Perih pedih mengantarkanku tuk menumpahkan tangis dihadapan tuhan, menuntunku untuk lebih dekat kepada-Nya. Kesepian, kesendirian dan kehampaan yang menyelimuti hari-hariku secara perlahan namun pasti mengajakku tuk mengenal lebih intim denganTuhan, jutaan rasa tak nyaman yang kerap menderaku, laksana sebuah pesan tersembunyi dari-Nya untuk aku lebih memahami dan mengerti tentang-Nya. Kesepian itu, kesedihan itu, luka pedih itu, tangis lara itu, kekecewaan yang bertubi-tubi itu ternyata signal mesra dari-Nya, agar aku lebih intim dengan-Nya, agar aku hanya gemar merayu-Nya, agar aku suka memuja-Nya, agar aku lebih mengagungkan, mencintai dan memuliakan-Nya atas siapapun dan lebih dari apapun jua, hanya Dia semata. Tuhan dengan inikah Kau buat aku indah di sisi-Mu, dengan cara inikah Kau akan memuliakanku? Dengan jalan inikah kasih sayang, cinta dan anugerah-Mu Kau curahkan untukku? Tuhan, hati yang selalu tersiram air mata pedih ini melembutkan rasaku tentang-Mu, sayatan luka perih ini ternyata sebuah suplemen untuk meyuburkan semangat hingga tiap detik ingin selalu dekat dengan-Mu dan pahit realita ini mengokohkan keyakinan-Mu bahwa hanya satu Engkau yang sanggup menolongku, mengangkatku dari kubangan hitam kelam dosa-dosaku, membersihkan kepekatan masa laluku, kenistaan yang memasung jiwaku dan tangis sesalnya melengking keras memporak porandakan kesombonganku, meluruhkan air mata yang tertumpah di hamparan sajadah panjang, dalam sujud malam-malamku.

Tuhanku, realita pedih ini amat memedihkan rasaku, namun hamba mohon, jangan Engkau sia-siakan upayaku untuk mempertahankan kesabaran ini dengan kepedihan dan kesedihan yang berkepanjangan karena Engkau tak peduli dan tak sudi lagi menumpakan kasih sayang-Mu untukku, bahagiakan aku dengan kedekatanku dengan-Mu, dengan keindahan rasaku ketika bersama-Mu dan keteduhan jiwaku ketika luruh dalam rengkuhan pelukan-Mu.

Tuhan, izinkan hamba bersandar sejenak di sini, tuk menghela nafas kecil, menghempaskan rasa pahit ini, membuang keraguan yang terkadang datang menggodaku, aku ingin bersatu, menyatu dan indah bersama-Mu dalam setiap waktu, dalam setiap keadaan, dalam setiap suasana, bersama-Mu hanya bersama-Mu. Tuhan, hangatkan aku dalam teduh peluk-Mu, damaikan jiwa dalam rengkuh-Mu, hingga butuhku hanya pada-Mu, tidak pada selain-Mu, selamanya, tak terbatas ruang dan waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s