TeGaR

Kawan
Saat tetes air mata bergulir membasahi pipimu
Saat dada terasa sesak menahan himpitan beban deritamu
Saat perih pedih begitu menusuk hatimu
Saat tak sekali kau harus usap luka batinmu dg lantunan doa²mu

Jatuh bangunmu untuk bertahan dari terjangan badai ujian kehidupan
Kegigihan perjuanganmu dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan

Tak perlu ada resah
Karena
Tuhan melihat semua upayamu itu
Tak perlu kau gelisah
Karena
Tuhan mendengar setiap rintihan isak tangismu
Walau kau sembunyikan itu dikedalaman batin terdalammu
Tak perlu ada gelisah
Karena
Tuhan akan memberikan penghargaan sekecil apapun pd apapun bentuk perjuanganmu
Tak perlu ada resah
Karena
Tuhan telah menebus jiwa mu’min dengan surga-Nya
Tuhan pasti akan penuhi semua janji-janji-Nya

Jika Tuhan telah sedemikan dahsyat menguji
Jika Tuhan telah memberi ujian lebih dari yang orang lain lalui
Artinya Tuhan telah menganggap
kau lebih kuat dari mereka
Kau lebih tegar daripada mereka
Kau lebih tabah dari yang lainnya
Kau lebih pantas mendapatkan keindahan dari lainnya
Karena kau istimewa bagi-Nya

Tak mudah menempati posisi mulia disisi-Nya
Tak mudah mendapatkan surga-Nya
Tak mudah dipandang luar biasa bagi-Nya
Tak mudah terus bertahan demi meraih ridho-Nya

Dan
Tuhan perlu menguji kelayakanmu
Untuk mendapatkan semua itu
Tuhan tak begitu saja percaya dengan ikrar imanmu
Tanpa kau lewati beragam ujian dalam hidupmu

Tetaplah bertahan dalam selimut keridhaanmu
Saat menghadapi setiap detail takdirmu
Sampai suatu saat nanti
Tuhan kan memanggilmu..
Dan DIA meridhoimu…

Bayangkanlah….

Mengubah sedih menjadi gembira
Merubah perih menjadi ceria
Mengolah perih menjadi bahagia
Mengusir tangis menjadi senyuman

Bayangkanlah…
Saat kau tengah terhimpit kesusahan
Saat kau tengah direjam perih pedih luka dalam kehidupan
Saat airmata tengah deras membanjiri pipimu
Saat kau harus tertatih dalam kesendirian
Saat tak ada seorangpun yg bisa kau andalkan
Bayangkanlah
Saat itu
Tuhanmu tengah mangawasi setiap gerakmu
Tuhanmu tengah mendengarkan setiap bisik ucapanmu rintihan tangismu
Tuhanmu tengah sibuk mempersiapkan hadiah atas ketabahan dan kesabaranmu
Tuhanmu tengah membanggakanmu
Dihadapan seluruh langit yg berpenghuni
Memamerkan kemuliaan akhlakmu
Walau derita berat harus kau jalani

Tuhanmu tengah memerintahkan
Pada malaikat-malaikat-Nya
Untuk menyediakan tempat indah
Sebagai hadiah atas keteguhan imanmu
Tuhanmu tengah memolesmu untuk menjadi manusia mulia
Tuhanmu tengah mengangkat derajatmu agar mulia bersama-Nya
Juga bersama segenap kekasih-kekasih-Nya
Tuhanmu tengah memberi hadiah pelajaran agar kau lebih cerdas dan kuat dalam menjalani tahapan ujian hidup berikutnya
Tuhanmu tengah menguji kelayakan iman islammu
Tuhanmu tengah mengungkapkan bahasa cinta dan kasih sayang-Nya dengan cara unik-Nya itu
Tuhanmu tengah mempersiapkan dirimu
Untuk menjadi orang hebat dimasa depanmu
Atau tengah mencetak generasi hebat
Untuk anak keturunanmu
Tuhanmu tengah menyeleksi orang-orang pilihan dan salah satunya adalah kamu

Bayangkanlah…
Maka saat air mata belum sempat kau usap
Air mata masih membasahi pipimu
Rasa pedih masih membekas dihatimu
Namun
Kau sudah dapat mengulum manis senyummu

Dan kau akan rasakan ketegaran dalam hantaman badai dalam kehidupanmu.
Renungankanlah…. bayangkanlah…

Tonton “قصة الرسول مع اليتيم” di YouTube

قصة الرسول مع اليتيم: http://youtu.be/yPaeRYFSDog

Tak pernah pergi

Kamu tak pernah sekalipun beranjak pergi dariku Semenjak aku mengenalmu hingga kini Ragamu memang tak ada lg bersamaku Namun semua tentangmu Masih disini, dalam hati ini Tertanam di dalam jiwa ini Kau selalu ada bersamaku Kau selalu menemani hari-hariku kau tak sedetikpun beranjak pergi dari hatiku… kau telah menyatu bersamaku Entah sampai kapan aku tak tau Kau tak pernah jauh dariku Kau tak pernah pergi dariku

Bolehkah

Bolehkah aku mengatakan kepadamu
Bahwa aku selalu merindukanmu
Bolehkah aku ungkapkan kepadamu
Bahwa aku selalu memimpikan bertemu denganmu
Bolehkah aku menyatakan kepadamu
Bahwa tak kuasa ku berhenti
Untuk selalu mencintaimu
Bolehkah aku menyerukan dihadapanmu
Bahwa kaulah gugusan harapanku
Bolehkah…. bolehkah dan bolehkah.. ?
Namun aku tau ternyata itu semua
Tak boleh
bagiku dan bagimu..
Bagi semua…

Lepaskanlah…

Adalah Kamu

Keindahanmu masih tetap utuh terekam dalam benakku

Tentang apapun yang pernah kita lakukan bersama dulu

Adalah kamu

Teramat memikat kuat hatiku

Padamu kutemukan arti bahagia, kedamaian saat bersandar dibahumu

Tawa elokmu masih tergaris di hati ini

Lekukan indah mengelilingi bibirmu

Saat kau tersenyum memandangku

Tatap matamu laksana ujung pisau yang menusuk jantungku

Duhai… semua masih tersimpan utuh di hatiku

Tak kuasa aku melepasnya, tak mampu aku menghapusnya

Biarlah… kan kujadikan rasa yang menyiksa ini sebagai sulukku

Menuju Tuhanku

Suluk ku tuk menggapai keindahan dari Tuhanku

Selamat malam cinta…

Semoga kau tak pernah tau akan semua yang kurasa

Hingga tak membuatmu tergoda

Dan menjerumuskan kita pada jurang yang hina…

Selamat malam cinta…

Lepaskanlah rasamu lalu kita raih bersama cinta Tuhan yang Maha Sempurna

Cinta-Mu Segalaku

Selamat malam Tuhan….

Masih seperti hari kemarin, kerinduan ini tetap bertapa di sudut hatiku. kokoh tak bergeming walau hanya sekejap

begitu gigih ia menggodaku Tuhan, namun akupun berjanji pada diriku sendiri takkan terbujuk

Kemudian beranjak dari tempatku menuju keinginan yang menggoda itu, TIDAK !!! TIDAK !!! TIDAK !!!

Tak akan aku gadaikan mahkota kehormatan yang kemilau memukau ini 

Dengan godaan semu yang selalu menggangguku itu

Tuhan…..

Adalah janji suci-Mu kepadaku, adalah mengharap keindahan-Mu,

Adalah  senantiasa merindukan kasih sayang-Mu, adalah tetap memegang titah-Mu, meneguhkan inginku hanya kepada-Mu

Walau ‘rasa’ ini teramat sangat menggoncang jiwaku, gemuruhnya riuh hingga meletus mengalirkan lava di sudut mataku

Airmata kepedihan, meretas memanas, memanggang hatiku, Tidak ! apapun gelora itu, tetap aku kan kukuh berdiri disini

Tetap berharap Engkau Satu wahai Tuhanku…

Tak sekali terjadi peperangan yang berkecamuk hebat di ruang hatiku, antara keinginan hawa nafsuku dan keinginan akal sehatku

Nafsuku menginginkan keluar dari jalur-Mu namun keinginan akal sehatku mengikat kuat membuatku lekat tak bergeming

Dahsyat, sungguh dahsyat ujian-Mu

Inginkan cinta-Mu harus di uji dengan cinta pada selain-Mu. namun Tuhan, Kau pasti mengerti,

Harapanku pada-Mu melebihi harapanku pada selain-Mu, bagaimanapun indahnya harapan pada selain-Mu itu

Karena keyakinanku tetap utuh, bahwa hanya Engkaulah satu keindahan sejati itu, tak akan pernah ada yang lain

Tuhan…… Tolong bantu aku untuk wujudkan impianku… tuk meraih keindahan cinta-Mu, cinta bersama-Mu

Belajar dari Anakku

Merayap pelan bersama malam, sambil menikmati nafas lembut putriku yg bersandar di lenganku, rasanya baru kemarin tangismu pecah lalu membangunkan tidurku atau mengalihkan aktifitas harianku lalu aku sibuk mencari makna dari tangisanmu, popokmu basah, ada semut yang menggigit halus kulitmu, kau ingin minum susu ataukah kau tengah merasakan sakit? menjadi ibu tak semudah yang diucapkan nak, perlu banyak belajar dalam setiap detik, tentang perubahanmu yang demikian cepat dalam tiap detik menit dan dari hari ke hari, ibu harus pandai belajar memaknai apa arti dari setiap tangismu, keinginanmu, bagaimana menjaga kesehatanmu, makanan apa yang cocok untukmu, obat apa yang tepat untukmu saat sakit mendekatimu, lalu belajar memahami setiap kemauanmu, dari kata-katamu yang belum jelas terucapkan. Ibu perlu banyak belajar padamu nak, belajar menjadi seorang ibu bagimu, misalnya tentang bagaimana memberikan pemahaman saat kau harus membiasakan diri makan atau memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan, atau mengajarkan padamu dimana seharusnya kau buang air kecil atau air besar di tempat yang benar, atau memberi pengertian padamu saat empeng dari karet itu sudah harus kau lepas. Nak, ibu ingat saat masa-masa sulit kita, semalaman ibu menggendongmu, membujukmu agar kau rela melepas kebiasaanmu ngempeng agar tidak berlanjut hingga usiamu besar, hingga subuh kau tidur dipangkuan ibu, karena kau selalu gelisah jika teringat empeng itu, didepan pintu keluar dirumah nenek semalaman ibu memelukmu, menghiburmu hingga pagi harinya kau nyenyak tidur dan masih berada di pangkuan ibu dan masih di depan pintu itu, tapi akhirnya kita bisa lewati masa sulit itu, kemudian secara pelan namun pasti kau sudah mulai terbiasa tidur tanpa empeng itu..saat itu ibu susah memberika kefahaman kepadamu tentang kemauan ibu saat itu, ibu juga merasakan betapa sulitnya kau harus membiasakan dirimu tidur tanpa ditemani empeng karet dimulutmu, yang membuat tidurmu lelap. setelah masa itu terlewati masih jua ibu harus tetap banyak belajar, saat kau memasuki usia sekolah pra TK, teringat kala itu, saat pertama kali masuk sekolah, karena tidak terbiasa dengan suasana baru dan orang-orang baru, awalnya kau takut berkumpul teman-temanmu, sampai pelajaran selesai tak lepas kau tetap berada dipangkuan ibu, namun secara pelan-pelan ibu lepaskan kau dari pangkuan untuk berani duduk sendiri namun masih tetap kau disamping ibu, selanjutnya setelah terbiasa duduk sendiri, ibu antarkan kau untuk berani duduk bersama dengan teman-temanmu, namun sesekali kau masih mencari ibu, karena itu ibu masih berada diruang kelas untuk membuat perasaanmu nyaman, untuk membuktikan bahwa ibu masih disitu menemanimu, setelah beberapa hari ibu lalu mulai mencoba membuat kamu berani sendiri tanpa ibu, untuk bersama-sama temanmu di dalam kelas, ibu berada di luar kelas dan sesekali kamu lari keluar mencari ibu, dan saat kau temukan ibumu masih berada di luar menemanimu, lalu kau berlari kembali kedalam kelas untuk bersama guru dan teman-temanmu, beberapa hari kemudian ibu lalu keluar dihalaman sekolah, menunggu kau sammpai pulang sekolah dan dari situ kau mulai berani sendiri di kelas tanpa ibu dan mulai saat itu kau terbiasa di temani si mbak berangkat sekolah, karena pada jam yang sama ibu harus berjuang (berjihad) berbagi ilmu dengan orang lain, nak kita berjuang (berjihad) dengan jalan dan cara masing-masing yah… begitu selalu ibu katakan ketika kau bertanya “kenapa sekarang ibu tidak lagi mengantar Lana sekolah ?” hingga kini kau kelas dua SD, ibu mulai lebih kerepotan dalam memahamimu, saat usiamu bertambah disaat itu pula ibu bagaikan seorang pelajar yang harus kembali membuka buku baru yang sebelumnya belum pernah dibaca dan dipelajari, kau yang tak lagi bisa di atur dalam berpakaian, dalam hal apapun, sampai gaya rambutpun kau sendiri yang mengaturnya, kau yang kini mulai banyak berimaginasi dengan apapun, dengan batu yang kau anggap sebagai mahluk hidup, atau bola yang baru kau beli lalu setiap mandi dia juga harus ikut mandi dan tidur disampingmu dengan tisu sebagai selimutnya, lalu kamarmu mulai penuh dengan mainan-mainanmu, yang satu persatu kau beri nama, batu yang kau beri nama minion dan miniyin, atau bola dengan nama fredi dst, kamar yang dulu bersih dan wangi kini berubah menjadi ramai oleh berbagai mainanmu, kadang kau menjadi guru bagi teman-teman bermainmu, terkadang kau menjadi jagoan di antara mereka, atau kau ajak mereka nonton tv bersama-sama dengan bangku masing-masing yang kau tata rapi di atas bantal, benar-benar pusing ibu dibuatnya setiap melihat kamarmu yang bagai kepal pecah dengan mainan yang ramai terlihat disetiap sudut kamar, tapi ibu biarkan semua berjalan sesuai apa maumu, karena ibu tau dari caramu bermain sekaligus disitu pula kau temukan banyak pelajaran, dari imajinasimu kau banyak belajar tentang banyak hal, terkadang kau berikan hadiah ibu sebuah buku dari kertas-kertas polio ibu yang kau steples sampingnya, lalu kau lukis berbagai macam gambar di situ, atau kau buat buku cerita dengan versi ceritamu dan tulisan tanganmu yg sederhana, atau buku masak, kau bilang “ini buku masakan untuk ibu, karena Lana tau ibu suka masak kan?” ibu terima buku itu dengan hadiah pelukan dan terimakasih, walaupun ibu tau didalamnya tidak terdapat tulisan lengkap yang layak di baca, namun itu tetap ibu hargai sebagai karyamu, karya seorang anak sesuai usiaamu, saat kau bermain secara bersamaan pula ibu mengamatimu seraya berusaha meraba apa bakatmu? apa minatmu? namun kau terlalu cepat berubah hingga ibu sulit mendefinisikannya, terkadang kau menjadi seorang penulis, pembaca cerita, pelukis dst, namun yang banyak terbaca oleh ibu, minatmu dalam mebaca dan mendengar cerita itu amat tinggi. Nak, walau kamarmu sering membuat ibu terperangah karena hebohnya mainanmu, namun yang ibu bangga darimu, kau ternyata sudah sangat pandai membereskan kamar, bersih, rapi dan teratur sekali, pertama melihat kemampuanmu, sungguh ! ibu dan ayahmu hanya terpaku dan terpana karenanya, anak sekecil ini bisa membersihkan kamar dengan sangat sempurna, seperti orang dewasa! padahal hanya beberapa kali ibu ajak kau belajar membersihkan kamar, karena saat itu ibu lelah memintamu untuk keluar kamar saat kamar tengah ibu bersihkan, ibu berfikir daripada kau terus mengganggu lalu ibu mengajakmu untuk membantu namun ternyata yang membuat ibu suprise dari situ kau banyak belajar, belajar tentang bagaimana cara membersihkan kamar yang baik dan benar. Nak di samping kau banyak belajar dari ibu, ibu juga banyak belajar darimu, belajar menjadi orang jujur, punya komitmen, rajin, bertanggung jawab, konsisten dst, karena jika tidak demikian maka tentu kau akan protes keras lalu mengkritik ibu habis-habisan tentang pelajaran-pelajaran karakter yang berusaha ibu tanamkan padamu, bagaimana tidak, ketika ibu ajarkan jujur padamu otomatis sebagai guru, ibu juga harus jujur, ketika ibu katakan padamu kau harus menjadi orang yang rajin, tentu secara otomatis dalam perbuatan, ibu juga harus contohkan itu, agar kau mentaati apa kata ibu. teringat dulu saat ibu tak jua berani belajar naik motor, kaulah satu-satunya orang yang mensupport ibu agar berani, katamu saat itu “ menyetir mobil yang besar saja ibu berani, kenapa hanya sekedar motor kecil ibu takut, yang lain bisa ibu pasti juga bisa” yessss… lalu ibu beranikan diri karena supportmu itu dan dari situ ibu bisa ! terimakasih nak… namun demikian ibu masih harus terus belajar kepadamu, ibu harus terus belajar bagaimana menjadi ibu yang baik dan bisa kau banggakan kelak olehmu juga anak cucumu, sebagaimana sekarang ibu bangga dan bahagia terhadap nenek dan kakekmu, ibu harus banyak belajar darimu agar menjadi ibu yang baik yang bisa membimbingmu dan mengantarkanmu menjadi orang baik, nak mari bersama kita berdoa agar kita semua, ayah ibu dan kau mendapat pertolongan dari Tuhan agar menjadi orang baik, berbudi pekerti baik, selalu di bimbing-Nya dan senantiasa diberi ilmu oleh-Nya agar ibu dapat membimbingmu dengan cara dan bahasa yang baik dan saat pengajaran itu kaupun mampu memahami bahwa pada saat ibu memarahimu sehingga itu membuatmu kesal, kamu harus mengerti bahwa dengan itu bukannya ibu tidak sayang terhadapmu, tapi sebenarnya itu karena ibu amat sangat menyayangimu,bahkan teramat sangat, kita saling menyayangi bukan? maafkan ibu dengan kekurangan ibu yang berlimpah saat mendidikmu, membimbingmu yang seringkali membuat kau kesal atau marah, maafkan ibu nak… semoga Tuhan berkenan mengabulkan semua doa kita, selamat tidur nak, lelap tidurlah hingga esok hari kau terbangun dengan fisik dan jiwa yang sehat dan bahagia lalu kita kembali bisa berbagi kasih, ilmu dan cinta bersama-sama…. menyongsong masa depan dengan senyum bahagia, selamat tidur anakku sayang….

Doa Untuk Menguatkan Hafalan Al Qur’an

Untuk menguatkan hafalan Al qur’an bacalah doa ini 10x setiap kali selesai membaca al qur’an :
FAFAHMNAAHA SULAIMAANA WAKULLAN AATAINAA HUKMAN WA’ILMAN WA SAKHORRNAA MA’A DAAWUUDA AL JIBAALA YUSABBIHNA WATH THAYRA WA KUNNA FAA’ILIIN YAA HAYYU YAA QOYYUUM YAA ROBBI MUUSA WA HAARUUNA WA NUUHA WA IBRAAHIIMA WA ‘IISA WA MUHAMMADIN SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAMA YAA ROBBAL ‘AALAMIINA

Inginkan Yang Hakiki

Di kedalaman hati senandung itu tetap bergema
Mengalun mendayu menusuk sukma
Mencabik-cabik menyisakan lara
Merah membuncah darah goreskan luka
Namun keindahan impian nan lebih Indah
menghanguskan hasrat yang kian menggelora
Lalu bibir ini hanya bisa merapal doa
Terus berdoa seiring tangis yang makin merata
Harapan indah pada Sang Maha
Rasa takut pada-Nya
membungkam mulut ini
mengunci rapat hati
Menggerus tanpa henti
Agar tergantikan kerinduan hakiki
Keindahan sejati
Wahai
Adakah ini semua adalah sebuah pengorbanan
Jika mencoba menbangun sebuah harapan
Akan kasih sayang dan keindahan
Makna keindahan yang sebenar-benarnya keindahan
Dan kidung yang tiada henti ini
Adalah bagai sebuah ujian
Laksana cobaan
Dari Tuhan
Untuk meraih cinta-Nya maka harus teruji cinta
Untuk menggenggam kasih sejati itu harus melewati kasih semu
Untuk bersama sang Idaman
Maka harus melupakan idaman penuh kepalsuan
Untuk menggapai keindahan baqa
Harus melewati keindahan fana
Dan Hamba mohon
Kuatkan jiwa rapuh ini
Atas kidung rindu yang menyiksa ini
Yang tak sekali menyayat hati
Dan gantikan rasa semu itu menjadi keindahan abadi
Dan semoga…