Bunda.

Di ujung gelisah, kulukis tiap garis wajah teduhmu

Ada rona kecewa yang terpancar dari rautmu

Karena menyimpan kerinduanmu padaku

Garis wajahmu melukiskan sejuta ketegaran yang begitu kukuh bersarang dalam jiwamu

Bunda,

Di sini

Dalam sepi sendiriku

Dalam kebisuan suasanaku

Ada rindu yang membuatku tergugu

Kusimpan isak perih air mata pada kedalaman batinku

Tiap pagi menjelang

Ku basuh luka dengan doa

Jika malam beranjak kelam

Ku usap air mata bersama lantunan ayat-ayat agung itu

Bunda,

Demi meraih ridlo-nya

Aku harus rela melakukan apapun yang di gariskan-Nya

Semua ananda persembahkan untukmu bunda

Walau seringkali realita ini menusuk perih jantungku

Darahnya telah mengering seiring hembusan nafasku yang semakin memburu

Sejuta cerita tentang  kerinduanku padamu tak pernah aku bisa ungkapkan dengan apapun itu

Engkau sendiripun tak pernah tahu

Bahwa betapa sakitnya

ananda harus jauh dari damai pelukmu

Surga belaianmu

Suara merdu nasihat-nasihatmu

Bunda,

Andai engkau tahu aku lakukan semuanya untuk kebahagiaanmu

Kelak

Walau aku harus relakan diriku hancur tak berbentuk olehnya

Tak apa…

Asal egkau bahagia pada ahirnya

Bunda,

di sini ananda selalu merindumu..

walau engkau tak pernah tahu

Tapi aku yakin suatu saat engkau akan tahu

tentang semua pengorbananku ini

yang ananda persembahkan untukmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s