Sahabat-sahabatku, adakah kita meyakini bahwa Alloh adalah Dzat yang maha Rahman dan Rahim ? jika demikian adanya lalu apakah arti dari adzab yang Dia berikan kepada orang-orang kafir ? dan mengapa Dia pun tak sekali dalam Al-Qur’an mengatakan berbagai ancaman adzab bagi hamba-hamba-Nya ketika mereka mencoba melakukan hal-hal yang di larang dalam syariat agama-Nya, apakah adzab merupakan satu ekspresi dari tidak adanya sifat Rahman Rahim yang sudah jelas melekat kepada ALLOH ?
Mari kita renungi sejenak,
Apabila ALLOH tidak sekalipun mencontohkan adzab yang pernah di terima oleh orang-orang sebelum kita di sebabkan karena mereka mencoba melakukan larangan-larangan-Nya, pasti tak akan pernah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari kita ,manusia saling berlomba dalam perbuatan baik dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dari larangan-larangan-Nya, jika demikian bisa di ambil kesimpulan bahwa justru azdab itu sendiri merupakan salah satu manifestasi dari sifat Rahman Rahim ALLOH itu sendiri, mengapa demikian ? karena andaikan tidak ada ancaman adzab dari ALLOH bagi manusia yang berbuat dosa niscaya pasti manusia tidak ada bedanya dengan binatang.
Karena dengan adanya ancaman adzab tersebut secara tidak langsung merupakan satu ungkapan dari sifat Rahman Rahim-Nya kenapa demikian ? karena pada hakikatnya Dia ingin meningkatkan kemuliaan manusia itu sendiri sehingga menjadi manusia yang utuh sebagaimana fitrahnya yakni mahluk yang paling mulia dan sempurna jika di bandingkan dengan mahluk-mahluk Tuhan yang lain, walaupun pada ahirnya perbuatan baik manusia itupun tidak mempunyai pengaruh positif maupun negatif sedikitpun pada-Nya, karena Dia sudah sempurna baik pekerjaan, dzat maupun sifat-Nya, Jadi mengapakah ketika adzab itu menimpa manusia mereka kemudian menyesalinya bukankah seharusnya bersyukur, kenapa ? karena dengan adanya adzab yang menimpa manusia di dunia ini secara tidak langsung ALLOH memberikan satu warning kepada manusia agar supaya segera bertobat sebelum ajal tiba dan memberikan kesempatan memperbaiki diri sebelum menuai penyesalan di akhirat kelak. bisakah anda bayangkan jika adzab yang di sebabkan kemaksiatan yang dilakukakan manusia di tunda hingga hari kiamat, sungguh ! niscaya kita akan mengarungi lautan penyesalan yang tak bertepi karena pintu taubat telah tertutup dan kesempatan memperbaiki diri sudah tidak mungkin lagi.
Lalu bagaimanakah kita mensikapi berbagai macam rentetan bencana alam ( gempa bumi, tsunami, erupsi gunung) seperti yang sedang menimpa bangsa ini ? bagi yang berbuat dosa, mungkin kejadian tersebut bisa merupakan adzab walaupun tetap saya kategorikan itu sebagai manifestasi dari sifat Rahman Rahim-Nya dengan alasan yang sudah saya sebutkan di atas, dan merupakan untaian mutiara hidup yang tersembunyi bagi manusia yang tidak ikut andil dalam perbuatan-perbuatan dosa atas bencana-bencana tersebut, karena inilah yang di sebut dengan musibah, sebagaimana kita bisa lihat dalam keterangan Al-Quran surat Al-Baqoroh 155-157 Artinya : “kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”-Q.S: Al-Baqoroh: 155. “(yaitu) orang-orang yang apabila di timpa musibah, mereka berkata “innaa lillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun” (sesungguhnya kami milik ALLOH dan kepada-Nya-lah kami kembali)”. Q.S Al-Baqoroh: 156 “Mereka itulah yang memperoleh ampuan dan rahmat dari Tuhan-Nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk”.Q.S: Al-Baqoroh:157
Betapa dengan musibah ini banyak mutiara-mutiara hikmah yang terkandung di dalamnya, di antaranya adalah manusia akan sedikit berfikir lebih jauh untuk berbuat dosa dan banyak manusia yang di ampuni dosa-dosanya bahkan mungkin akan terangkat derajatnya di sisi ALLOH SWT di sebabkan musibah tersebut, dengan catatan apabila mereka mampu menerimanya dengan penuh kerelaan dan keihlasan hati.
Jika demikian adanya, masihkah kita menganggap bahwa rentetan kejadian-kejadian yang sedang melanda bangsa ini sebagai sebuah kejadian yang patut kita ratapi ? sungguh ! ALLOH menciptakan sesuatu apapun pasti ada hikmah dan manfaat karenanya, bahkan walau berupa azdab ( bagi yang berdosa) atau musibah (bagi yang tidak melakukan dosa) sekalipun. Jadi mari kita singkirkan jutaan prasangka buruk pada-Nya yang sedang meliputi hati kita ini di sebabkan bencana-bencana pada alam ini, berfikir, introspeksi dan memperbanyak beristighfarlah seraya segera berlari menuju pintu taubat merupakan cara yang paling tepat dalam mensikapi semua itu, sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang merugi karenanya.
Semoga kita di masukan kedalam golongan orang-orang yang bersabar ketika tertimpa musibah sehingga dengan kesabaran itu kita mendapatkan ampunan dan rahmat dari ALLOH SWT dan di jauhkan dari golongan orang-orang yang sesat yang di murkai oleh-Nya, amin.