Wanita, sudah seharusnya mampu menjaga secara utuh kehormatan yang dia punya, kehancuran sebuah kehormatan yang di porak porandakan oleh fihak lain pada hakikatnya di sebabkan semata-mata karena dia sendirilah yang memberikan kesempatan untuk itu. bukankah di mana ada kesempatan di situ ada jalan ?. Kita ambil sebuah contoh dari sesuatu yang biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat kita,  cinta antar remaja misalnya yaitu ketika ada orang lain (pria) yang menawarkan atau menjanjikan keindahan cinta nan semu, oleh sang wanita di sambutlah tawaran tersebut dengan penuh suka cita bahkan demi melegitimasi kemaksiyatan yang dilakukan, di kemukakanlah berbagai macam alasan, di antaranya anggapan bahwa hal tersebut masih dalam batas kewajaran sebagai seorang wanita normal atau sebagai sosok remaja yang sedang mengalami masa nya dst, seharusnya dengan berbekal ilmu dan iman, dia bisa lebih cermat dalam bertindak dan cerdas dalam berfikir, bahwa pria yang menawarkan keindahan cinta yang di laknat itu sesungguhnya seorang pria yang tidak bermoral, yang tidak bisa memposisikan diri wanita sebagai sosok yang perlu di jaga kehormatannya ?!, lalu sebagai wanita terhormat akankah kita dengan rela hati menyerahkan diri kita, cinta kita bahkan kehormatan kita pada sosok serendah itu ?!. Bahkan anehnya tidak jarang kita menemukan justru para wanita sendirilah yang dengan rela hati menjual murah atau menyodorkan kehormatan dan cinta kepada para pria yang sepatutnya tidak pantas menerimanya, yang belum di ridloi Alloh karena dia belum menjadi suami. Dahulu kala hal itu lumrah di lakukan oleh para wanita yang mempunyai pengetahuan agama rendah, tapi ironisnya yang terjadi sekarang justru malah tidak pandang bulu, mereka yang di lahirkan dalam dunia yang kental agamapun bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya melanggar tatanan norma masyarakat dan agama tsb, ma’adzallah… !!!, Lalu mau di jadikan apakah generasi penerus bangsa dan agama ini kelak, jika figur calon ibu sebagai sosok sang pendidik utama berakhlak rendah seperti yang kerap terjadi pada fenomena kehidupan sekarang ini ?!. memang, pada zaman sekarang banyak kita temukan orang-orang pandai tapi anehnya mengapa kebodohan-kebodohan itu masih kerap terjadi?!.

Peran seorang ibu

     Ibu, adalah  sebagai madrasatul ummah begitu lah nabi menggambarkan secara konkrit sosok penting peran seorang Ibu bagi bangsa. Untuk menjadi sekolah sebuah ummat tentunya di perlukan khasanah keilmuan yang tinggi dan kekukuhan   pondasi keimanan demi terwujudnya kwalitas sempurna bagi murid-murid yang menimba ilmu di dalamnya. Sebagai seorang wanita muslimah tentunya tuntutan tersebut menjadi suatu keharusan, karena di tangan merekalah bakal terwujud cikal bakal penerus perjuangan kemulyaan islam dan umat. Bagaimana bisa di harapkan penerus perjuangan islam yang handal jika pada sosok pendidik tidak bisa di jadikan panutan dalam keimanan dan keislaman ?. Di tangan sosok wanitalah akan tercipta kestabilan sebuah bangsa karena wanita berperan sebagai tiang sebuah negara,  jadi kehancuran dan kebaikan  sebuah negara faktor penentu utama ada pada wanita, seperti pada sebuah hadist, nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa :

المرأة عمـاد الـبلاد ان صـلحت فصـلحت وان فسـدت ففـسدت   untuk itu bisa kita simpulkan bahwa andaikan dalam suatu negara moralitas para wanitanya rendah, berarti kehancuran negara tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja.

      Sungguh  keliru sebuah paradigma yang mengatakan : tidaklah penting seorang wanita mencari ilmu setinggi mungkin, toh pada ahirnya dia kelak akan kembali kepada habitatnya yakni mengurus urusan dapur semata, justru saya di sini mengatakan sebaliknya, sudah menjadi suatu keharusan bagi wanita untuk mempunyai ilmu yang luas dan tinggi, Untuk apa ? untuk siapa ?, di samping untuk bekal ibadah tentu juga untuk bekal kelak menjadi seorang  ibu sebagai pendidik awal dan utama bagi generasi-generasi penerus bangsa, negara dan agama. Tuntutan tersebut semestinya sudah tertanam di dalam diri seorang wanita jika dia menyadari betapa penting peran utamanya dalam menentukan kebaikan dan kejayaan sebuah bangsa, agama dan negara.  Kepiawaian keilmuan tersebut pada hakikatnya terutama untuk hal-hal yang telah di sebutkan di atas, karena peranan penting seorang ibu dalam pendidikan anak lebih banyak dari pada seorang bapak, di mulai dari kandungan, sesudah melahirkan, menjadi seorang bocah sampai dewasa, bahkan selama hidup tuntutan itu selalu ada, demi membimbing dan menjadi penasehat bagi anak-anaknya dalam mengarungi berbagai macam problematika hidup. Seorang pendidik yang  memahami agama secara baik pasti selalu menanamkan syariat-syariat islam dalam setiap gerak pendidikannya baik ketika dia menyusui, memandikan, memberikan makanan, minuman, berinteraksi dengan lingkungan dan tentunya berperan penting dalam mengenalkan Tuhan dan RosulNya. Sehingga tak bisa di pungkiri dia harus mempunyai bekal keilmuan yang tinggi, keimanan yang teguh, ketakwaan yang kuat dan budi pekerti yang mulia demi terwujudnya cikal bakal penerus yang teruji dalam memperjuangkan kejayaan bangsa, negara dan agama.

     Tidaklah heran bahwa nabi Muhammad SAW telah lebih dini memperingatkan para pria, para calon suami untuk lebih jeli dan teliti dalam memilih calon istri, bisa kita baca pada sebuah hadist beliau :

تنكـح المرأة لأربع لمالها ولحـسبها ولجمالها ولديـنها فاظفر بذات الدّيـن تربت يداك                                                                                               Mengapa demikian ?!, kenapa faktor agama lebih di utamakan daripada faktor lainnya ?, mari kita cermati hadist tsb secara teliti, adalah karena sesungguhnya sang suami ketika memutuskan menjadikan salah seorang wanita sebagai seorang istri tidak saja untuk pendamping dirinya, tapi yang lebih utama adalah karena di tangan sang wanita itulah anak-anaknya kelak akan di didik dan di cetak sesuai dengan impiannya selama ini, tentu menjadi anak-anak yang baik yang mumpuni dalam ilmu dan agama, yang berakhlak karimah. Bukankah wanita yang pemahaman agamanya lebih banyak akan lebih optimal dalam ikhtiar mencetak kader-kader seperti yang di harapkan Itu ?.

     Seorang wanita bisa menemukan hakikat tersebut tentu di perlukan pengenalan yang dalam pada masalah agama, karena dengan mengenal agama lebih dalam, seseorang akan mampu memahami untuk apa seorang wanita di tuntut mumpuni dalam keilmuan. Di  samping keilmuan, ada faktor penting lain yang di butuhkan bagi seorang ibu sebagai pendidik ummat yaitu ketakwaan, keimanan yang teguh dan akhlak mulia, karena dia akan menjadi cermin pribadi bagi murid-muridnya, dengan berbekal Ilmu, iman, takwa dan akhlak mulia dia bisa mempunyai kesabaran ektra dalam menjalankan tugas mulia demi mencetak kader-kader andalan, karena tidaklah mudah mewujudkan semuanya tanpa bekal semua itu.

     Untuk itu, segeralah sadar wahai wanita-wanita muslimah, karena di tangan kalianlah penentuan baik buruk  sebuah bangsa, agama dan negara. Segera enyahkan kemalasan yang menyelimuti diri kalian. Hempaskan sejauh mungkin nafsu-nafsu syaitan yang selama ini bercokol dalam jiwa dan fikiran kalian, kubur dalam-dalam sejarah kelam dunia percintaan kalian yang selama ini di laknat Alloh dan RosulNya, kenikmatan yang ada pada dunia percintaan kalian hanya terdapat pada kulit semata, karena pada hakikatnya derita dunia ahiratlah yang akan di dapat, siksaan dunia yang harus di rasakan karena kalian akan selalu merasakan kerinduan yang  mendalam dan tidak bisa secara maksimal fokus pada pelajaran sehingga  bisa berakibat jiwa kita selalu menuntut untuk senantiasa memenuhi hasrat cinta dan di ahirat kelakpun kalian akan merasakan penderitaan berupa siksaan karena telah melakukan perbuatan durhaka yang tidak di ridloi Alloh SWT, jadi apa keuntungan yang di raih dari kenikmatan cinta sesaat yang di laknat tersebut ?!. segeralah songsong masa depan kalian sebagai calon pendidik umat dengan memperbanyak ilmu, meningkatkan keimanan dan ketakwaan pun dengan belajar menyempurnakan kemuliaan akhlak sehingga kelak kalian dapat menjadi istri sholihah yang di ridloi Alloh dengan bekal ridlo suami dan mampu mencetak kader-kader islam yang handal keilmuan dan keimanan sehingga kalian mempunyai andil yang cukup besar dalam mewujudkan satu kesatuan baldatun toyyibatun warobbun ghofur, juga demi kejayaan islam wal muslimin. Semoga Alloh senantiasa menuntun dan menolong kita untuk mewujudkan cita-cita mulia itu dan selalu tmelindungi kita dari bujuk rayu syaitan beserta koneksi-koneksi dan antek-anteknya, selamanya, amin Allohumma amin…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s