<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AtI BaGuS ALLOH qObUl...</title>
	<atom:link href="http://royannach.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://royannach.wordpress.com</link>
	<description>karena hati adalah inti</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Oct 2011 19:05:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='royannach.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AtI BaGuS ALLOH qObUl...</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://royannach.wordpress.com/osd.xml" title="AtI BaGuS ALLOH qObUl..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://royannach.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Purnamaku</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2011/02/26/purnamaku/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2011/02/26/purnamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 19:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Dingin malam kembali menyapaku Seiring kerinduan yang tak jua jemu Meluruhkan asa yang tak kunjung semu Angin menghembuskan tanya yang tak pernah terjawab Membuat jiwa tak sekali terjerembab Malam ini Telah kucoba pejamkan mata Luruhkan gelisah yang tak jua sirna Walau raga terasa lelah Tapi hasrat ini tetap meronta Menembus kegelapan malam Memecah kesunyian dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=500&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dingin malam kembali menyapaku<br />
Seiring kerinduan yang tak jua jemu<br />
Meluruhkan asa yang tak kunjung semu<br />
Angin menghembuskan tanya yang tak pernah terjawab<br />
Membuat jiwa tak sekali terjerembab<br />
Malam ini<br />
Telah kucoba pejamkan mata<br />
Luruhkan gelisah yang tak jua sirna<br />
Walau raga terasa lelah<br />
Tapi hasrat ini tetap meronta<br />
Menembus kegelapan malam<br />
Memecah kesunyian dalam hati nan temaram<br />
Walau rasaku hampa<br />
Tapi asaku tetap berpijar indah<br />
Mengerjapkan keindahan nan sarat akan makna<br />
Ini ada samudera tanya<br />
Gelombangnya menghantam karang jiwa<br />
Sampai kapan kan temukan muara<br />
Hingga tenang terasa<br />
Ini ada kesunyian yang membekap jantungku<br />
Menyesakkan rongga dadaku<br />
Semakin memburu nafasku<br />
Hingga iramanya berwujud hantu<br />
Ku jajakan tanya pada semilir angin<br />
Ketebarkan juga pada rumput yang terhampar dingin<br />
Mana purnamaku  itu<br />
Kenapa terenggut mendung sebelum sempurna menyatu<br />
Kelam malam makin merapat erat<br />
Tak menyisakkan setitikpun cahaya yang tersekat<br />
Senyap kelam sunyi senyap bagai sekarat<br />
Desir angin ini begitu beku<br />
Melengkapi jutaan rasaku<br />
Tak jua kutemukan jawaban itu<br />
Mana purnamaku<br />
Mana keindahanku dahulu<br />
Mana tarian erotis itu<br />
Aku terus menjajakan tanyaku<br />
Entah sampai kapan kuharus menunggu<br />
Jawaban dan eloknya rembulan impianku</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=500&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2011/02/26/purnamaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Khalifah!</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/12/12/sang-khalifah/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/12/12/sang-khalifah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 04:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-tulisanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Manusia pada hakikatnya adalah mulia Bila di bandingkan mahluk lainnya Karena ALLOH telah menyerahkan sebuah amanah Agar mereka menjadi Khalifah-Nya di bumi Khalifah atau seorang pengganti semestinya sebagai penyambung lidah Atau pelaksana di lapangan dalam mengemban tugas sang pemberi amanah Tugas utama manusia di bumi adalah amar ma’ruf nahi munkar Akan tetapi Dalam pelaksanaannya iblis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=497&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia pada hakikatnya adalah mulia</p>
<p>Bila di bandingkan mahluk lainnya</p>
<p>Karena ALLOH telah menyerahkan sebuah amanah</p>
<p>Agar mereka menjadi Khalifah-Nya di bumi</p>
<p>Khalifah atau seorang pengganti semestinya sebagai penyambung lidah</p>
<p>Atau pelaksana di lapangan dalam mengemban tugas sang pemberi amanah</p>
<p>Tugas utama manusia di bumi adalah amar ma’ruf nahi munkar</p>
<p>Akan tetapi</p>
<p>Dalam pelaksanaannya iblis selalu mengupayakan berbagai macam cara</p>
<p>Demi menggagalkan misi mulia tersebut</p>
<p>Karena dendam dan ketidak relaannya akan derajat manusia yang ternyata lebih di muliakan Alloh daripada dirinya</p>
<p>Ingatlah!</p>
<p>Rumah asli Adam awalnya adalah  surga</p>
<p>Adalah Adam  seorang mahluk yang paling mulia dan sempurna</p>
<p>Dibandingkan dengan mahluk Tuhan lainnya</p>
<p>Walau pada realitasnya kemudian</p>
<p>Tak sedikit anak cucunya menodai sendiri kemuliaan tersebut</p>
<p>Mengapa Tuhan mengklaimnya sebagai mahluk termulia dan paling sempurna?</p>
<p>Sehingga Tuhan perintahkan malaikat dan iblis memberi penghormatan pada awal penciptaannya ?</p>
<p>Mengapa sedemikian rupa Tuhan muliakan Adam ?</p>
<p>Karena dia punya akal yang sempurna dan ilmu</p>
<p>Dan dengan berbekal itu Tuhan inginkan manusia menjadi Khalifah di bumi</p>
<p>Khalifah yg sebenar-benarnya Khalifah</p>
<p>Yang sanggup menyuarakan pesan-pesan Tuhan</p>
<p>Untuk menegakkan keadilan</p>
<p>Menghembuskan kesejukan dan ketentraman</p>
<p>Untuk mengatasi beragam kekisruhan yang terjadi di bumi pada saat itu</p>
<p>Yang dilakukan oleh bangsa Jin</p>
<p>Bukan malah justru malah menjadi tokoh dari keserakahan dan pertumpahan darah</p>
<p>Bukan justru menjadi peran utama</p>
<p>Dalam kemungkaran yang berlumurego dan kemunafikan</p>
<p>Sesungguhnya  kehinaan sifat itu bukan asli ada pada diri manusia</p>
<p>Adalah sifat yang di adopsi dari Iblis</p>
<p>Yang menyimpan dendam kesumat padanya sehingga bersumpah dihadapan Tuhan</p>
<p>Hingga kiamat tiba</p>
<p>Dia akan terus mengikis kemuliaan yang ada pada manusia hingga habis</p>
<p>Agar supaya serendah dirinya, terlaknat di neraka bersamanya</p>
<p>Tidak tetap mulia hingga kemudian kembali menempati rumah aslinya yakni surga</p>
<p>Tuhan Dzat yang maha mengerti dan Dzat yang maha  bertanggung jawab</p>
<p>Demi kesempurnaan pelaksanaan visi misi Tuhan di bumi ini</p>
<p>Manusia dianugerahi pula sebuah kitab panduan  yang mulia dan suci tak ternodai berikut seorang pemandunya yang teruji kemuliaan ahlak dan ketinggian ilmunya</p>
<p>Yakni Alqur’an dan Al-Hadiist juga Muhammad sang Rosul SAW</p>
<p>Jelas bisa kita lihat dari bukti-bukti yang ada</p>
<p>Demikian sempurna rasa tanggung jawab-Nya dlm menugaskan manusia</p>
<p>Sebagai Khalifah demi menyebarkan visi misi-Nya</p>
<p>Bahkan seluruh alam inipun Dia persembahkan sebagai hadiah untuk manusia</p>
<p>Atas kesediaanya untuk mengemban amanah mulia</p>
<p>Tuk menjadi Khalifah di bumi</p>
<p>Lihatlah seluruh lautan yang tak bertepi</p>
<p>Dengan segenap isi dan kandungannya berupa beragam mahluk, mutiara dan lainnya</p>
<p>Demikian juga bumi berikut isinya</p>
<p>Berupa berbagai macam hewan, tumbuh-tumbuhan, air, angin, pasir, batu dan lainnya</p>
<p>Semua Tuhan persembahkan untuk mahluk yang dengan penuh keberanian</p>
<p>Sanggup  mengemban amanah Tuhan itu</p>
<p>Padahal sedemikian tegarnya gunung</p>
<p>Sedemikian tingginya langit</p>
<p>Dan sedemikina kuatnya bumi</p>
<p>Akan tetapi semua Enggan mengemban amanah agung tersebut</p>
<p>Sungguh ALLOH Dzat yang maha bijaksana</p>
<p>Lihatlah! demi melengkapi sarana pra sarana untuk segenap manusia</p>
<p>Tuhan mengatur dimensi alam yakni matahari, rembulan, siang dan malam</p>
<p>Yang berputar silih berganti dengan  secara teratur tertib dan tepat waktu</p>
<p>Jadi masihkan kita buta sehingga tak dapat melihat semua itu</p>
<p>Dan masih relakah kita menjadi budak iblis yang sebenarnya adalah musuh utama manusia itu sendiri</p>
<p>Akankah kita nodai kemuliaan itu dengan tingkah pola kita sendiri</p>
<p>Mari kita rebut kembali rumah asli kita</p>
<p>Yakni surga di akhirat kelak</p>
<p>Dengan menjadi Khalifah Sebagaimana yang Tuhan inginkan</p>
<p>Bismillahirromanirrohiiim&#8230;.</p>
<p>Dengan menyebut nama-Nya</p>
<p>Mari kita siagakan segenap indra  dan  anggota tubuh kita</p>
<p>Kita maksimalkan seluruh kekuatan dan ilmu kita</p>
<p>Demi tugas mulia itu</p>
<p>Amanah agung itu</p>
<p>Dan menjaga harkat kemuliaan kita yang sebenarnya</p>
<p>Hingga kita tetap mulia</p>
<p>Hingga ahirnya kita kembali ke rumah kita yang dulu</p>
<p>Surga Tuhan</p>
<p>Bersama samudera ridlo dan maghfiroh-Nya</p>
<p>Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=497&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/12/12/sang-khalifah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adakah Ini Bukan Karena Rahman Rahim-Nya?</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/adakah-ini-bukan-karena-rahman-rahim-nya/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/adakah-ini-bukan-karena-rahman-rahim-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 21:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-tulisanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat-sahabatku, adakah   kita meyakini bahwa Alloh adalah Dzat yang maha Rahman dan Rahim ? jika demikian adanya lalu apakah arti dari adzab yang Dia berikan kepada orang-orang kafir  ? dan mengapa Dia pun tak sekali dalam Al-Qur’an mengatakan berbagai ancaman adzab bagi  hamba-hamba-Nya ketika mereka mencoba melakukan hal-hal yang di larang dalam syariat agama-Nya, apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=483&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabat-sahabatku, adakah   kita meyakini bahwa Alloh adalah Dzat yang maha Rahman dan Rahim ? jika demikian adanya lalu apakah arti dari adzab yang Dia berikan kepada orang-orang kafir  ? dan mengapa Dia pun tak sekali dalam Al-Qur’an mengatakan berbagai ancaman adzab bagi  hamba-hamba-Nya ketika mereka mencoba melakukan hal-hal yang di larang dalam syariat agama-Nya, apakah adzab merupakan satu ekspresi dari tidak adanya sifat Rahman Rahim yang sudah jelas melekat kepada ALLOH ?</p>
<p>Mari kita renungi sejenak,</p>
<p>Apabila  ALLOH tidak sekalipun mencontohkan adzab yang pernah di terima oleh orang-orang sebelum kita di sebabkan karena mereka mencoba melakukan larangan-larangan-Nya, pasti  tak akan pernah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari kita ,manusia saling berlomba dalam perbuatan baik dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dari larangan-larangan-Nya,  jika demikian bisa di ambil kesimpulan  bahwa justru azdab itu sendiri merupakan salah satu manifestasi dari sifat Rahman Rahim ALLOH itu sendiri, mengapa demikian ? karena andaikan tidak ada ancaman adzab dari ALLOH bagi manusia yang berbuat dosa niscaya pasti manusia tidak ada bedanya dengan binatang.</p>
<p>Karena dengan adanya ancaman adzab tersebut secara tidak langsung  merupakan satu ungkapan dari sifat Rahman Rahim-Nya kenapa demikian ? karena pada hakikatnya Dia ingin meningkatkan kemuliaan manusia itu sendiri sehingga menjadi manusia yang utuh sebagaimana fitrahnya yakni mahluk yang paling mulia dan sempurna jika di bandingkan dengan mahluk-mahluk Tuhan yang lain,  walaupun pada ahirnya perbuatan baik manusia itupun tidak mempunyai pengaruh positif maupun negatif sedikitpun pada-Nya, karena Dia sudah sempurna baik pekerjaan, dzat maupun sifat-Nya, Jadi mengapakah ketika adzab itu menimpa manusia mereka kemudian menyesalinya bukankah seharusnya bersyukur,  kenapa ? karena dengan adanya adzab yang menimpa manusia di dunia ini secara tidak langsung ALLOH memberikan satu warning kepada manusia agar supaya segera bertobat sebelum ajal tiba dan memberikan kesempatan memperbaiki diri sebelum menuai penyesalan di akhirat kelak. bisakah anda bayangkan jika adzab yang di sebabkan kemaksiatan yang dilakukakan manusia di tunda hingga hari kiamat, sungguh ! niscaya kita akan mengarungi  lautan penyesalan yang tak bertepi karena pintu taubat telah tertutup dan kesempatan memperbaiki diri sudah tidak mungkin lagi.</p>
<p>Lalu bagaimanakah kita mensikapi berbagai macam rentetan bencana alam ( gempa bumi, tsunami, erupsi gunung)  seperti yang sedang menimpa bangsa ini ? bagi yang berbuat dosa, mungkin kejadian tersebut bisa merupakan adzab walaupun  tetap saya kategorikan itu sebagai manifestasi dari sifat Rahman Rahim-Nya dengan alasan yang sudah saya sebutkan di atas, dan merupakan untaian mutiara hidup yang tersembunyi bagi manusia yang tidak ikut andil dalam perbuatan-perbuatan dosa atas bencana-bencana tersebut, karena   inilah yang di sebut dengan musibah, sebagaimana kita bisa lihat dalam keterangan Al-Quran surat Al-Baqoroh 155-157 Artinya : “kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”-Q.S: Al-Baqoroh: 155. “(yaitu) orang-orang yang apabila di timpa musibah, mereka berkata “<em>innaa lillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun</em>”   (sesungguhnya kami milik ALLOH dan kepada-Nya-lah kami kembali)”. Q.S Al-Baqoroh: 156 “Mereka itulah yang memperoleh ampuan dan rahmat dari Tuhan-Nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk”.Q.S: Al-Baqoroh:157</p>
<p>Betapa dengan musibah ini banyak mutiara-mutiara hikmah yang terkandung di dalamnya, di antaranya adalah  manusia akan sedikit berfikir lebih jauh untuk berbuat dosa dan banyak manusia yang di ampuni dosa-dosanya bahkan mungkin akan terangkat derajatnya di sisi ALLOH SWT di sebabkan musibah tersebut, dengan catatan apabila mereka mampu menerimanya dengan penuh kerelaan dan  keihlasan hati.</p>
<p>Jika demikian adanya, masihkah kita menganggap bahwa rentetan kejadian-kejadian yang sedang melanda bangsa ini sebagai sebuah kejadian yang patut kita ratapi ? sungguh !  ALLOH menciptakan sesuatu apapun pasti  ada hikmah  dan manfaat karenanya, bahkan walau berupa azdab ( bagi yang berdosa) atau musibah (bagi yang tidak melakukan dosa) sekalipun. Jadi mari kita singkirkan jutaan prasangka buruk pada-Nya yang sedang meliputi hati kita ini di sebabkan bencana-bencana pada  alam ini, berfikir, introspeksi dan memperbanyak beristighfarlah  seraya segera berlari menuju pintu taubat merupakan cara yang paling tepat dalam mensikapi semua itu, sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang merugi karenanya.</p>
<p>Semoga kita di masukan kedalam golongan orang-orang yang bersabar ketika tertimpa musibah sehingga dengan kesabaran itu kita mendapatkan ampunan dan rahmat dari ALLOH SWT dan di jauhkan dari golongan orang-orang yang sesat yang di murkai oleh-Nya, amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=483&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/adakah-ini-bukan-karena-rahman-rahim-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Suami Sejati</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/tanggung-jawab-suami/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/tanggung-jawab-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 20:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-tulisanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian demi kejadian yang menimpa kaum perempuan (kasus sumiati atau penganiayaan-penganiayaan yang terjadi kepada para TKW lainnya dll) sekali lagi seakan secara tidak langsung semakin mengukuhkan realiatas dalam kehidupan kita sehari-hari betapa diskriminasi terhadap perempuan memang benar-benar nyata.  Kita tidak bisa hanya sekedar mencari ini salah siapa atau hanya  sebatas menegakkan keadilan atas kasus-kasus tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=479&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kejadian demi kejadian yang menimpa kaum perempuan (kasus sumiati atau penganiayaan-penganiayaan yang terjadi kepada para TKW lainnya dll) sekali lagi seakan secara tidak langsung semakin mengukuhkan realiatas dalam kehidupan kita sehari-hari betapa diskriminasi terhadap perempuan memang benar-benar nyata.  Kita tidak bisa hanya sekedar mencari ini salah siapa atau hanya  sebatas menegakkan keadilan atas kasus-kasus tersebut akan tetapi sebaiknya kita juga perlu sedikit introspeksi  diri tentang pola pandang, pola fikir dan pola ajaran yang selama ini ada di tengah-tengah masyarakat kita. Kalau selama ini kita lebih fokus atau lebih banyak mendoktrin para perempuan untuk menjadi istri-istri yang sholihah, patuh dan bertanggung jawab dalam mengurus rumah tangga,maka marilah mulai dari sekarang lebih banyak lagi kita kampanyekan dan lebih sering lagi kita mengingatkan kepada masyarakat umum atau kita tanamkan lebih dalam lagi pada putra-putra/murid-murid putra kita atau lebih sering mendiskusikan lagi bersama teman-teman kita (pria), betapa pentingnya tanggung jawab seorang suami mulai saat dia sudah memgklaim dirinya sebagai kepala rumah tangga, bahkan sebelum dia berniat mempersunting seorang wanita sebagai calon pendamping hidupnya pun hendaklah  mulai saat itu dia harus benar-benar menyadari dan mempersiapkan sejak dini sebagai seorang lelaki yang kelak berkewajiban memikul tanggung jawab  penuh sebagai nakhoda rumah tangga dan sebagai penopang ekonomi anak-anak dan istrinya , oleh karena itu dia harus mengerahkan segenap kemampuan, keilmuan dan seluruh jiwa raganya demi menuhi kewajiban individunya kepada keluarganya sebagaimana kita  seringkali mengingatkan kaum wanita tentang betapa pentingnya kesalihan dan kepatuhan mereka  pada suaminya dan tanggung jawanya sebagai ibu bagi anak-anaknya dan pendamping hidup bagi suaminya.</p>
<p>Dalam pengajian atau kajian ilmu apapun atau pengajaran pada putra-putra kita, marilah lebih sering lagi kita bicarakan tentang tanggung jawab suami sebagai penopang penuh ekonomi keluarga, sehingga akan tertanam sebuah prinsip kukuh bahwa menafkahi keluarga seutuhnya merupakan satu keniscayaan yang harus di lazimi dan bila itu tidak dilakukan maka seperti seorang manusia yang tanpa harga diri!!!  Tentu semua itu tanpa membatasi peran masing-masing pasangan baik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai kepala rumah tangga, bila masing-masing melakukannya tanpa keterpaksaan atau karena adanya tekanan, misalnya ketika sang suami dengan kemauan sendiri ingin melakukan hal-hal yang biasa di lakukan perempuan (memasak, mencuci atau mengurus anak) bila dia melakukannya secara sukarela, kenapa harus di halangi ? atau ketika sang istri hendak membantu ekonomi keluarga jika sang suami mengizinkan tanpa ada keterpaksaan dan  sang istri melakukan tanpa adanya tekanan maka tentu tak layak jika kita membatasi secara kaku semua itu, karena pada prinsipnya dalam islam hal-hal yang di larang adalah merupakan perbuatan yang menyakiti orang lain dalam hal ini suami ataupun istri.</p>
<p>Maka mulai saat ini mari kita kampanyekan lebih gigih lagi di samping tentang betapa pentingnya kesalihan dan kepatuhan seorang istri juga tentang tanggung jawab penuh seorang suami dalam menopang ekonomi keluarga dan apabila mereka saling menyadari peran masing-masing sebagaimana lazimnya maka akan terciptalah keharmonisan dalam hubungan sehingga terciptalah sebuah rumahtangga impian yang senantiasa di penuhi suasana sakinah mawaddah dan rahmah, biawnillah insya ALLOH.</p>
<p>Apabila dalam fenomena sehari-hari  kita seringkali menyaksikan para pekerja wanita di mana-mana, tak layak kiranya kita mengkambing hitamkankan sepenuhnya mereka  di sebabkan minimnya toeri qonaah mereka misalnya, sebelum terlebih dahulu kita dobrak sebuah pintu  realita  kehidupan dalam masyarakat kita ini, bahwa betapa selama ini kita kurang menyadari penyebab dari apa yang mereka lakukan itu  mayoritas adalah dikarenakan keminiman etos kerja bagi pasangan prianya sebagai kepala rumah tangga.Oleh karena semua itu marilah kita secara bersamaan memperbaiki  kekurangan yang ada pada pola asuh, pola pikir dan pola budaya kita sehingga ihtiar tersebut kita harapkan sebagai satu bentuk minimalisasi pada diskrimanasi perempuan.</p>
<p>Mohon maaf bila tulisan ini sedikit banyak menyinggung para pria, sungguh ! bukan maksud saya membela para wanita akan tetapi saya hanya ingin berusaha sedikit membuka mata siapapun yang selama ini tertutup oleh adanya ajaran atau budaya yang kurang sempurna, sehingga kita masing-masing senantiasa bisa saling mengingatkan dan membenahi apa yang bisa kita lakukan terutama tentu dari apa yang terdekat dengan kita yakni diri kita sendiri dan anak-anak kita (keluarga). Demikian sekali lagi saya mohon maaf pada semua fihak  atas kelancangan atau ketidak layakan tulisan ini dan terimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan sebuah keberanian kepada saya untuk mengunggah tulisan ini, sebuah tulisan yang lama mengendap dalam batin saya dan baru sekarang muncul di karenakan akumulasi keprihatinan saya selama ini atas nasib perempuan terutama karena berbagai tragedi tragis yang sering menimpa para pahlawan devisa (TKW) yang malang itu.</p>
<p>Saya menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini pasti akan banyak menuai kecaman atau kritikan dari para lelaki, oleh karena itu sekali lagi saya mohon maaf atas semua itu tapi yang pasti saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang saya ungkapkan dalam semua tulisan-tulisan saya tersebut.</p>
<p>IHDINASSHIROOTHOL MUSTAQIM, AMIIN&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=479&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/tanggung-jawab-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasti Ada Hikmah Sayang!</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/pasti-ada-hikmah/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/pasti-ada-hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 18:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Kesedihan hidup Penderitaan hidup Kepahitan hidup Banyak hal yang aku dapatkan dari semua itu Kesedihan mengajarkanku tentang bagaimana mencari kebahagiaan hakiki Penderitaan mencerahkan kepekatan pola fikirku tentang Tuhan Kepahitan mengukuhkan ketegaran yang kuharapkan Dalam kesedihan Dalam penderitaan Dalam Kepahitan Tuhan perkenalkan jati diri-Nya Sehingga aku semakin memahami karakter pribadi-Nya Tuhan ajarkan banyak hal tentang hakikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=473&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesedihan hidup</p>
<p>Penderitaan hidup</p>
<p>Kepahitan hidup</p>
<p>Banyak hal yang aku dapatkan dari semua itu</p>
<p>Kesedihan mengajarkanku tentang bagaimana mencari kebahagiaan hakiki</p>
<p>Penderitaan mencerahkan kepekatan pola fikirku tentang Tuhan</p>
<p>Kepahitan mengukuhkan ketegaran yang kuharapkan</p>
<p>Dalam kesedihan</p>
<p>Dalam penderitaan</p>
<p>Dalam Kepahitan</p>
<p>Tuhan perkenalkan jati diri-Nya</p>
<p>Sehingga aku semakin memahami karakter pribadi-Nya</p>
<p>Tuhan ajarkan banyak hal tentang hakikat hidup</p>
<p>Sehingga aku mengerti apa yang harus aku lakukan untuk hidup</p>
<p>Dan mengais bekal demi menyongsong keabadian hidup</p>
<p>Dalam pahit, sedih dan derita</p>
<p>Ada terselip pesan Tuhan</p>
<p>Bahwa Dia pasti akan tepati janji-janji Nya</p>
<p>Yang terpahat indah dalam untaian-untaian kalam-nya</p>
<p>Sehingga memupuskan kekuatiran atas apapun ketentuan dari-Nya</p>
<p>Penderitaan</p>
<p>Kesusahan</p>
<p>Kesedihan</p>
<p>Adalah salah satu cara Tuhan tuk menyapa diriku</p>
<p>Adalah salah satu cara Tuhan tuk memuliakan diriku</p>
<p>Adalah salah satu cara Tuhan tuk mendidikku</p>
<p>Adalah salah satu cara Tuhan tuk berbagi sedikit ilmu</p>
<p>Rupanya itulah cara Tuhan tuk menguatkanku</p>
<p>Rupanya itulah cara Tuhan tuk mendewasakanku</p>
<p>Adalah salah satu bahasa Tuhan dalam menyayangiku</p>
<p>Adalah salah satu Isyarat Tuhan tuk terus mengasihiku</p>
<p>Ahirnya kini aku semakin mengerti</p>
<p>Betapa apapun yang menimpaku selama ini</p>
<p>Pahit, penuh derita ataupun sedih</p>
<p>Pasti semata-mata itu semua tuk tingkatkan kwalitas keimanan, keislaman &amp; kebahagiaan nan  sejati</p>
<p>Untuk diri ini</p>
<p>Dan aku yakini aku imani, itu pasti!</p>
<p>Jadi mengapa harus ada pemberontakan pada Tuhan ?</p>
<p>Di sebabkan kepahitan hidup, penderitaan dan kesedihan ?</p>
<p>Bukankah Tuhanku bukan Dzat yang dholim terhadap mahluk-mahluk-Nya ?</p>
<p>Bukankah Tuhanku Dzat yang penuh kasih tanpa pilih kasih ?</p>
<p>Bukankah Tuhanku Dzat yang maha penyayang tak pandang orang ?</p>
<p>Dan bukankah Tuhanku bukan Dzat yang akan mengingkari janji ?</p>
<p>Terimakasih Tuhanku</p>
<p>Atas  apapun yang pernah dan belum Engkau berikan padaku</p>
<p>Semoga keikhlasan atas semua itu</p>
<p>Menjadi sebuah tangga demi meraih ridlo,rahmat  dan maghfiroh dari-Mu, amin.</p>
<p>Dalam susah BILLAH dalam senang BILLAH dalam sedih BILLAH dalam bahagia BILLAH !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=473&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/11/26/pasti-ada-hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tsabbit Galbie</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/11/02/tsabbit-galbie-2/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/11/02/tsabbit-galbie-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 20:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Robb Kenikmatan surgawi di ahirat itu pasti lebih megah Rahmat &#38; Ridlo-Mu pasti lebih indah Janji-janji indah-Mu pasti akan nyata Krn Kau Dzat yg benar dlm berkata Pada apapun yg Engkau cipta Robbi Tetapkan hati ini agar tak membatu Oleh apapun yg Engkau tentukan padaku Kepahitan atau kekecewaan semu Yg srgkali menjadi sarapan &#38; makan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=457&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Robb<br />
Kenikmatan surgawi di ahirat itu pasti lebih megah<br />
Rahmat &amp; Ridlo-Mu pasti lebih indah<br />
Janji-janji indah-Mu pasti akan nyata<br />
Krn Kau Dzat yg benar dlm berkata<br />
Pada apapun yg Engkau cipta<br />
Robbi<br />
Tetapkan hati ini agar tak membatu<br />
Oleh apapun yg Engkau tentukan padaku<br />
Kepahitan atau kekecewaan semu<br />
Yg srgkali menjadi sarapan &amp; makan malamku<br />
Hamba ingin semua tak surutkan inginku<br />
Tuk menikmati mewah hidangan-Mu<br />
Tersanjung terhormat atas jamuan-Mu<br />
Atas anugerah rahmat dan ridlo-Mu<br />
Walau Perih pedih sering megoyak rasa<br />
Memicingkan mata dan meluruhkan genangan air di sudutnya<br />
Sampai tak terhitung jumlahnya<br />
Hingga terpanggang rasa gelisah<br />
Yang mengepulkan asap resah<br />
Hamba  berharap semua tak usah<br />
Torehkan noda kelam<br />
Hingga hati ini menghitam<br />
Ma’adzallooh&#8230;<br />
Robbi<br />
Apapun luka yang menoreh pedih ini<br />
Semoga tak mampu membuat goyah hati<br />
Sehingga tetap teguh pada janji<br />
Sehingga hamba setia sampai mati<br />
Pada Dzat yang maha Edi<br />
Yang selalu kasih<br />
Maha pemberi<br />
Dan selalu menepati<br />
Janji-janji<br />
pada hamba-Nya yang menjaga diri<br />
Dari rayuan dan bisikan syaetoni<br />
Semoga Engkau senantiasa anugerahi kekuatan ini<br />
Pada hamba lemah dan faqir ini<br />
Sehingga selalu tetap teguh menapaki Jalur syar’i<br />
Amin yaa Robbi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=457&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/11/02/tsabbit-galbie-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Bilang !</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/10/23/siapa-bilang/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/10/23/siapa-bilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 22:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-tulisanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Siapa bilang wanita adalah mahluk yang lemah bila di bandingkan dengan para pria ? Mari cermati lebih teliti  realita dalam kehidupan di sekitar kita Lihatlah dengan mata hatimu Dengan kujujuran nurani terdalammu Lihatlah, betapa dasyat kekuatannya ketika mengandung seorang bayi 9 bulan bahkan terkadang lebih Lihatlah, perjuangannya hingga mempertaruhkan nyawa demi melahirkan putra putrinya Lihatlah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=450&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa bilang wanita adalah mahluk yang lemah bila di bandingkan dengan para pria ?</p>
<p>Mari cermati lebih teliti  realita dalam kehidupan di sekitar kita</p>
<p>Lihatlah dengan mata hatimu</p>
<p>Dengan kujujuran nurani terdalammu</p>
<p>Lihatlah, betapa dasyat kekuatannya ketika mengandung seorang bayi 9 bulan bahkan terkadang lebih</p>
<p>Lihatlah, perjuangannya hingga mempertaruhkan nyawa demi melahirkan putra putrinya</p>
<p>Lihatlah, dalam tiap saat dia harus siaga</p>
<p>Tuk berbagi anugerah Tuhan-Nya (baca asi) untuk sang  bayi</p>
<p>Lihatlah, ketegarannya dalam mendidik sang anak manusia mulai dari bayi hingga dewasa</p>
<p>Lihatlah, kekukuhan jiwanya dalam memperjuangkan kelangsungan hidup anak-anaknya</p>
<p>Walau terkadang  harus sendiri tanpa peran seorang suami</p>
<p>Lihatlah, betapa banyak single parent wanita hadir di sekitar kita bila di banding para pria</p>
<p>Lihat dan cermatilah</p>
<p>Seberapa sering kau saksikan</p>
<p>Atau kau temukan</p>
<p>Seorang lelaki ketika  bekerja sekaligus berperan ganda sebagai seorang ibu dan istri ?</p>
<p>Ataukah seorang lelaki muda yang  tetap sanggup hidup seorang diri tanpa peran  ibu atau istri</p>
<p>Tapi tetap mampu temani anak-anaknya dalam mengarungi bahtera kehidupan hingga menggapai masing-masing cita-citanya ?</p>
<p>Ataukah</p>
<p>Seorang wanita  yang  tetap hidup sendiri</p>
<p>Dengan naluri keibuan nan sejuk tajam menusuk kesamaran alam</p>
<p>Dan kelembutan rasa dalam mendampingi anak-anaknya walau tanpa seorang ayah</p>
<p>Sekaligus melakoni pula peran</p>
<p>Sebagai seorang kepala rumah tangga</p>
<p>Yang sanggup dengan gagah mengayuh kukuh roda ekonomi keluarga</p>
<p>Agar tetap berputar sebagaimana biasa</p>
<p>Demi menghantarkan anak-anaknya dalam merengkuh impian hidupnya</p>
<p>Walau terkadang seorang bayi atau bocah dalam rengkuhannya</p>
<p>Ah</p>
<p>Secara fisik pria memang terlihat lebih kuat dari wanita</p>
<p>Tapi ternyata seringkali realita justru mempunyai jawaban yang berbeda</p>
<p>Dan</p>
<p>Bagaimanakah menurut anda ?</p>
<p><em>“Tulisan ini saya dedikasikan husus untuk Mimiku tersayang, adalah seorang ibu yang mempunyai ketegaran yang amat luarbiasa, yang telah banyak mengajarkan dan menginspirasikan nilai-nilai kehidupan dalam diri saya, seorang ibu dengan sembilan (9) putra putri, menghantarkan (seorang diri  tanpa bimbingan seorang suami) kami hingga kami sanggup berdiri seperti saat ini. Duhai Dzat yang maha pengasih tak pilih kasih, berilah Beliau umur panjang, kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan dunia ahirat, maghfiroh-Mu, rahmat, dan ridlo-Mu serta ketetapan pada iman islam-Mu, demikian juga untuk seluruh ibu di manapun dia berada, Al-Fatihah, ALLOHumma amiin&#8230;”</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/450/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=450&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/10/23/siapa-bilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semoga Kami Bisa mengerti</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/10/23/semoga-kami-bisa-mengerti/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/10/23/semoga-kami-bisa-mengerti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 20:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah takdir aku berfikir Betapa gampang ilmu di sitir Namun sulit dalam praktek Demi Dzat yang banyak memberikan inspirasi ilmu Hamba memohon untuk tetapkan kami pada keteguhan keyakinan Seperti yang selama ini kami tanamkan Dalam sanubari kami yang terdalam Duh Dzat yang maha tahu Betapa lama hamba berharap itu Tapi kesulitan demi kesulitan terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=438&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sebuah takdir aku berfikir<br />
Betapa gampang ilmu di sitir<br />
Namun sulit dalam praktek<br />
Demi Dzat yang banyak memberikan inspirasi ilmu<br />
Hamba memohon untuk tetapkan kami pada keteguhan keyakinan<br />
Seperti yang selama ini kami tanamkan<br />
Dalam sanubari kami yang terdalam<br />
Duh Dzat yang maha tahu<br />
Betapa lama hamba berharap itu<br />
Tapi kesulitan demi kesulitan terjadi<br />
Kendala demi kendala terlewati<br />
Sampai pada titik ini<br />
Hamba berusaha mengerti<br />
Bahwa apakah semua pertanda Engkau mengirimkan sesuatu pesan untuk kami<br />
Yang hingga saat ini belum kami memahami<br />
Kecewa dan marah kini yang sedang menggelora dalam hati<br />
Tapi kami tak bisa berkata-kata<br />
Karena apapun yang selama ini kami ingini<br />
Belum tentu itu memang baik seperti yg selama ini kami yakini<br />
Karena hanya Engkaulah satu-satunya yang maha mengerti<br />
Tentang apapun yang akan terjadi sedang terjadi bahkan yang belum terjadi<br />
Dan semua itu di luar jangkauan kami<br />
Karenanya mencoba mengerti dan memahami<br />
Kemudian menyadari dan berusaha mengamini<br />
Apapun yang kini sedang terjadi<br />
Adalah satu-satunya cara kami<br />
Dalam meredam gejolak hati<br />
Untuk bisa meredam kecewa<br />
Untuk mampu menerima<br />
Bahwa semua ini adalah untaian terindah<br />
Yang Engkau sedang persembahkan kepada kami<br />
Walau hingga detik ini kami belum sepenuhnya mengerti<br />
Mengapa semua ini terjadi<br />
Dan<br />
Semoga Engkau tetap bersama kami<br />
Untuk selalu membimbing kami<br />
Dapat seutuhnya memahami<br />
Cara, ilmu dan Pesan dari Dzat yang maha mengerti<br />
Bahwa semua yang terjadi seringkali tidak sesusai dengan yang selama ini kami kehendaki<br />
Walau telah lama kami menunggu<br />
Menunggu dan terus menunggu itu<br />
Dan hingga detik ini kami akan tetap menunggu<br />
Sebuah keajaiban terjadi pada kami<br />
Dan membumbungkan angan kami<br />
Menjadi sebuah realita tidak hanya sekedar mimpi-mimpi<br />
Seperti yang selama ini terjadi<br />
Yah sudahlah&#8230;<br />
Kenapa juga harus memikirkan kebahagiaan orang lain<br />
Padahal mereka sendiri berhak tentukan yang di ingini<br />
Dan kami tak punya kuasa memaksa<br />
Karena kami bukan Dzat yang maha perkasa<br />
Tapi Kami tetap berharap Dzat itu kemudian sanggup merubah<br />
Seperti yang selama ini di ingini<br />
Dan<br />
Semoga itu yang terbaik bagi Dia dan semuanya<br />
Amin&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=438&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/10/23/semoga-kami-bisa-mengerti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hamba Bersyukur</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/09/16/hamba-bersyukur/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/09/16/hamba-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 19:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Alloh hamba bersyukur Atas limpahan nikmat yang tak terukur Kepada Alloh hamba memuji Atas segala nikmat yang tiada henti Kepada Alloh hamba bersujud Atas apapun yang telah dan belum terwujud Kepada Alloh hamba mengucap Hamdalah Atas samudera karunia yang tak terkata Dengan segenap jiwa hamba berdoa Semoga hamba tetap setia dan istiqomah bersama-Nya Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=429&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Alloh hamba bersyukur<br />
Atas limpahan nikmat yang tak terukur<br />
Kepada Alloh hamba memuji<br />
Atas segala nikmat yang tiada henti<br />
Kepada Alloh hamba bersujud<br />
Atas apapun yang telah dan belum terwujud<br />
Kepada Alloh hamba mengucap Hamdalah<br />
Atas samudera karunia yang tak terkata<br />
Dengan segenap jiwa hamba berdoa<br />
Semoga  hamba tetap setia dan istiqomah bersama-Nya<br />
Dalam suka maupun duka, amin<br />
Duhai Dzat yang tak pernah tidur<br />
Di keheningan  malam hamba terpekur<br />
Bertutur di hamparan sajadah hamba tersungkur<br />
Merapalkan syukur secara teratur<br />
Seraya berharap tidak keluar jalur<br />
Agar hamba tidak termasuk jiwa-jiwa yang kufur<br />
Karena keengganan bersyukur<br />
Sehingga dengan sia-sia melebur umur<br />
Dalam kubangan sesal yang hancur mumur<br />
Kepada Alloh hamba bersyukur<br />
Atas limpahan nikmat yang tak terukur<br />
Kepada Alloh hamba memuji<br />
Atas segala nikmat yang tiada henti<br />
Kepada Alloh hamba bersujud<br />
Atas apapun yang telah dan belum terwujud<br />
Kepada Alloh hamba mengucap Hamdalah<br />
Atas samudera karunia yang tak terkata<br />
Dengan segenap jiwa hamba berdoa<br />
Semoga  hamba tetap setia dan istiqomah bersama-Nya<br />
Dalam suka maupun duka, amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=429&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/09/16/hamba-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Hakiki</title>
		<link>http://royannach.wordpress.com/2010/09/08/masa-depan-hakiki/</link>
		<comments>http://royannach.wordpress.com/2010/09/08/masa-depan-hakiki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 18:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>royannach</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-tulisanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://royannach.wordpress.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang anda fikirkan jika saya tanya atau saya minta anda menjawab apa yang di maksud dengan makna dari ungkapan “masa depan kita”. Tentu selama ini banyak orang-orang berfikir tentang devinisi masa depan yang mereka maksud adalah seperti  tergambar dalam ungkapan ini : “mari kita fikirkan masa depan kita, yakni dengan kata lain kita harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=431&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang anda fikirkan jika saya tanya atau saya minta anda menjawab apa yang di maksud dengan makna dari ungkapan “masa depan kita”. Tentu selama ini banyak orang-orang berfikir tentang devinisi masa depan yang mereka maksud adalah seperti  tergambar dalam ungkapan ini : “mari kita fikirkan masa depan kita, yakni dengan kata lain kita harus memikirkan bagaimana dan apa yang sudah kita lakukan demi masa tua kita kelak atau masa setelah kita lewati masa muda kita”. Saya banyak merenung kenapa makna dari masa depan hanya sampai di situ padahal ada yang lebih harus kita fikirkan lebih dari sekedar masa tua atau masa-masa pensiun kita (bagi pekerja formal). Karena sebenarnya masa depan yang hakiki bagi seluruh mahluk terutama jin dan manusia adalah ketika berada di hari kiamat, itulah sebenarnya masa depan yang hakiki. Ironisnya seringkali demi masa depan yang mereka maksud tersebut banyak manusia tertipu karenyanya, seperti menghalalkan segala macam cara demi meraih pensiun dini tersebut atau demi kesejahteraan masa tuanya kelak bersama keluarganya. Mreka taksepenuhnya menyadari bahwa seseungguhnya manusia itu bukan hanya terdiri dari unsur jisim (badan) semata akan tetapi juga terdapat pula ruh yang perlu di beri suplemen atau nutrisi untuk menjaga keseimbangan manusia itu sendiri demi menyongsong masa depan hakiki di akhirat kelak. Camkan ! Tubuh kita ini hanya sebuah cassing di dunia dan ketika kita meninggal kemudian berpindah dari alam dunia ke alam barzah (kubur) cassing ini sudah tidak berlaku lagi tetapi ruh masih tetap utuh mengikuti kemana alam itu berpindah dan ruh membutuhkan keseimbangan yang akan mempengaruhi kehidupan kita di alam tersebut, jadi mengapa kita masih terus mengolah fikir kemudian berlomba untuk sebuah kepuasan jasmani atau badani yang pada ahirnya semua akan di tinggalkan ? mengapa masih ada yang merelakan dirinya melakukan tindakan yang amat menjijikkan seperti  korupsi, menghasut, menjungkirbalikkan lawan kawan atau berlagak menjadi sosok pahlawan hanya demi sebuah kekuasan yang pada ahirnya berujung pada sebuah kepuasan jasmani yang hanya bersifat sementara saja, sementara di sisi lain dia rela harus mengorbankan kesehatan ruhnya. Mengapa kita musti rela menjerumuskan diri kita sebagai manusia mahluq yang paling mulia menjadi sosok yang hina demi sebuah kebahagiaan masa depan yang semu ? bahkan yang paling memprihatinkan tanpa di sadari dengan perbuatan terkutuk tersebut secara tidak langsung kita telah mengajak anak, cucu dan istri tercinta untuk menjadi teman di neraka kelak, tegakah kita melakukan semua itu pada anak-anak kita yang masih bersih, istri yang di kasihi, lihatlah mereka ketika tidur, pandangi  mereka ketika tengah terlelap di samping kita, kepasrahan mereka berdua akan diri kita sebagai nakhoda atau imam dalam rumahtangga kita ? keserakahan dan nafsu bejad kita akan membuat mereka menderita di dunia dan di ahirat, tegakah kita biarkan mereka menanggung malu menerima kenyataan orang tua atau suami mereka masuk penjara ? dan di ahirat kita ajak pula mereka merasakan perih pedihnya siksaan ALLOH yang maha dasyat ? itukah manifestasi dari tanggungjwab kita demi membahagiakan mereka padahal sesungguhnya justru kita menjerumuskan mereka pada jurang neraka dan kenistaan dunia ? mari kita coba berfikir seribu kali bahkan berkali-kali ketika hendak melakukan perbuatan yang kerugiannya akan di tanggung tidak saja oleh kita yang melakukan tapi oleh orang-orang yang kita kasihi. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mencari nafkah untuk keluarga, berhati-hatilah ketika kita memberikan uang atau makanan untuk keluarga kita, jangan racuni kebersihan jiwa anak kita yang tak berdosa dan istri kita yang tercinta dengan harta yang syubhat apalagi haram, karena makanan yang syubhat dan haram  mempunyai pengaruh yang besar pada pembentukan jiwa dan karakter seseorang menjadi baik atau tidak demikian pula pada fluktuasi keimanan dan kelestarian keislaman mereka. Pernahkah kita berfikir kenapa kita malas beramal baik ? atau kenapa jiwa kita selalu condong pada hal-hal yang bersifat negatif, mengapa demikian ?  jawabannya mungkin salah satu penyebabnya adalah dari makanan yang kita makan atau pakaian yang kita pakai bersumber dari sesuatu yang diragukan kehalalannya atau bahkan justru jelas jauh dari devinisi halal.</p>
<p>Bagi para istri hendaknya juga harus ekstra berhati-hati dalam menerima pemberian dari suami, dengan tanpa menyinggung perasaan suami cobalah teliti dari mana dia bisa mendapatkan semua itu, jangan asal menerima saja, jangan asal bahagia dan bermewah-mewah dengan pemberiannya itu tanpa kita tahu sumbernya, bersikaplah arif dan hati-hati dalam menerima pemberian apapun yang akan kita gunakan untuk kelangsungan hidup kita dan anak-anak kita ! jika jelas-jelas bersumber dari sesuatu yang halal atau di ragukan kehalalannya katakan dengan tegas TIDAK !!! dan berusahalah membantu dia untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut, jangan malah justru menjadi pemicu bagi para suami untuk berlomba-lomba dalam memperkaya diri hasil  dari sesuatu yang bukan haknya atau di ragukan kehalalannya. Percayalah dan yakinlah bahwa ALLOH sudah menjamin rizki hamba-hambanya mulai dari sang hamba belum tercipta, dengan jaminan rizki yang pasti halal tapi dengan catatan kita mau berusaha mencarinya dan kita terima bagian kita tersebut dengan perasaan rela, lihatlah surat Al-Q.S : Zukhruf ayat 32 “ Kami-lah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan di dunia”.</p>
<p>Seringkali yang memicu seorang suami untuk untuk mendapatkan harta adalah salah satunya di sebabkan atas dasar keinginan membahagiakan anak istrinya, justru ironisnya bukannya dia membahagiakan akan tetapi menyengsarakan keluarganya di akhirat kelak karena dia dapatkan hartanya dengan cara korupsi misalnya, mencuri atau menipu.  Yang memicu mereka melakukan tindakan tersebut salah satunya juga adalah karena dia tidak mampu menerima (qonaah) dengan jatah yang sudah di tentukan oleh Tuhannya atau dia berfikir betapa susahnya mencari sesuatu yang halal untuk diri dan keluarganya, maka mereka kemudian melakukan perbuatan yang haram, padahal dengan tanpa mereka sadari secara tidak langsung dengan perbuatannya yang demikian itu seseungguhnya dia tidak lagi mempunyai keyakinan dan keimanan bahwa ALLOH bersifat Ar-Rozzaaq (Dzat yang banyak memberikan rizki) atau Ar-Rouuf (Dzat yang banyak memberi) jadi   bagaimana bisa dia mendapatkan rizki yang halal sedangkan di dalam hatinya dia tidak mempunyai keyakinan tentang hal tsb sama sekali, jika keyakinan dan keimanan akan hal tersebut tidak terpatri bahkan tidak ada dalam jiwa seseorang jangan berharap dia di carikan petunjuk atau di tuntun oleh ALLOH untuk mendapatkannya, kenapa ? karena dia sudah tidak punya kepercayaan dan keyakinan akan hal tersebut ? jadi dalam hal apapun ketakwaan seseorang merupakan solusi dari berbagai masalah yang di hadapi manusia di dunia ini, takwa merupakan satu kunci dia bisa keluar dari kesulitan macam apapun “ barangsiapa bertakwa kepada ALLOH niscaya Dia akan membukakan jalan keluar (solusi) baginya” Q.S: At-Tholaq 2. “ Dan dia memberi rizki dari arah yang tidak di sangka-sangkanya  ”( Q.S : At-Tholaq 3). Sekarang, masihkah kita meragukan jaminan-Nya bahwa setiap mahluk pasti akan Dia penuhi rizkinya ?.</p>
<p>Untuk meraih ketakwaan seseorang perlu ilmu agama karena ilmu agama akan bisa menuntun seseorang  menuju jalan ketakwaan dan meraih keyakinan setelah dia mendapatkan keimanan, tentu setelah dia mengerti ilmu tersebut dia segera mengamalkan ilmunya karena ilmu tanpa pengamalan akan kosong dari keberhasilan dalam meraih ketakwaan dan keyakinan yang teguh yang di inginkan tersebut. Karena tak heran banyak orang pandai dalam ilmu agama tapi dalam realitasnya dia tidak perduli dengan hal-hal yang bersifat halal maupuan haram, kenapa ? karena keilmuan baginya hanya sebatas wacana semata tanpa ada pengamalan sebagai bentuk dari pemahamannya tersebut.</p>
<p>Kita harus selalu ingat bahwa makanan yang kita makan pada ahirnya menjadi sebuah kotoran, pakaian yang kita pakai pun pada ahirnya hanya akan menjadi sebuah sampah demikian juga segala tetek bengek yang bersifat duniawi lainnya, jadi kenapa kita harus menukar kemuliaan diri ini dengan keinginan-keinginan yang pada haikikatnya bersifat rusak, kenapa diri kita hanya memikirkan kepuasan jasmani dengan melupakan kesehatan prima pada ruh kita. Coba kita teliti secara cermat bahwa ternyata keinginan-keinginan yang kita miliki selama ini hanya untuk kesenangan yang bersifat jasmani semata, hanya untuk kepuasan badan saja, kenapa demikian ? karena raga kita, badan kita ini bersifat duniawi, sebab setelah raga ini berpisah dengan ruhnya otomatis keinginan-keinginan yang bersifat duniawi itu pada ahirnya akan tanggal pula dengan sendirinya, ketika tubuh ini sudah menjadi mayat atau biasa kita sebut dengan mati (kematian) secara otomatis mati pulalah keinginan-keinginan itu, seorang mayat tak butuh lagi jabatan, kekayaan, rumah yang mewah, mobil dengan seri terbaru, istri yang cantik atau kenikmatan-kenikmatan dunia yang lain, kenapa ?! karena tubuh itu hanya di pakai sebagai cassing atau penutup ruh yang bersifat duniawi dengan begitu kita harus memahami bahwa semua keinginan-keinginan tubuhpun bersifat duniawi pula sedangkan ruh kita masih akan tetap ada, ruh pada seseorang yang telah mati tetap hidup untuk menjalani kehidupan di alam berikutnya yakni alam barzah. Pada saat itu pulalah seorang manusia baru menyadari apa yang seharusnya dia dulu (alam dunia) harus lakukan dan dia cari untuk bekal ruh tersebut atau jiwa tersebut agar supaya tenang dalam menghadapi  kendala alam apapun, baik alam barzah ataupun alam ahirat.</p>
<p>Apa yang dibutuhkan ruh atau jiwa agar supaya tenang, yang pertama adalah dengan meyakinkan ALLOH sebagai Tuhan yang harus di sembah dan sepatutnya di mintai pertolongan dalam segala hal kemudian memfokuskan seluruh amal-amal baik hanya di persembahkan atau di peruntukkan kepada Dia dan hanya karena Dia semata (LILLAHI TA’ALA). Kita ambil sebuah contoh, jiwa ini pasti akan tenang ketika tertimpa musibah atau kesulitan ketika jiwa ini menyadari bahwa yang menentukan semua itu adalah Dzat yang maha pengasih yang tidak mungkin bersifat dzolim dan ketentuan seburuk apapun bisa seketika berubah menjadi baik dengan meyakini bahwa ada Dzat yang maha kuasa dan berkuasa untuk merubah apapun yang Dia kehendaki dalam sekeja. Sungguh ! jiwa ini akan jauh dari kegelisahan ketika dengan sepenuhnya dia meyakini bahwa rahmat ALLOH lebih dari apapun dan bisa di berikan kepada siapapun tanpa memandang hanya pada amalan hamba semata, Dia berhak memberikannya pada seorang hamba yang berlumur dosa sekalipun apabila sang manusia mau meminta ampunan kepada-Nya.Jiwa ini akan damai ketika meyadari bahwa ALLOH maha bertanggungjawab atas apapun yang akan dan sudah Dia ciptakan dan Dia bisa melakukan apapun di luar dari kemampuan dan akal manusia.Pada ahirnya jika jiwa sepenuhnya meyakini hal tersebut maka tak ada ketakutan, tiada kegelisahan dan jauh dari kegersangan ketika mengahadapi apapun jua, kesulitan apapun juga baik ketika dia hidup di alam dunia, alam barzah atau alam akhirat “ Ingatlah para kekasih-kekasih (wali-wali) ALLOH itu tidak ada rasa takut pada mereka  dan mereka tidak bersedih hati” (Q.S :Yunus 62). Sekarang pertanyaannnya bagaimana kita bisa mendapatkan jiwa yang demikian indah ? sekali lagi jawabannya adalah dengan ilmu yakni dengan mempelajari ajaran-ajaran agama yang di dalamnya menerangkan tentang ketauhidan, tata cara beribadah dengan sempurna, metode menejemen hati atau nafsu dan lain sebagainya.</p>
<p>Sepatutnya mulai dari sekarang kita harus lebih memfokuskan  semua yang kita perbuatan demi masa depan cerah kita di ahirat kelak, apapun perbuatan yang kita lakukan sekarang seharusnya lebih di titik beratkan hasilnya demi meraih kejayaan untuk masa depan hakiki kita kelak, sehingga kebahagiaan yang kita raih dan kebaikan yang kita capai tidak hanya bersifat fana sebagaimana dunia tapi akan tetap menyertai kita di kehidupan manapun kita berada. Tinggalkan hal-hal yang bersifat sementara dan fokuskan semua usaha yang kita lakukan ini demi menghadapi kehidupan-kehidupan kita di alam  berikutnya. “Dunia adalah ladang untuk kehidupan ahirat” jadi mari kita menanam sebanyak-banyaknya, memelihara dan mengembangbiakkan seluruh perbuatan-perbuatan baik, yang bersifat hablumminalloh ( yang berhubungan dengan ALLOH) atau hablumminnaas (yang bersifat sosial) demi meraih panen yang sukses di ahirat kelak, karena masa depan yang hakiki yang sesungguhnya adalah ahirat, bukan masa tua atau masa pensiun kita.Mulailah dari sekarang kita rubah paradigma tersebut sehingga di ahirat kelak kita tidak termasuk orang-orang yang merugi dan pailit, nau’udzubillah mindzaalik.</p>
<p>Semoga ALLOH selalu menolong kita agar supaya kita mempunyai jiwa yang tenang sehingga jiwa kita siap menghadapi kehidupan apapun baik di dunia, di alam barzah maupun di alam ahirat, amin, Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/royannach.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/royannach.wordpress.com/431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=royannach.wordpress.com&amp;blog=1607726&amp;post=431&amp;subd=royannach&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://royannach.wordpress.com/2010/09/08/masa-depan-hakiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c89749db244fd71e174c6ed3bfca5750?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yannach</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
