Robb,
Tak akan hamba biarkan kehormatan ini ternodai
Tak akan hamba biarkan kemuliaan diri ini tercampakkan
Tak akan hamba biarkan kulit hamba, mata hamba, hidung hamba, mulut hamba, rambut hamba bahkan seluruh anggota tubuh hamba ini tersentuh api neraka
Tak akan hamba izinkan hati ini terkotori nokta keburukan
Tak akan hamba sia-siakan amanah umur yang selama ini Engkau [...]
Arsip untuk ‘puisi’ Kategori
Tak Akan…
Diposkan dalam puisi pada 11 Juli 2009 | Leave a Comment »
Sendiri
Diposkan dalam puisi pada 29 Mei 2009 | Leave a Comment »
Sendiri aku merenda hari
Hanya bersama sepi
Dan air mata
Sendiri aku obati luka hati
Sendiri aku membelai jiwa menghibur lara yang menikamku
Sendiri aku mengelus kesakitanku
Hanya di temani tawa surga putri kecilku
Bersama dia semua luruh
Bersama dia ahirnya aku sampai kini masih kokoh tetap berdiri walau badai terpaan badai cobaan menerjangku
Sendiri aku menata hari
Mencari ceria di antara mengajar
Berjamaah
Dengan segenap [...]
Semua Demi Bunda
Diposkan dalam puisi pada 6 Maret 2009 | Leave a Comment »
Bunda.
Di ujung gelisah, kulukis tiap garis wajah teduhmu
Ada rona kecewa yang terpancar dari rautmu
Karena menyimpan kerinduanmu padaku
Garis wajahmu melukiskan sejuta ketegaran yang begitu kukuh bersarang dalam jiwamu
Bunda,
Di sini
Dalam sepi sendiriku
Dalam kebisuan suasanaku
Ada rindu yang membuatku tergugu
Kusimpan isak perih air mata pada kedalaman batinku
Tiap pagi menjelang
Ku basuh luka dengan doa
Jika malam beranjak kelam
Ku usap air mata [...]
Harus Rela
Diposkan dalam puisi pada 26 Februari 2009 | Leave a Comment »
Aku harus rela berpisah dengan yang terindah
Aku harus rela di jauhkan dari yang tersayang
Aku harus rela menerima yang terpahit
Aku harus rela menapaki keletihan jiwa yang tak berujung
Aku harus rela melupakan siapakah diriku
Aku harus rela menafikan hasrat manusiawiku
Aku harus rela merangkai hari demi hariku dengan kehampaan jiwa
Aku harus rela selalu membasuh kesedihanku dengan airmata doa
Aku harus [...]
Pada Siapa
Diposkan dalam puisi pada 27 Januari 2009 | 2 Komentar »
Robb… Aku kembali datang pada-Mu Mengadukan jutaan dukaku
Dalam deras air mataku Aku mencoba menekan kuat rasa itu
Aku mencoba menghangus habiskan rasa kemanusianku
Ku coba hadirkan diri-Mu dalam tiap desah nafasku
Demi mencari damai dalam gersang gelisahku
Sendiri aku mencari jawab dalam gelapku
Terengah-engah aku menahan beratnya beban batinku
Pada siapa aku mencari damai karena resahku
Pada siapa aku mengadu karena [...]
Aku Mohon
Diposkan dalam puisi pada 27 Januari 2009 | Leave a Comment »
Tuhan..
Aku ini manusia biasa yang mempunyai rasa seperti biasa
Aku ini amat sangat muda
Yang sewajarnya mempunyai rasa
tapi
apakah dengan semua ini Engkau sedang melakukan satu proses
demi menjadikan hamba yang beraga manusia tapi berjiwa malaikat
kalau memang begitu adanya
aku hanya bisa berseru
lahaula wala quwwata illa billah… !!!
Aku mohon, hilangkan rasa pedihku
Aku mohon, musnahkan gejolak hasratku
Aku mohon, porak porandakan nafsu [...]
Ampuni Hamba
Diposkan dalam puisi pada 23 Januari 2009 | Leave a Comment »
Tuhan,
Ampuni hamba yang terlalu sedikit bersyukur
padahal hamba terlalu banyak menuntut
Ampuni hamba yang seringkali mengabaikan amar-Mu
Padahal hamba sering membaca ayat-ayat-Mu
Ampuni hamba yang kerap melanggar nahi-Mu
Padahal hamba mengerti tentang itu
Ampuni hamba yang terlalu lancang ingin dekat dengan-Mu
Padahal hamba tak jarang menghianati-Mu
Ampuni hamba yang seringkali menangis merengek-rengek memohon kepada-Mu
Padahal hamba banyak mengabaikan-Mu
Ampuni hamba yang amat ingin selalu dekat [...]
Ku Coba
Diposkan dalam puisi pada 15 Januari 2009 | Leave a Comment »
Duuuh… nikmat sekali sayatan dalam hati ini
Duuuh… indah sekali anugerah cobaan ini
Duuuh… harum sekali derita ini
Aku mencoba merubah
pahit menjadi manis
Derita menjadi sukacita
Tangisan menjadi canda dan tawa
Dendam amarah menjadi senyum ramah
Pada lembaran demi lembaran ayat-ayat-Mu
Ku coba luruhkan nafsu yang selalu mencumbuku
Dengan segera ku berpaling menuju keindahan janji-janji-Mu
Ketika ia datang dengan lenggang lenggok menggoda
kemudian meremas-remas [...]
Rintihan Hasrat Yang Terikat
Diposkan dalam puisi pada 15 Januari 2009 | 2 Komentar »
Tuhan, betapa sepi hatiku
Betapa hampa jiwaku
Ada sesuatu yang aku perlu
Tapi tak jua wujud mendekati diriku
Nafsu ini harus ku gilas
Amarah ini harus ku hempas
Hasrat ini harus ku tebas
Gelora ini harus ku papas
Gelinjang ini harus ku remas
Tuhan,
Hamba seorang mahluk berhati
Hamba seorang mahluk yang bukan nabi
Hamba seorang mahluk berjiwa
Hamba seorang mahluk yang ber-asa
Walau telah seribu racun [...]
Bunga Itu
Diposkan dalam puisi pada 15 Januari 2009 | Leave a Comment »
Engkau yang dulu menanamnya
Engkau yang dulu menebar benihnya
Engkau yang dulu menyemaikannya
Engkau yang dulu merawatnya
Engkau yang dulu selalu menyiraminya
Engkau yang dulu selalu memekarkannya
Engkau yang dulu memupuknya
Engkau yang dulu selalu membuat semerbak wanginya
Tapi sekarang engkau tak bisa menikmatinya
Engkau tak pernah bisa menatap keelokan kuntumnya
Engkau tak pernah bisa mencium semerbak wanginya
Engkaupun tak pernah tahu bahwa bunga itu masih [...]