Tidak akan pernah rugi siapapun yang menjadikan ALLAH sebagai Tuhan, karena memang Dia  satu-satunya yang pantas dan berhak dijadikan sebagai Tuhan, Dia maha baik dalam menentukan apapun pada setiap hambanya, demi kebaikan hamba itu sendiri, bahkan ketentuan yang dianggap pahit atau buruk bagi sebagian hambanyapun pada hakikatnya adalah untuk kebaikan hamba itu sendiri. Demi menjadikan sang hamba (manusia) sebagai mahluk mulia dan sempurna di bandingkan mahluk lainnya, ALLAH memberikan fasilitas yang kita inginkan di dunia ini, semua di serahkan untuk kita kelola dan kita nikmati karena memang kitalah satu-satunya makhluq yang sanggup menjadi khalifah (pengganti) Dia di bumi ini, demi semua itupun kemudian ALLAH memberikan buku panduan agar manusia bisa dengan sempurna menjalani tugas-tugas kekhalifahan itu dan kemudian disusul untuk mengoptimalkan tugas itu Diapu mengutus kekasih-Nya, untuk memandu manusia dalam pelaksanaan tugas mulia itu, hingga akhirnya manusia menjadi makhluq yang paling beruntung dengan anugerah diturukannya al-Qur’an melalui malaikat Jibril dan al-Hadist dari Rosul-Nya, ALLAH mengutus beberapa utusan untuk menuntun manusia, menjadi penyambung lidah-Nya dalam menenyerukan tentang apa yg harus dilakukan dan apa yang sepatutnya dihindari dalam upaya amanah tugas itu, kemudian setelah  para utusan (Rosul) diteruskankanlah penyambung lidah itu oleh para ulama sebagai penerus estafet para nabi, untuk menunjukan pada umat manusia jalan menuju kebenaran versi-Nya.

Melalui  al-Qur’an, al-Hadist dan dawuh para ulama ALLAH banyak  jelaskan beberapa panduan dan petunjuk untuk manusia, tapi seringkali manusia mengabaikan atau melalaikannya, oleh karena itu kemudian Dia kirimkan pelajaran yang lebih jelas pada manusia yakni dengan adanya beberapa kejadian-kejadian yang tidak di inginkan dalam kehidupan manusia, seperti kegagalan, kesusahan dan kepahitan hidup, jika dalam keadaan demikian manusia seharusnya lebih bersyukur, kenapa demikian? karena pada saat itu tuhan turunkan pelajaran langsung yang diajarkan Tuhan melalui pengamalan hidup, karena seringkali dari pengalaman hidup tersebut manusia menjadi semakin pandai dan lebih berhati-hati dalam melangkah, karenanya bersyukurlah orang yang seringkali mendapat cobaan hidup? kenapa demikian? karena dengan adanya itu manusia bisa belajar langsung dari kehidupan yang dijalani dan pada akhirnay manusia dapat menjalani praktek langsung tentang semua teori yang pernah di ajarkan al-Qur’an, al-Hadist dan dawuh para ulama.

Dari kepahitan hidup, dari kegagalan dan dari kesedihan hidup banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik, demi untuk menjalani masa depan kehidupan menjadi lebih baik dari sebelumnya, andaikan manusia bisa memahami dan segera mengerti asensi hikmah dari semua yang Dia takdirkan.

ALLAH tak akan pernah salah atau keliru dalam menentukan ketentuan apapun pada setiap makhluk-Nya dan Dia dalam menentukan apapun lepas dari segala macam kepentingan pribadi-Nya, karena Dia maha sempurna dan tidak butuh media apapun untuk menyempurnakan segala sifat, dzat atau setiap pekerjaan-Nya. Sehingga jangan pernah salahkan Tuhan jika manusia mendapatkan kesusahan atau kepedihan, karena jika manusia bisa lebih peka, itulah justru suplemen dan vitamin yang kelak akan membuat manusia pada akhirnya akan berterima kasih pada-Nya, karena semua ketentuan dari-Nya pasti untuk kebaikan bagi makhluq-Nya semata, yakini ini dengan mata bain yang cerdas dan hati nurani yang jernih…

Semoga ALLAH berikan ilmu kepada kita sebaik-baik ilmu agar kita bisa menerima dan bisa memahami ketentuan apapun dari-Nya sepahit apapun demi menuju menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi di akhirat untuk menggenggam ridha, rahmat dan maghfirah dari-Nya,amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s