Dingin malam kembali menyapaku
Seiring kerinduan yang tak jua jemu
Meluruhkan asa yang tak kunjung semu
Angin menghembuskan tanya yang tak pernah terjawab
Membuat jiwa tak sekali terjerembab
Malam ini
Telah kucoba pejamkan mata
Luruhkan gelisah yang tak jua sirna
Walau raga terasa lelah
Tapi hasrat ini tetap meronta
Menembus kegelapan malam
Memecah kesunyian dalam hati nan temaram
Walau rasaku hampa
Tapi asaku tetap berpijar indah
Mengerjapkan keindahan nan sarat akan makna
Ini ada samudera tanya
Gelombangnya menghantam karang jiwa
Sampai kapan kan temukan muara
Hingga tenang terasa
Ini ada kesunyian yang membekap jantungku
Menyesakkan rongga dadaku
Semakin memburu nafasku
Hingga iramanya berwujud hantu
Ku jajakan tanya pada semilir angin
Ketebarkan juga pada rumput yang terhampar dingin
Mana purnamaku itu
Kenapa terenggut mendung sebelum sempurna menyatu
Kelam malam makin merapat erat
Tak menyisakkan setitikpun cahaya yang tersekat
Senyap kelam sunyi senyap bagai sekarat
Desir angin ini begitu beku
Melengkapi jutaan rasaku
Tak jua kutemukan jawaban itu
Mana purnamaku
Mana keindahanku dahulu
Mana tarian erotis itu
Aku terus menjajakan tanyaku
Entah sampai kapan kuharus menunggu
Jawaban dan eloknya rembulan impianku

2 responses »

  1. Adam Kurniawan mengatakan:

    Nice post n good blog sob…
    Lanjut terus…
    Ditunggu posting selanjutnya ya…

    Jangan lupa juga kunjungan balik ya…
    Dan kasi komennya ya sob di blog saya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s