suami) kami hingga kami sanggup berdiri seperti saat ini. Duhai Dzat yang maha pengasih tak pilih kasih, berilah Beliau umur panjang, kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan dunia ahirat, maghfiroh-Mu, rahmat, dan ridlo-Mu serta ketetapan pada iman islam-Mu, demikian juga untuk seluruh ibu di manapun dia berada, Al-Fatihah, ALLOHumma amiin…”