Tulisan ini adalah terinspirasi dari dialog salah seorang saudara sepupu saya di TVRI dalam acara Dunia Pesantren ya tulisan ini adalah terinspirasi dari dialog salah seorang saudara sepupu saya di TVRI dalam acara Dunia Pesantren yang di tayangkan pada bulan Romadhon th 2009, dalam sebuah uraian dia mengatakan bahwa “sesungguhnya ibadah kita pada Tuhan dan ketentuan apapun yang datangnya dari Tuhan adalah keindahan, puasa itu indah, berlapar-lapar itu indah, musibah itu indah, sholat malam itu indah dst”, lalu salah seorang penyiarnya bertanya : “Ustadzah, koq bisa sih sholat malam itu di katakan indah, kan lg enak-enaknya tidur trus bangun koq indah sih, berlapar-lapar ketika puasa atau musibah itu indah ? bagaimana anda bisa mengatakan seperti itu, di mana letak keindahannyav?”, dia menjawab, “mendekatlah kepada Alloh niscaya engkau akan bisa merasakan keindahan itu”  tapi sayangnya saudaraku tsb tidak menerangkan lebih rinci tentang arti dari keindahan tersebut yang sekiranya orang awam dapat dengan mudah memahaminya, bagaimana cara meraihnya dan apa dampak positif dari keindahan yang dia rasakan itu. Suamiku yang pada saat itu sedang menyaksikan acara tersebut bertanya kepadaku, “apa jawabanmu apabila ada orang yang bertanya demikian mi ?”, aku terdiam saat itu dan belum bisa menjawabnya, dalam beberapa hari aku merenung dan terus berfikir untuk menemukan sebuah jawaban yang tepat dalam menggambarkan jawaban dari  pertanyaan tersebut yang sekiranya orang awam akan langsung bisa memahaminya. Ahirnya setelah 2 hari baru aku menemukan kerangka jawaban yang menurutku cukup gampang di fahami oleh orang-orang awam, aku menyimpulkannya tentu dari pengalaman spiritual pribadiku dan beberapa bagiannya aku kaitkan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini pernah aku baca dan yang pernah aku pelajari. Inilah sedikit uraianku tentang keindahan yg di maksud di atas.
Mengapa ada sebagian orang bisa memahami ta’abbud (rangkaian ibadah)  dan musibah itu sebagai sebuah keindahan dan ada sebagian yang lain tidak bisa memahaminya sama sekali ?!, saya di sini akan menjawab pertanyaan tersebut dalam sebuah perumpamaan, yaitu jawaban yang pertama :

Saya menggambarkannya seperti sebuah lukisan abstrak yang sarat dengan makna seni, bagi orang-orang yang sedikit banyak memahami arti keindahan dalam dunia lukisan tentu akan bisa dengan mudah membaca keindahan arti dari sebuah lukisan tsb, tp bagi sebagian lain yang sama sekali awam dalam dunia seni lukis tentu dia hanya bisa melihatnya sebagai sebuah coretan cat yang penuh dengan paduan warna tak beraturan dan tak dapat melihat dengan jelas apa arti dari lukisan tersebut, begitupun arti musibah bagi orang yang memahami esensi dari kehidupan dan memahami siapa yang berkuasa memberi kehidupan, tentu dia dengan cepat mengerti bahwa itu adalah satu bentuk teguran dari Tuhan atau suatu sarana taqorrub (pendekatan) yang Tuhan persembahkan untuknya, sehingga dengan adanya musibah tersebut dia bisa semakin dekat dengan Tuhan misalnya, dan segera mengambil butiran-butiran mutiara hikmah dari musibah tersebut sehingga dia bisa merasakan betapa indah sebuah musibah baginya atau dalam keheningan malam yang begitu syahdu, ketika sebagian besar manusia terlelap dalam kehangatan selimut masing-masing,dia guanakan kesempatan emas itu untk berkomunikasi lebih spesial dan intim dengan Tuhan, dia tersungkur lemah bersujud di hadapan sang Kholiq dalam rangkaian qiyamullail, tanpa ada seorangpun yang datang mengganggu kekhusyuan munajatnya dan pada saat itulah dia merasakan betapa keindahan sebuah rangkaian qiyamullail, sungguh untaian keindahan yg tak bisa di ungkapkan dalam rangakaian kata-kata, itulah beberapa contoh yang mungkin bisa di fahami mengapa ada sebagian orang mengatakan :  puasa, qiyamullail atau musibah itu indah, betul !, karena orang-orang tersebut amat memahami esensi dari puasa, musibah atau qiyamullail itu.
Contoh yang kedua adalah begini :

Ketika seorang ibu menjalani ritual dalam merawat bayinya atau suami tercintanya, walaupun bagi sebagian orang itu menyusahkan bahkan amat menjemukan, sebab dia harus bangun malam di tengah lelap tidurnya ketika sang bayi merengek meminta asi atau di pagi buta dia harus menyiapkan segala macam kebutuhan rumah tangga, menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya, dia hempaskan sejuta kemalasan yang sebenarnya seringkali mengganggu, kemudian pertanyaannya, mengapa dia dengan senang hati bahkan bangga mau melakukan semua itu ?, jawabannya adalah  karena dia melakukannya demi orang-orang yang dia sayangi dan dia cintai, tentu kalau tak ada rasa sayang ataupun cinta, mana mungkin dia mau melakukan hal-hal yang sebenarnya menyusahkan tersebut. Dari situ kita bisa memahami kenapa qiyamullail atau mendapatkan musibah bagi sebagian orang itu di katakan indah?, karena dia kenal dan mencintai orang yang memerintahkan atau memberi musibah tersebut, tak pernah terlintas sedikitpun prasangka buruk pada yang di cintainya dengan datangnya musibah tersebut atau adanya perintah dari yang dia cintai itu, yang bagi sebagian orang semua itu sebagai hal yang amat cukup sulit untuk dilakukan, tapi atas dasar perasaan cinta yang dia miliki, dia selalu berbaik sangka pada yang di cintainya itu, dan karena cinta itulah kemudian dia mau melakukan apapun yang diperintahkan demi yang di sayangi dan di cintainya, demi membahagiakan orang-orang yang di cintai dan di sayanginya, sebagai wujud dari rasa sayang dan cintanya. Itulah sedikit gambaran “menurut saya”, mengapa ada sebagian orang mengatakan puasa, sholat, qiyamullail dan ibadah-ibadah lainnya di katakan indah, karena dia mencintai Dzat yang memerintahkan hal tersebut dan karena dia memahami esensi dari perintah atau ketentuan dari Tuhan yang harus dia jalani tersebut sebagai bentuk dari pengabdian dia sebagai seorang hamba yang memang di ciptakan Tuhan hanya untuk beribadah, dan sebagai bentuk rasa syukur (terimakasih) pada Dzat yang telah banyak melimpahkan nikmat kepadanya, baik ibadah tersebut berupa ritual (sholat, menunaikan ibadah haji atau semacamnya) dan non ritual seperti bershodaqoh, berbuat baik pada sesama dan semacamnya. Lalu, bagaimanakah kita bisa mencintai Tuhan ?, salah satu caranya adalah dengan kita mengenali-Nya, bagaimana cara mengenalinya, Rosululloh SAW menggambarkan sebuah metode pengenalan Tuhan dengan cara kita mengenali diri sendiri terlebih dahulu “ barang siapa yang mengenali dirinya niscaya dia akan mengenali Tuhan-Nya” begitulah kurang lebihnya ungkapan Rosululloh SAW dalam sebuah hadist. Jadi, semakin kita mengenali diri sendiri kita akan semakin mengenali Tuhan,. Coba tanyakan pada dirimu “siapakah kamu?”, jawabmu, “aku adalah seorang manusia, seorang makhluq”, kalau begitu adakah yang menciptakanmu?, “ada”, siapa?, “Alloh”, bagaimanakah sesungguhnya kamu, “aku adalah orang yang lemah”, siapakah yang maha kuat?,” Alloh”, begitu seterusnya, semakin dalam kita mengenali diri sendiri semakin dalam pula kita mengenal Alloh, begitu kita semakin dalam dalam mengenali-Nya maka tentulah kita akan semakin mencintai-Nya, dan begitu kita mencintai-Nya niscaya rasa syukur kita, pengabdian dan keimanan kita akan semakin bertambah kuat, insya Alloh, sehingga kita akan merasakan apapun perintah-Nya, larangan-Nya dan segala macam ketentuan dari-Nya merupakan keindahan yang di persembahkan Alloh untuk kita, makhluq-Nya, sehingga rangkaian hari-hari yang di lalui di dunia ini merupakan suatu keindahan yang hakiki, yang tiada terkata dan tiada tara, karena semuanya adalah semata-mata hadiah terindah dari ALLOH  untuk makhluq-Nya. Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, semoga kita di golongkan menjadi orang-orang yang mencintai Dia tanpa pamrih apapun, amin.

2 responses »

  1. hafizu mengatakan:

    salam. saya menggunakan petikan saudari untuk modul usrah saya. moga saudari dirahmati Allah sentiasa

    • royannach mengatakan:

      Salam kembali, Alhamdulillah apabila ternyata tulisan saya ini bermanfaat bagi oranglain, baarokallohu lana walakum, amin. terimakasih atas atensinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s