Rencana pemerintah yang akan mengadakan proyek besar jalur trans jawa adalah merupakan satu gagasan dan program yang memang menguntungkan kalau di lihat dari segi transportasi & perekonomian,maka sudah selayaknya sebagai rakyat mendukung sepenuhnya adanya proyek tsb, akan tetapi pertanyaannya apakah proyek tersebut sepenuhnya menguntungkan rakyat pula ?!, program-program pemerintah baik di lihat dari segi ekonomi, hukum dan lainnya idealnya adalah kembalinya demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itu sendiri, tapi sebaliknya apabila proyek tsb yang meraup keuntungan besar justru malah para kapitalis atau spekulan semata dan yang merasakan kerugian justrun rakyatnya, lalu apakah pantas pemerintah harus memaksakan rencana tersebut ?!, yang menjadi masalah di sini ternyata proyek tersebut salah satu jalurnya akan melewati tanah yang di peruntukkan untuk pengembangan pesantren. Cobalah pemerintah berfikir secara cermat dan jernih, segi apa saja dan bagaimana yang perlu di pertimbangkan , apakah itu aspek untung ruginya dari sudut ekonomi atau dunia pendidikan ?!, tentu keinginannyaya tidak di rugikan dua-duanya atau di untungkan dua-duanya, tapi kalau ternyata salah satunya ada yang di rugikan, mana yang harus di pilih ?!, sekedar untuk bahan dasar dalam memilih ialah : bukankah selama ini tidak perlu di ragukan lagi dunia pendidikan yang berbasik pesantren mempunyai kontribusi yang cukup jelas bagi pemerintah, sebab pendidikan dalam dunia pesantren yang lebih di utamakan adalah aspek keagamaan, otomatis bangsa yang lebih memahami agama akan lebih membantu ketentraman dan kesejahteraan negaranya.
Asumsi yang perlu di luruskan
Bagi sebagian orang memangbanyak yg berfikir dangkal, kenapa warga pesantren menolak keras proyek tsb padahal jelas-jelas jalur tsb sedikitpun tidak menyentuh kawasan ( bangunan ) pesantren, hanya melewati tanah-tanah yang tidak berpenghuni, tapi bagi warga masyarakat yang “asli pesantren”,(mengapa saya katakan dalam tanda kutip demikian ?, karena banyak warga masyarakat yang realitanya di lahirkan di lingkungan pesantren tetapi merupakan sekedar tanah kelahirannya saja, memang mereka dari keluarga pesantren tapi tidak mempunyai ruh pesantren, artinya tidak benar-benar memahami esensi dari pesantren itu sendiri ) yang di lahirkan di dunia pesantren yang tiap desah nafas dan gerak tubuhnya di abdikan sepenuhnya untuk pendidikan pesantren pemikirannya tidak serendah itu, bagi mereka pesantren adalah merupakan nafas hidup, harga diri, nyawa dan kehormatan yang harus dipertahankan dan di perjuangkan sepenuh jiwa, karenanya menjaga dunia pesantren berikut sesuatu apapun yang di amanatkan untuk masa depan kelangsungan pesantren itu sendiri merupakan sesuatu yang sama artinya dengan kelangsungan pengembangan agama islam. kalau sampai ada yang beranggapan dengan adanya penolakan tersebut di artikan sebagai salah satu pembangkangan pada ulul amr ( kepemerintahan ) yang kalau di lihat dari segi agama itu terlarang, mengapa mereka sampai melakukannya ?!, bukankah mereka lebih faham dalam hal tsb, perlu di ketahui oleh yang belum tahu atau pura-pura tidak tahu atau yang tidak mau tahu, mereka sama sekali tidak menolak program pemerintah atau membangkang kebijakan tsb, tapi yang perlu digarisbawahi di sini, sekali lagi  mereka sama sekali tidak bermaksud  menentang program-program pemerintah, hanya saja yang di inginkan mereka adalah mengalihkan proyek tsb ke jalur lain demi untuk menyelamatkan amanat leluhur mereka berupa tanah yang di peruntukkan bagi pengembangan masa depan pesantren. Sedangkan yang menjadi alasan utama pemerintah selama ini, kalau proyek tsb di alihkan ke jalur lain salah satu dampak kerugiannya adalah akan menerjang danau yang otomatis dari kalkulasi ekonominya akan merugi, tapi apakah danau lebih berharga daripada dunia pendidikan agama ?!. Pemerintah selama ini sedang gencar-gencarnya meningkatkan dunia pendidikan berikut mutunya dengan mengadakan program bos, UAN dll, bukankah pemerintah lebih baik melestarikan pendidikan yang sudah jelas kontribusinya daripada membangun sesuatu yang masih samar hasilnya. Memperjuangkan kelangsungan pesantren bagi orang pesantren itu sendiri sama halnya seperti memperjuangkan agamanya, artinya agama tidak akan bisa di tebus dengan kompensasi berbentuk apapun juga, dan itu adalah prinsip dasar, bagi orang-orang yang sangat memahami dunia pesantren, yang benar-banar berjuang hanya untuk pesantren !!!, dari situlah tercetus pernyataan mereka bahwa mereka memberikan “harga mati” untuk menolak kawasan pengembangan pesantren di lewati oleh jalur tol cikapa dengan menolak mentah-mentah kompensasi berupa  apapun !.
Perjuangan dan doa
Perjuangan mereka akan terus bergejolak selama nyawa masih tersisa, mereka akan berjuang dan terus berjuang demi agamanya. Mereka berjuang hanya berbekal tekad dan doa bukan untuk mempertahankan status quo seperti yang di suudzonkan oleh sebagian kalangan atau dari segi duniawi lainnya. Silahkan buka mata hati masing-masing agar supaya dapat melihat dengan sejernih-jernihnya apa yang mereka perjuangkan, dengan berbaur bersama mereka misalnya, atau mengadakan dialog secara langsung. Semoga masih tersisa para penguasa yang berqolbun saliim, sehingga dapat pula membantu perjuangan mereka demi menyelamatkan aset pendidikan agama yang selama ini di junjung tinggi, harapan terahir semoga Tuhan berkenan memberikan hidayah bagi orang-orang yang berusaha meruntuhkan persatuan dan ketentraman pejuang-pejuang pesantren, dan para penguasa yang berhati batu yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya semata. Pun semoga Dia selalu menolong para pejuang-pejuang agamaNya agar tetap konsisten di jalur yang di ridloiNya, amin. Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar !, Al-Islaam ya’lu wa la yu’la ‘alaih, teruslah berjuang saudara-saudaraku…

*Tulisan ini di muat di majalah Ladunni terbitan pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon edisi Juni 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s