Sebagian besar manusia tidak dapat berfikir secara jernih, walaupun ada pada mereka anugerah ilmu dan akal yang sempurna, penyebab salah satunya adalah karena kebersihan hati yang ternodai, baik dengan adanya sifat-sifat yang tercela seperti iri, hasud, dengki dll. Sehingga kejernihan akal dan ilmu tidak dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, atau ketika di hadapkan pada dua pilihan, dia tidak dapat memutuskan mana yang harus menjadi skala prioritas.Bisa pula yang menjadi penyebabnya adalah karena hawa nafsu yang telah menguasai dirinya.
Seringkali akal kita membenarkan bila melihat sesuatu yang salah atau yang akan dilakukan itu sesuatu yang melanggar norma-norma agama, tapi seringkali pula akal kita di kalahkan oleh nafsu, sehingga kita kemudian tidak mau mendengarkan nurani kita yang berkali-kali menganjurkan kita untuk segera meninggalkannya, nurani kita memanggil-manggil untuk kita segera bangkit melakukannya dan nurani kita mengatakan bahwa bila hal tsb di abaikan maka penyesalanlah yang akan kita telan pada ahirnya.
Dapat kita saksikan pada fenomena kehidupan manusia pada umumnya ketika ada pengumuman sembako gratis, pembagian zakat atau sumbangan-sumbangan sosial, akan dengan segera mereka datang berbondong-bondong bahkan sampai nyawapun rela dipertaruhkan demi mendapatkan semua itu, tapi ironisnya ketika ada panggilan adzan, sebagaimana kita ketahui bahwa itu adalah panggilan untuk mendapatkan keuntungan ukhrowi, karena dengan jelas terdengar pada salah satu kalimat pada adzan tsb yaitu : hai’alal falaah… yang bisa diartikan dengan beberapa kalimat : mari kita menuju kebahagiaan, atau kejayaan, atau kemenangan, tapi coba kita tengok tak banyak di antara kita yang menyadari bahwa sebenarnya itu adalah panggilan Tuhan yang di tujukan kepada manusia untuk pembagian kekayaan ahirat, agar manusia selamat dari kepailitan di ahirat kelak atau untuk menjaga manusia dari kemungkaran dan kejelekan karena “ inna ash-sholaata tanha ‘anil fahsyaa-i wal munkar “ (sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar, Al-Ankabut 45), Hanya sedikit dari manusia yang mendapatkan anugerah bisa mendengar panggilan kebahagiaan tersebut sehingga dengan segera dia mengambil air wudlu kemudian berpakaian rapih dan segera menghadap kiblat untuk menuju kemenangan itu, menang dari hawa nafsu, atau menuju kebahagiaan karena dia berbahagia telah menjadi salah seorang yang mendapatkan pahala di sisi Alloh SWT, dan menuju kejayaan, berjaya karena dia termasuk salah seorang yang bergelimang kekayaan di ahirat kelak dengan mendapatkan anugerah rahmat dan ridlo-Nya.
Satu contoh lagi yaitu, ketika ada panggilan untuk belajar ( sekolah atau belajar mengaji-belajar ilmu agama- ), pada hakikatnya itu adalah panggilan untuk seseorang mendapatkan ilmu, ilmu untuk bekal menyempurnakan ibadah, karena ibadah tanpa ilmu sia-sia dan ilmu tanpa ibadah bagaikan pohon tak berbuah.
Anehnya kebanyakan dari kitapun tidak menyadari hakikat hal tsb, dengan berbagai macam alasan kita ringan-ringan saja ketika mengabaikannya, jadi mengapa kalau ada pembagian pahala dan ilmu kita enggan segera menyambutnya tapi kalau ada pengumuman pembagian barang gratis atau pembagian uang dengan segera kita mendatanginya ?, apakah karena mata batin kita sangat tertutup dengan gemerlap duniawi.
Padahal tak sekali Alloh memperingatkan manusia untuk berhati-hati pada hawa nafsu, di antara warning itu terdapat pada surat Yusuf ayat 53 yang artinya : sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan.
Memang tak cukup kebeningan hati dapat kita genggam hanya dengan berbekal akal dan ilmu semata, karena tak jarang kita temukan seseorang yang mempunyai akal sehat ataupun mempunyai ilmu yang tinggipun bisa mengabaikan tatanan syariat Tuhan di sebabkan tergoda oleh bujuk rayu syaitan.
Iblis pernah memberikan satu pernyataan sumpah di hadapan Tuhan, ketika dia di usir oleh Tuhan dari surga dan akan menjadi mahluk yang selalu mendapatkan laknat sehingga di ahirat nerakalah tempat yang Tuhan sediakan untuk kediamannya kelak. Saat mendengar kutukan tersebut spontan iblis bersumpah dia akan menjerumuskan semua anak cucu Adam, terkecuali hamba-hamba Tuhan yang berhati bersih atau biasa di kenal dengan istilah ikhlas, keterangan tersebut dapat di baca secara jelas dalam Al-Quran surat Al-Hijr 39.
Hati yang ihlash sangat mungkin di raih bagi orang-orang yang senang berbuat kebaikan (muhsinin), dan orang-orang yang senang berbuat kebaikan mempunyai potensi yang cukup besar dalam mendapatkan rahmat dan ridlo dari-Nya, sehingga bukan hal yang tidak mungkin dengan bekal rahmat dan ridlo-Nya manusia bisa mempunyai hati yang bersih sehingga amal bisa di terima dengan mulus ketika di haturkan di hadapan Alloh SWT yang maha kuasa. Sebagaimana firman Tuhan yang terdapat pada suratAl-‘A’rof 56, yang artinya : “Sesungguhnya rahmat Alloh sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”.
Dengan kebeningan hati, kita dapat melihat secara jelas hal apa saja yang patut kita hindari dan yang harus kita kerjakan.Untuk mendapatkan hati yang bersih sudah barang tentu dengan cara berusaha sekuat kemampuan kita, juga dengan cara memohon (berdoa) pada Dzat yang menciptakan hati. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu kita harus menjauhkan diri kita dari perasaan jenuh, bosan atau putus asa dalam berusaha dan berdoa, karena putus asa adalah musuh keberhasilan apalagi putus asa dalam mengharapkan rahmat-Nya, karena hal tersebut sungguh sebuah larangan keras, seperti firman-Nya yang terdapat pada Al-Qur’an surat : Yusuf 87, Artinya : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Alloh, sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Alloh, hanyalah orang-orang kafir.
Semoga kita senantiasa terhindar dari bujuk rayu syaitan dan di masukkan ke dalam golongan orang-orang yang berhati bersih, minashiddiqiin wasy-syuhada’ wash-shoolihiin, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s