Selalu bersyukur memang benar-benar tidak hanya mendapatkan kenikmatan yang berlipat ganda ( Q.S : Ibrohim 7 ), tapi juga ternyata ada jutaan karunia lain terpancar darinya, di antaranya adalah menjadikan jiwa tenang sehingga mewujudkan rasa optimisme dalam menghadapi berbagai macam tantangan dunia. Bersyukur juga mampu memupuskan kesedihan dan keresahan yang mengganggu jiwa sehingga melahirkan semangat hidup yang menyala-nyala.
Dalam menjalani hidup berusahalah senantiasa bersyukur, dalam menjalani titian umur yang semakin hari semakin berkurang cobalah dan teruslah mencoba menjalani peran apapun yang di takdirkan-Nya, berusahalah sekuat tenaga untuk memanfaatkan sisa amanat umur yang Tuhan berikan pada kita untuk mengais bekal di ahirat kelak, hingga ahirnya dalam menjalani hidup ini,cobalah menanamkan prinsip sumeleh (mengalir) seperti air, kenapa ?!, karena buat apa kita meronta kemudian mencoba melarikan diri dari semua itu, belum tentu yang kita pilih akan lebih baik daripada pilihan hidup yang Tuhan tentukan (baca, pilihkan) pada kita saat ini.Karena ilmu kita tentang apapun tak akan seberapa jika di bandingkan dg ilmu-Nya yang tiada terbatas, bukankah kata Tuhan ”boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu, Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ” (Q.S: Al-Baqoroh 216). Karena berontak dari takdir hanya akan semakin membuat jiwa semakin gelisah sehingga mengerucutkan rasa putus asa.
Ketika tekanan hidup semakin membuat kita tak bisa bernafas cobalah menghibur diri dengan berfikir seperti ini, seraya membuat untaian doa indah : “Robb, semoga saja derita hidup yang sedang aku jalani ini sebagai satu tiket dari-Mu yang di anugerahkan kepadaku demi mendapatkan satu kedudukan mulia di ahirat kelak bersama-Mu”. jadi anggaplah semua itu sebagai bentuk tirakat kita di dunia demi mencapai keridloan-Nya, dan semoga saja kita lulus karenanya, kita memohon kepada Dzat yang maha kuasa, agar supaya Dia membantu kita mewujudkan semua itu dengan rahmat dari-Nya, amin.
Memang, seringkali jiwa kita mencoba berontak dari ketentuan takdir yg menyakitkan, tapi segeralah menekan emosi jiwa itu dan menghibur diri dengan berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, kegiatan religi misalnya, seraya meningkatkan rasa syukur kepada sang Maha Agung, dengan cara mengingat-ingat beberapa kenikmatan yang selama ini Dia anugerahkan kepada kita dan dengan merenungi betapa banyaknya penderitaan orang dg dosis yang lebih tinggi daripada kita, hingga ahirnya kemudian mencapai ujung kesimpulan dalam alam fikir, “duuh.. betapa masih beruntungnya aku selama ini  jika di bandingkan dengan kepahitan hidup yang sedang menimpanya”, Lalu untuk apa  kita selalu mencoba menyuburkan perasaan-perasaan seperti itu ?, apa faidahnya ?, tentu agar supaya jiwa ini lebih tenang. bukankah berontak dari pilihan-Nya itu tidak saja membuat raga terhina tapi juga menjadikan jiwa ternoda !.

Hakikat dari rasa syukur adalah : mengetahui kenikmatan yg di berikan oleh sang pemberi nikmat tsb seraya mengagungkan-Nya dengan begitu akan bertambahlah kenikmatan jasmani di sebabkan sikap optimisme yang timbul dari perasaan tsb sehingga akal dan fikiran menjadi cemerlang dan jauh dari rasa putus asa yang akan menghambat masa depan seseorang, karena jiwa yang penuh rasa pesimis akan jauh dari ide-ide cemerlang dan tidak bisa di harapkan produktifitas dan kreatifitasnya.

Konsep syukur tidak hanya menambah kenikmatan  jasmani bagi sang pelakunya  tapi juga kenikmatan  rohani, sebab  jiwa yang  senantiasa sibuk melihat berbagai macam anugerah Alloh dan berbagai macam kebaikan-kebaikan-Nya akan mewujudkan energi positif  pada keimanan nya sehingga bertambah kuatlah  kecintaannya kepada Alloh dengan demikian  secara otomatis kedudukan dia di sisi Alloh akan semakin meningkat, sehingga kenikmatan apapun dari-Nya tidaklah begitu penting di matanya  karena terpenting bagi dirinya adalah justru Dzat yang memberikan kenikmatan itu sendiri.

Bersyukur merupakan kedudukan yang mulia yang membuat seseorang berbahagia baik di dunia ataupun di akhirat.

 Jadi,  marilah kita nikmati  apapun peran yang sedang dipilihkan Tuhan untuk kita dan berusalah menjalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Semoga saja Tuhan selalu membimbing kita, menolong kita dan menyayangi kita dalam keadaan apapun yang menimpa, dalam menjalani takdir baik maupun buruk dari Dzat yang maha baik, amin… Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s