Ditulis dalam Tulisan-tulisanku oleh royannach di/pada 22 Januari 2008

Bismillahirrohmanirrohiim,b Alhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rosulillah wa’ala alihi washohbihi waman tabi’ahu waman walah, amma ba’du.
Mari kita lihat, bahwa betapa banyak orang-orang di sekitar kita bahkan diri kitapun mempunyai anggapan yang tidak tepat karena terlalu mengecilkan atau bahkan merasa rendah diri ( bagi sang pelakunya) pada seorang wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, terkadang untuk melengkapi kekerdilan tsb di tambahkan dengan embel-embel “biasa”, jadi profesinya menjadi ibu rumah tangga biasa, mungkin tak pernah terfikirkan sebelum saya menjalaninya, bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah satu profesi yang di dalamnya terdapat tugas yang sangat berat yang memerlukan multi talenta. karena menjadi seorang ibu bagi anak saja sudah merupakan tugas yang berat di tambah harus menjadi istri yang harus selalu siaga dan menjadi kepala menejemen keluarga bahkan terkadang ada pula sebagian wanita yang menjadi tulang punggung keluarga. Bisa anda bayangkan, bila dalam satu perusahaan hanya ada satu orang yang mengatasi semuanya, menjadi cleaning servis, direktur utama, pegawai biasa, sekretaris bahkan sekaligus sebagai investor , yang kesemuanya di tangani hanya oleh satu orang, seorang wanita pula, bisa anda bayangkan pula betapa dia harus menguras segala kemampuannya untuk memanejemen segalanya mulai dari dia bangun sampai ketika dia beranjak tidur di malam harinya, jiwa raga terkuras untuk mengatur segalanya supaya perusahaan tersebut tetap stabil adanya, itulah sesungguhnya peran seorang ibu rumah tangga, dan tugas tersebut dia emban selama nafas masih tetap ada… sungguh perkasa bukan seorang ibu rumah tangga.
Ketika pagi mulai menjelang dia bangun, dia hempaskan segala bentuk kemalasan untuk segera bangkit demi menjalankan semua tugas-tugasnya, ketika dia diam, selalu basah bibir hatinya karena mendoakan keluarganya, tak pernah berhenti dia berusaha dan berdoa demi kesuksesan segenap keluarganya.. demi mempertahankan canda tawa dan keceriaan anak-anak dan suaminya agar tetap ada, penat fikiran, lelah raga ataupun jenuh suasana tak pernah ia hiraukan, semua demi kebahagiaan segenap keluarganya, dihapusnya segala peluh derita dg lantunan doa-doa pada sang maha kuasa… itulah ibu rumah tangga. Tanggung jawab dia membimbing anaknya hingga dewasa & sukses akan dia emban dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa sepanjang umurnya.
Jika anda baca semua tulisan ini masihkah anda berfikir bahwa profesi ibu rumah tangga adalah satu profesi yang rendah dan malu untuk mengakuinya ?!.
Bisa kita lihat pekerjaan seseorang di luar sana, baik sebagai direktur perusahaan atau bahkan presiden sekalipun, bukankah masa jabatan mereka ada batas waktunya juga lingkup tugas mereka ?, tapi menjadi ibu rumah tangga adalah tugas yang harus di emban seumur hidup tanpa di batasi pekerjaannya, semua terkadang dia tangani seorang diri… jadi, bilakah kita masih merasa atau memandang rendah profesi ibu rumah tangga ?!
Sebelum saya menjadi pribadi di dalamnya mungkin saya pun akan berfikiran sama, tapi setelah saya ada di dalamnya barulah saya berfikir bahwa ternyata tugas ibu rumah tangga adalah satu tugas yang sangat mulia dan berat untuk di jalani, hanya orang-orang yang berjiwa besar yang mempunyai multi talentalah yang mampu memaksimalkan tugas tersebut secara sempurna.
Seorang ibu rumah tangga tak jarang di tuntut menjadi pribadi yang perkasa, dalam sekejap diapun di uji kelembutannya. Sekarang, masihkah kita berfikir bahwa profesi tersebut remeh dan biasa ?!.
Saya berharap, semoga Tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan anda tentang profesi seseorang yang selama ini tak masuk dalam hitungan profesi yang mulia dan luarbiasa, sehingga mampu merubah paradigma tersebut, dengan lebih menghargai sosok ibu yang melahirkan kita, merawat dan membimbing kita dan sosok istri yang mendampingi dan mensuport kehidupan suami baik dalam suka maupun duka.
Maka sudah sepantasnyalah Rosululloh SAW menganjurkan manusia untuk lebih memuliakan sosok ibu daripada sosok seorang bapak tentu dengan tanpa mengecilkan peran seorang bapak, agar supaya mempergauli mereka dengan sebaik-baiknya dalam arti menghargai dan memuliakan seorang istri atau seorang ibu, sehingga sang lelaki (suami) bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab penuh kasih baginya dan keluarganya.
Mari kita lihat sisi tauladan dari Rasulullah SAW , kemuliaan ahlak beliau diantaranya karena kebaikan beliau kepada istri-istri beliau dan sahabat-sahabat beliau yang gagah berani di medan perang, sukses di bidangnya masing-masing dan di segani lawan maupun kawan seperti sahabat Umar RA, tapi di sisi lain sebagai seorang suami yang baik, beliau sangat menjaga perasaan istrinya, tidak sedikitpun beliau tega melukai hati istrinya walau hanya dengan sepatah kata sekalipun, seperti ketika istri beliau saat itu sedang berkata marah, tapi beliau hanya diam membisu, mengapa ? itu beliau lakukan demi menjaga perasaan seorang wanita yang selama ini telah merawat dirinya dan anak-anaknya, yang mengatur segala bentuk urusan rumah tangganya. Kegagah-beranian beliau di luar sana tidak sedikitpun membuat beliau bersikap congkak apalagi arogan terhadap istrinya, padahal hal tersebut bisa beliau lakukan, tapi itu tidak beliau lakukan kepada seorang wanita yang di hargai eksistensi dan jasa-jasanya.
Jadi akankah kita merendahkan diri kita dengan memandang sebelah mata (kurang menghargai) pada seseorang yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga… ?! sedangkan kita tak lebih mulia daripada Rosululloh SAW dan sahabat-sahabatnya.
Masihkah kita merasa lebih terkagum-kagum dan salut terhadap sosok wanita yang sukses di luar dengan karir-karirnya tapi menomerduakan keluarganya ?!
mengapa kita masih saja terpana pada wanita yang sukses di karirnya daripada seorang ibu dan sosok seorang istri yang sukses menghantar keberhasilan dan kecemerlangan hidup masa depan anak-anak dan suaminya ?!, lalu paradigma mana sebenarnya yang harus di perbaiki ??!. Bukankah Hawa di ciptakan Tuhan di bumi ini yang paling utama adalah untuk mendampingi Adam ?!.
Saya ahiri tulisan ini berikut untaian doa, bagi seorang wanita semoga bisa mengemban amanat agung itu dengan sebaik-baiknya dengan pertolongan, kasih sayang, petunjuk dan perlindungan dari Alloh SWT yang maha Agung, dan bagi kaum lelaki semoga bisa lebih menghargai kaum wanita yang ada di sekitarnya dengan menjadi suami yang bertanggung jawab, bapak yang baik bagi anak-anaknya, sehingga dunia ini semakin damai dan sejahtera, karena masing-masing bisa mengemban tugas dengan penuh amanah karena memahami hak dan kewajibannya, amin amin amin Allohumma amin.Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.
Wassalamu ‘alaikum warokhmatullohi wabarokatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s