ALLAH tidak mungkin salah atau keliru dalam menentukan setiap apapun ketentuan yang ditentukan untuk para hamba-Nya, ALLAH tidak mungkin mempunyai kepentingan dan keinginan pribadi dalam hal itu, karena amal perbuatan baik, usaha yang sungguh-sungguh dan segala perbuatan berbentuk apapun pasti kembali untuk mahluk itu sendiri, perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia tidak berimbas sedikitpun pada-Nya untuk menambah kebaikan pada diri-Nya karena Dia sudah maha sempurna tanpa butuh pihak lain untuk menyempurnakan baik sifat-sifat-Nya, Dzat-Nya atau perbuatan-perbuatan-Nya demikian pula perbuatan bururk yang dilakukan para makhluk-Nya, sungguh tidak akan sedikitpun menodai atau mengurangi kesemprnaan dan kebaikan yang ada pada-Nya. Andaikan kita memahami bahwa sesengguhnya apapun ketentuan dari-Nya baik maupun buruk semua demi untuk menyempurnakan harkat kemuliaan manusia dan kesempurnanya di banding mahluk lain. Tapi terjadi pada manusia justru pada umumnya mempunyai persepsi yang buruk pada-Nya jika mereka sedang mengalami kegagalan hidup misalnya atau kepahitan kehidupan yang lain, terlalu keruh hati kita untuk memahami pesan-pesan yang tersembunyi dalam balutan kesedihan dan ketentuan hidup yang kita tidak inginkan, padahal sesungguhya dibalik semua itu bertebar kebaikan untuk kita sendiri, dengan kesedihan kita bisa semakin dekat dengan-Nya, dengan penderitaan kita bisa semakin mengenal jati diri-Nya, dengan kegagalan kita bisa banyak belajar tentang cara meraih kesuksesan dan dengan banyak ketentuan-ketentuan hidup yang mayoritas jauh dari keinginan adalah sebenarnya suatu sarana yang ALLAH sediakan untuk kita bisa mengaktualisasikan kecerdasan emosi , intelegensi dan religi, sehingga dengan semua itu kita bisa semakin gigih berusaha, berdoa dan mengolah rasa dan jiwa untuk lebih dewasa dan sempurna seiring dengan beranjaknya umur kita. Telitilah… problematika kehidupan manusia mulai kecil hingga dewasa sungguh berbeda, demikian pula orang-orang besar dan rakyat jelata dan proses alam secara ototmatis akan menggodok dan mendidik manusia semakin dewasa menjadi semakin kian sempurna, mengapa demikian ? itulah letak keadilan ALLAH, Dia menempatkan apapun sesuai porsinya, karena Dia maha tahu dan maha mengerti akan apapun yang Dia hekendaki dan Dia kerjakan, Dia contohkan semua itu dalam penciptaan manusia yang juga melalui proses mulai dari sperma, segumpal darah kemudian segumpal daging hingga ahirnya kemudian menjadi sebentuk manusia yang diberi ruh, walaupun sebenarnya Dia maha kuasa menjadikan manusia walau tanpa proses sekalipun sebagaimana yang sering kita dengar dengan istilah kun fayakun akan tetapi semua proses itu sebenarnya merupakan pesan-pesan dari-Nya yang harus kita pelajari, bahwa pembetukan alam pasti butuh proses, demikian pula keimanan dan keislaman kita, dan salah satu bentuk untuk memproses semua itu adalah dengan adanya ketentuan kehidupan yang pahit dari-Nya yang terjadi pada kita, dari semua itu kita sebenarnya bisa banyak belajar untuk mengerti tentang Dia, mengerti tentang hakikat kita diciptakan, mengerti untuk siapa kita hidup, mengerti bagaimana caranya dalam menghadapi kehidupan di dunia bahkan untuk bekal di akhirat kelak, jadi tak pernah sia-sia Dia ciptakan apapun pada mahluk-Nya yang baik maupun yang buruk sekalipun.

Semakin sering seseorang mendapat cobaan hidup berarti secara tidak langsung sebenarnya Tuhan ingin menguji keimanan dan keseriusan keislaman kita dan ihsan dalam diri kita, dengan demikian jelas bahwa ketika seseorang sedang mendapat cobaan bararti dia sedang dicintai tuhan-Nya sesuai dengan hadist Rasulullah SAW “ Sesungguhnya jika ALLAH mencintai hamba-Nya maka Dia akan mendapatkan cobaan hidup” jadi andai kita betul-betul memahami dan mengerti bahwa Dia Dzat yang maha baik dan tidak mungkin berbuat dzolim pada mahluk-makhluk-Nya juga Dia tidak mungkin keliru dalam menentukan kehidupan pada mahluk-Nya maka pasti kita tidak akan pernah merasa gelisah dan resah, karena kita telah menegrti siapa yang sudah menentukan semua itu pada diri kita. Dalam praktek kehidupan, keimanan saja tidak cukup jika tidak di buktikan dengan praktek dari keimanan itu berupa melaksanakan syariat-syariat-Nya yang tertuang dalam rukun islam dan menjauhi larangan-larangan-Nya yang semua itu terkandung dalam kalam-Nya untuk kemudian semua itu disempurnakan dengan ihsan, berbuat baik untuk-Nya seperti kita selalu diawasi-Nya jika kita tidak dapat menghadirkan itu maka kita harus yakinkan bahwa sesungguhnya Dia pasti mengetahui pada apapun yang kita lakukan, termasuk didalamnya adalah praktek dalam kehidupan sehari-hari kita bagaimana sikap kita ketika mengahadapi sesuatu yang jauh dari apa yang kita inginkan, disitu kita diuji dalam mempraktekkan sekaligus iman, islam dan ihsan dan hanya orang-orang yang terpilihlah yang dapat memahami dan mengerti akan semua itu.

Semoga kita semua termasuk orang yang diberi ilmu oleh-Nya agar selalu dapat memahami dan dijauhkan dari resah hati pada apapun yang Dia tentukan untuk kita, juga semoga kita diberi kekuatan oleh Dzat yang maha kuat agar kita mampu mempunyai iman dan islam yang kuat sehingga berjiwa kuat dalam menghadapi apapun yang terjadi dalam kehidupan ini,amin.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s