Duuh Robb
Dendam ini masih mengkristal di kedalaman hati
Walau berkali ku coba menggerusnya dengan dzikir-Mu
Kobaran amarah seringkali tak terbedung
Sekejap menghanguskan prinsip imanku
Letupan-letupan nafsu iblis itu selalu menganggu kesejukan khusyu’ku
Semakin kencang aku berlari, semakin cepat pula dia mengikuti
Tak pernah lelah aku merambah usaha
Demi menjauh dari berbagai jenis marabahaya
Ku telan pahitnya pil istiqomah
Demi menghindar dari virus-virus yang akan mematikan segenap iman islamku
Meraung-raung jiwa kerontang menyesali
Kenapa diri ini tak jua kaaffah dalam keteguhan takwa
Amarahku masih seperti kobaran api neraka
Lakuku masih tetap jahiliyah
Fikiranku masih sekotor sampah
Ibadahku masih compang camping
Suara mulutku masih senista hamiir
Duuh Robb…
Aku mencoba mencari kedamaian dalam jama’ahku
Aku mencoba mengorek kesejukan jiwa dalam baktiku pada anak dan suamiku
Aku  mencoba mengais keteguhan iman dalam ngajarku
Tapi tak jua ku raih  putih jiwa
Suci hati sejuk batin
Kenapa diri ini masih serendah anjing
Kenapa iman ini  masih seperti si bangsat keparat

yang tak pernah mengenal ilmu-ilmu-Mu
Duuh Robb…
Karena itu
Jangan pernah sedetikpun beranjak tinggalkan hamba
Hanya Engkaulah satu-satu yang hamba  percaya
Untuk bisa mewaranai hitam ke putih
Tuk menghiasi jiwa seindah pelangi ciptaan-Mu
Duuh Robb…
Untuk selalu tetap bersama-Mu
Untuk meraih peringkat kemuliaan di sisi-Mu

untuk bisa mengecap manis qodlo qodar-Mu
Memang tak semudah mulut bicara

walau semua seperti menelan bara

tak akan pernah aku putus berharap

tak akan pernah aku izinkan jiwa ini enggan mencari 

keasrian bersama-Mu, keteguhan prinsip imanku

walau jasad harus tercabik-cabik hina

walau harus aku menahan perih luka

walau diri ini harus bertaruh nyawa

tekad tetap akan tertancap kuat

aku akan tetap mencari mencari dan terus mencari

hingga ahirnya suatu saat kita bertemu sambil menatap keindahan wajah-Mu
Duuh Robb…
Hiasi diri hamba dengan takwa
Polesi bibir hamba dengan kelembutan Rahman Rahim-Mu
Anugerahkan kepada hamba mahkota kemuliaan dengan

senantiasa mencintai-Mu

dan mencintai Rosul-Mu 
Pegang erat-erat jiwa hamba
Agar selalu istiqomah di jalur syariat-Mu

ikutkan hamba bersama segenap kekasih-kekasih-Mu

Ampuni hamba yang berharap terlalu sempurna

dengan jiwa yang  jauh dari sempurna

bukankah untuk suatu doa Engkau  juga cinta ?!

Engkau juga memerintah ?!

Semoga hamba bisa menggenggamnya segera, amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s