Penderitaan hidup bagiku merupakan satu tiket untuk kebahagiaan abadi di ahirat kelak, buat apa mengeluh kesahkannya, toh semuanya tidak akan bisa berkurang, bahkan seringkali menambah gersang dan gelisah hati, tapi sebaliknya dengan menikmati dan menerima setulus hati akan ada kedamain jiwa yang bisa di rasakan. Hidup ini hanya sekali, begitu kita mati tak akan bisa beramal lagi, karenanya optimalkan sisa umur kita demi memperbanyak amal baik di dunia untuk bekal kehidupan abadi di ahirat kelak, buat apa kita bahagia di dunia tapi menderita di ahirat (ma’adzallaoh), kalau ada orang yang berpendapat “hidup ini hanya sekali, sebentar pula, karenanya jangan sia-siakan sisa  umur ini dengan kesusahan, kecaplah sepuas-puasnya kenikmatan duniawi ini selagi usia masih tersisa ,” sungguh itu paradigma yang amat keliru, adalah pendapat orang yang tidak memahami bahwa pada hakikatnya justru karena hidup di dunia yg hanya sekejap inilah, sudah seharusnya segera diisi dengan sebanyak mungkin perbuatan-perbuatan baik.

Prinsipku  hidup di dunia merupakan amanat dari Tuhan untuk kita beramal sholih, Tuhan memberikan kesempatan umur kepadaku untuk aku siapkan bekal kehidupan abadi di ahirat kelak, kalau kehidupan di ahirat nanti akan abadi bukankah sudah sepatutnya kita mempersiapkan perbekalan yang maksimal agar supaya kelak kita tidak jatuh miskin…

Penderitaan, kegagalan atau kepahitan dalam kehidupan bagiku merupakan satu anugerah yang Tuhan berikan padaku agar supaya aku bisa lebih pintar dalam menjalani kehidupan, dengan melewati masa-masa itu aku bisa semakin dewasa dalam menjalani hidup, aku semakin bisa berempati lebih pada sesama, aku bisa lebih tegar dalam menjalani berbagai macam tempaan kehidupan, aku jadi lebih mengenal-Nya, dan yang membuatku bersyukur adalah karena aku bisa semakin merasa sangat dekat dengan-Nya dan selalu membutuhkan-Nya. Hingga pada ahirnya aku tertumpu pada satu kesimpulan bahwa ternyata manusia, siapapun dia, bagaimanapun dekatnya dengan kita, sama sekali tidak bisa sedikitpun di andalkan, malah seringkali justru mengecewakan diri kita, dia berbuat baik karena sesungguhnya dia mengharap kebaikan dari kita, tapi Tuhan tidak, Dia maha baik yang tidak pernah mengecawakan, dia selalu berbuat baik untuk manusia tanpa Dia sendiri mendapatkan apapun dari mereka, semua semata-mata hanya karena kasih-Nya, Dia selalu ada di saat-saat aku dalam kondisi apapun, ketika aku lalai Dia siap menerima taubatku, Dia maha baik, maha segalanya, karenanya tak sepantasnya aku berharap apapun pada selain-Nya.

Tuhan selalu menuntunku kala aku diliputi kegelapan, ketika aku di rundung sedih dan putus asa, Diapun selalu datang menghiburku dengan janji-janji pada ayat-ayat-Nya. Karenanya aku selalu berbaik sangka pada-Nya bahwa sebenarnya derita yang aku jalani dalam hidup ini sebenarnya satu suplemen untuk kesehatan batinku.
Hidup hanya sekali buat apa kita penuhi dengan keluh kesah yang hanya akan menambah daftar dosa-dosa kita kelak di ahirat kelak, bukankah yang merugi ahirnya kita sendiri ?!, syukuri saja semuanya sebagai anugerah, sebagai nikmat yang terselubung derita, yang darinya sebenarnya kita mendapatkan banyak hikmah, indah bukan kalau kita berprinsip seperti itu ?!. coba kalau kita selalu berkeluh kesah pasti semakin gersang jiwa kita, akan semakin menderita hidup kita,  tapi dengan selalu bersyukur hati akan damai, memandang kehidupan jadi optimis, otomatis akan terpancar dari situ hakikat kebahagiaan jiwa.
Aku selalu berharap agar supaya Tuhan selalu ada bersamaku, membimbingku tetap konsisten di jalan-Nya, istiqomah dalam menyuarakan syariat-syariat-Nya, yang kelak akan aku tanamkan prinsip-prinsip itu pada anak-anakku, bahwa merekalah kelak generasi penerus perjuanganku dalam menyuarakan amanat ajaran-ajaran-Nya. Semoga Tuhan juga bisa membersihkan sepenuhnya kekeruhan hati ini dari berbagai penyakit hati yang akan menggerogoti bekal amal ibadah  untuk kehidupan ahirat nan abadi. Semoga aku bisa selalu melihat sesama dengan pandangan kasih, dengan selalu berprasangka baik pada keburukan yang mereka lakukan padaku, apapun adanya, amin amin amin. .. Allohumma amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s