Lir ilir lir ilir
Tandure wis sumilir
Ta iji royo-royo
Tak sengguh temanten anyar

Bait diatas secara harfiyah menggambarkan hamparan padi disawah yang hijau, diterpa semilir angin lembut, padi yang masih hijau bagaikan pengantin baru yang pada umumnya, mempunyai gairah menggebu-gebu dan semangat baru, juga harapan tinggi, hal itupun menggambarkan suatu makna bahwa mayoritas usia muda, selalu penuh dengan potensi yakni berupa kekuatan dan kesehatan baik secara fisik maupun psikis, sehingga dengan potensi yang dimiliki memungkinkan bagi dirinya untuk lebih banyak berkarya dan memperkaya perbuatan baik.
Hamparan padi yang menghijau di sawah dapat pula bermakna bahwa seorang muslim harus mempunyai pribadi yang menyejukkan dan menyenangkan sebagaimana menyenangkannya melihat kebahagiaan dan keindahan sepasang pengantin baru.
bocah angon, bocah angon
Penekno belimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo basuh dodot iro

“Anak gembala, panjatlah pohon belimbing itu dan ambillah buahnya, walaupun licin ketika kau memanjatnya tetapi buah belimbing tersebut sangat bermanfaat untuk mencuci bajumu”
Anak gembala bisa di deskripsikan sebagai anak remaja polos dan masih belum begitu matang dalam pengembangan spiritulismenya namun pengertian tersebut dapat pula di kembangkan sebagai seorang pemimpin, dalam hal ini termasuk di dalamnya lelaki yang menjadi pemimpin keluarga, ibu bagi bagi anak-anak dan rumah tangganya, pemimpin bagi dirinya sendiri, pemimpin dalam lembaga masyarakat, tokoh agama atau pemimpin dalam suatu lembaga baik formal non formal.
Belimbing yang pada umumnya bergerigi lima bermakna rukun Islam yang mempunyai sisi lima yaitu Syahadat, sholat, zakat, puasa dan menunaikan ibadah haji (bagi yang mampu).
Pemimpin mempunyai tanggung jawab penuh terhadap apapun dan siapapun yang dipimpinnya, bertanggung jawab mengawal kelangsungan masa depan bawahannya dalam berbagai hal, seperti seorang gembala yang bertanggung jawab penuh terhadap binatang peliharaannya dalam berbagai hal, ketika kambing-kambingnya dalam keadaan lapar lalu menjarah tanaman hijau yang bukan miliknya maka penggembala berhak melarangnya. Seorang pemimpin bertanggung jawab sepenuhnya untuk senantiasa membimbing orang yang dipimpinnya menuju jalan lurus atau menuju ke arah masa depan yang lebih baik dan mengingatkan bila terjadi kesalahan atau kekeliruan. Dengan melaksanakan secara sempurna rukun Islam lima tersebut seseorang akan mampu membersihkan dirinya dari berbagai macam kotoran berupa kefasikan dan kekufuran. Walaupun kelak dalam pencapaiannya harus menemui berbagai macam tantangan dan rintangan (dalam bahasa syiir adalah licin), tapi tetap seorang pemimpin harus mampu menyampaikannya dengan baik. Karena untuk mencapai apapun yang diinginkan, sesorang pasti tak akan luput harus melewati liku-liku perjalanan berupa berbagai macam ujian dan cobaan yang seringkali harus dilewatinya, menegakkan dan menjalankan islam secara sempurna membutuhkan perjuangan gigih, komitmen kuat dan jiwa yang tangguh, namun demikian demi suatu niat dan tujuan baik yakni menjadi seorang muslim yang memiliki jiwa muslim, hendaklah tidak pernah mengenal putus asa demi meraih impian kebahagiaan sejati, karena seorang muslim sejati yakni seseorang yang telah mampu melaksanakan rukun islam lima secara sempurna kelak akan menjadi manusia yang bersih jiwanya, jiwa tentram yang siap menghadap Allah sang Pencipta, Tuhan yang maha Agung dan maha Sempurna.

Dodot iro, dodot iro
Kumitir bedah ing pinggir
Dundomono, jrumatana
Kanggo sebo mengko sore, kanggo sebo mengko sore

“Pakaianmu berkibar tertiup angin sehingga robek pinggirannya, perbaikilah, jahitlah dan rapikanlah untuk mempersiapkan diri agar kamu pantas“ menghadap” nanti sore”.

Pakaian bermakna perilaku atau sikap mental kita, atau jiwa kita, sebo atau sowan mempunyai arti menghadap raja, pembesar dilingkungan kerajaan atau pemimpin, dalam hal ini adalah mempersiapkan mental ketika hendak menghadap Allah SWT, Tuhan, Raja yang berkuasa dan menguasai seluruh alam beserta segenap isinya, demi untuk mempertanggung jawabkan perilaku kita selama hidup.
Sebelum datang menghadap sang Raja sebaiknya kita bisa semaksimal mungkin mempersiapkan diri, mempersiapkan kelayakan atau kepantasan sebagai seseorang yang akan menghadap Rajanya, perbuatan yang sekiranya dapat mengurangi kelayakan saat menghadap atau berbagai macam kekurangan yang selama ini bersemayam dalam diri kita hendaknya segera diperbaiki dan disempurnakan sebelum tiba saatnya menghadap sang Raja (maut menjemput) demi menghadap Sang Khaliq, ALLAH Dzat yang menciptakan.
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surao, suro iyo

“Selagi cahaya rembulan masih bersinar, selagi jalan masih luas terbentang, jangan tunggu kegelapan datang dan kesempatan hilang, sehingga bisa bergembira ria karenanya.
Selagi kesempatan umur masih terbuka lebar dan masih di berikan anugerah kenikmatan yang amat bernilai yaitu kesehatan dan kekuatan, sebaiknya kita pergunakan semua potensi tersebut untuk berupaya memperbaiki kualitas iman, islam dan ihsan, memperbanyak perbuatan baik demi memaksimalkan bekal dalam menghadapi kehidupan di alam berikutnya, yakni alam barzah (alam kubur) kemudian menuju ke alam akhirat. Sehingga suatu saat nanti tidak terjadi penyesalan yang tiada arti, seperti yang diceritakan ALLAH SWT :
ولو ترى اذالمجرمون ناكسوارؤوسهم عندربهم ربنا أبصرناوسمعنافارجعنانعمل صالحاانّامقنون
12. Dan, jika Sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah Kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang yakin.”(Q.s.as-Sajdah;12)

Dengan persiapan optimal (melaksanakan rukun Islam secara kaffah) sebelum tiba saatnya menghadap Sang Khalik maka seorang manusia akan menemukan kebahagiaan tiada tara yakni mendapatkan Ridla, Kasih Sayang dan Anugerah dari-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s