Duhai para syuhada’, para putra syuhada’, para pendamping syuhada’
Meratap tanpa airmata 

dalam cengkraman cakar-cakar kuffar
kini mereka tersenyum indah karena telah

bertemu kekasihnya
Banjir darah mereka, banjir airmata kami di sini
Tercabik, tersayat hati
Menatap kebiadaban para lasykar syaitan
terdengar jeritan mereka di tengah kecamuk pertikaian
Di antara desing peluru dan dentum meriam

rintih mereka tersaput lirih, mengalir di antara genangan darah
duuuh, masih tersisakah esok hari nafas dalam raga kami ?

duuh, siapa lagikah besok yang harus meradang nyawa,

Menahan perih luka ?

seorang ibu berlari kebingungan mencari anaknya

ada bayi yang menangis di tengah-tengah mayat ibu bapaknya

anak-anak kecil tak berdosa bergegas ketakutan di antara yang terluka 

Jerit tangis mereka bergaung hingga ke segenap penjuru dunia
meresap di relung kedalaman hati, menusuk perih jiwa,

di sini
semua  meradang murka
darah bergelegak meluap 

memuncratkan sumpah serapah
bisik samarku tersaput titik airmata

saudaraku, apa yang mampu aku rubah ?
lalu, segera aku bersimpuh, bersujud, meratap, memohon dengan segenap jiwa,

pada sang maha perkasa
Allohummma mazziqhum kulla mumazzaq, Allohumma

farriq jam’ahum wa syattit syamlahum…
Tanpa kekuasaan, tanpa keahlian tanpa kekayaan yang aku punya
Hanya adh’aful iman yang ada, itupun
Semoga bisa merubah semua menjadi damai seperti semula, amiiin…

tetaplah bersama Tuhanmu wahai para syuhada’,

pesta  surga dan elok bidadari-bidadari 

telah lama menantimu

palestinaku, yakinlah !!!, nashrun minalloh wafathun qoriib…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s