Tak jarang saya berangan-angan, seandainya semua orang yang berilmu dengan rela hati membaktikan dirinya dengan ilmu yang ia miliki untuk orang lain tanpa pamrih, alangkah damai dan sejuknya dunia ini karena dunia ini di penuhi dengan orang-orang yang berilmu yang pastinya berahlak mulia.Tapi saya sangat prihatin melihat fenomena yang terjadi sekarang, ketika sang guru dalam memberikan ilmunya harus ada perhitungan materi lalu apa yang akan terjadi esok pada sang murid ?! pasti dia akan lebih materialistik lagi kan ?!.
Saya tidak memungkiri bahwa sang guru tersebut tetap harus bisa mencukupi nafkah keluarganya, ketika dia habiskan sebagian waktu yang semestinya untuk bekerja tapi dia harus mengajar, tapi alangkah lebih tidak manusiawi ( ini menurut saya lho ! ), kalau mereka menjadikan sarana pendidikan sebagai ladang bisnis, mereka mau memberikan ilmunya kalau ada orang yang layak membayar keilmuannya dan mereka akan enggan memberikan ilmunya kalau tidak menemukan bayaran yang layak untuk dirinya, lalu mau di ciptakan menjadi apa generasi kita kelak melihat sang guru saja sudah seperti itu ?! bukankah kita masih ingat dengan satu pepatah ” guru kencing berdiri, murid kencing berlari “, atau memang kesalahan tersebut sudah ada sejak awal ketika sang guru mencari ilmunya, bahwa dengan ilmunya dia bisa kaya secara materi, kalau sudah seperti itu saya hanya bisa diam terpekur tak mampu berkata apa-apa lagi.
Dalam beberapa firmanNya seringakali Tuhan mengingatkan manusia untuk memberikan ilmunya bagi orang lain dan RosulNya yang bersabda : بلغوا عني ولو أية, jelas bukan perintah-perintah tsb ?!, jadi memang sudah selayaknya orang yang berilmu itu bisa memberikan ilmunya untuk orang lain tanpa mengharap balasan materi apapun juga, karena memang sudah menjadi kewajiban orang yang berilmu untuk berbuat seperti itu. Ada hak dan kewajiban yang harus kita penuhi untuk orang lain dan hal tsb jelas-jelas haknya mereka untuk bisa mengerti dari apa yang kita punya dan kewajiban kita untuk memberikannya. Saya jadi berfikir belakang, mungkin kalau kita bisa lebih memahami dan mengerti untuk kemudian bisa mengaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari tentang peringatan Rosulullah SAW dalam hadits bahwa semua pekerjaan kita tergantung dari niatnya, menurut salah satu imam mujtahid bahkan sempurna atau tidaknya pekerjaan tergantung dari niat kita dalam mengerjakan pekerjaan tsb, jadi kalau ketika sang guru dari awal dia belajar niatnya hanya untuk Alloh, semata-mata karena ibadah artinya hanya karena dia melaksanakan perintah Alloh & RosulNya, tidak karena sesuatu hal yang bersifat materialistik atau bersifat duniawi, tentu ketika dia memberikan ilmunya juga akan seperti itu, dia memberikan ilmunya semata-mata pun hanya karena ibadah, hanya karena melaksanakan kewajiban dia sebagai seorang hamba yang harus untuk tunduk pada perintah Tuhannya dan patuh pada sabda RosulNya.
Saya mencoba memahami keadaan sang guru yang melakukan hitungan materialistik dalam pengajarannya tersebut, mungkin karena keadaan ekonomi mereka yang kritis yang tidak memungkinkan lagi untuk dia mencari pekerjaan selain kemampuan mengajar, tapi bukankah Alloh SWT sudah menganugerahkan akal pada manusia agar manusia mampu mengolahnya untuk kemudian membuat dirinya bisa berfikir kreatif, manusia di berikan dua tangan, dengan dua tangan itu saja dia mampu mengerjakan hal apapun, di tambah dengan dua kaki, diapun bisa mencari apapun yang di butuhkan, dengan dua mata untuk melihat peluang apapun yang memungkinkan bisa bekerja, dan kenikmatan-kenikmatan lain yang Alloh anugerahkan pada manusia, jadi sebenarnya kita punya banyak kemampuan untuk mempunyai mata pencaharian yang lain selain dengan kemampuan kita mengajar. Adapun bila nanti pada realitanya kita mendapatkan penghargaan berupa upah dari jerih payah kita mengajar itu tidak masalah, bukankah kita tidak pernah mengharapkan dan tidak memintanya ?!, karena memang itu murni anugerah atau fadhol dari yang maha kuasa.
Semoga Alloh membukakan hati orang-orang yang berilmu untuk bisa mengabdikan dirinya pada Alloh SWT dengan keilmuannya, semata-mata hanya karena Alloh dan Rosul
Semoga Alloh SWT membukakan hati orang-orang yang berilmu untuk bisa mengabdikan dirinya pada Alloh SWT dengan keilmuannya, dengan jalan menyebarkan pengetahuan yang dia punya seluas-luasnya pada orang-orang yang membutuhkan, semata-mata hanya karena Alloh SWT dan Rosul Nya, tidak karena selain itu, sehingga esok akan tercipta generasi-generasi penerus yang handal dengan keilmuannya dan ahlak mulia, amin amin. Tak lupa saya selalu memohon pada Alloh yang maha segalanya untuk saya bisa tetap konsisten dengan prinsip saya, istiqomah di jalan Nya dengan cinta ilmu dan orang-orang yang berilmu, sehingga dengan ilmu yang Alloh SWT anugerahkan kepada saya tsb, saya selalu mendapat ridloNya, amin amin amin ya Alloh amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s