Gerimis di hati ini membasahi batinku

Menyisakan lembab

Pengap dan bau yang memuakkan

Di kedalaman jiwaku
Aku mencari lubang jendela

Untuk aku buka

Sehingga segera kesegaran terasa

Merubah keadaan yang menyesakkan dada

Menunggu tak jenuh matahari menyapa

Menepiskan pengap dan lembab yang menyiksa

Namun matahari masih enggan menyapa mesra

Masih melingkar nikmat berselimut awan hitam

Menampakkan langit berwarna kelam

Seperti warna kematian

beku dan menyedihkan

Suara anginpun seperti auman serigala malam

Yang menorehkan ketakutan mencekam
Tetap tak lelah menunggu

matahari itu

Yang akan menemani sisa-sisa hariku
Hingga menghempaskan kegelapan

Tergantikan rasa bahagia yang diharapkan

Meniti hari dengan senyuman

Dalam rengkuhan yang menghangatkan

Menunggu dan akan tetap menunggu

Matahari impian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s