Tuhan tak mungkin berbuat dzalim dalam menentukan apapun, memberikan apapun dan memutuskan apapun, karena Tuhan maha Baik dari yang terbaik, karena kebaikan siapapun dan apapun bersumber dari-Nya dan diberikan oleh-Nya. Dalam diri manusia remaja atau dewasa, lazim kiranya jika dalam hatinya tumbuh perasaan cinta, sayang atau kekaguman pada lawan jenisnya. Adalah Tuhan memberikan anugerah tersebut idealnya untuk kita tempatkan di posisi yang selayaknya, entah itu pada pasangan suami istri, antara anak orang tua dst, namun kadang terjadi justru cinta tumbuh dalam hati untuk orang yang sangat tidak pantas di cintai, cinta terlarang. Tuhan mempunyai kekuasaan penuh dalam menumbuhkan rasa cinta dalam hati pada siapapun dan untuk siapapun, maka sudah barang tentu sebagai manusia kita tak berdaya untuk lari menghindar atau menumbuh paksakan perasaan itu, walaupun pada sebagian manusia ada yang mampu belajar lalu berupaya untuk menumbuhkan rasa itu tentu itupun tak lepas atas izin-Nya.

Rasa cinta yang tumbuh dalam hati manusia merupakan cobaan dari Tuhan, karena cinta bisa menyesatkan seseorang juga mampu menjadi jalan hidayah dari Tuhan menuju ke arah ma’rifah. Cinta merupakan ujian bagi manusia, entah cinta kepada seseorang yang di izinkan syariat untuk menumpahkannya ataupun tidak. Jika dalam diri seseorang tumbuh rasa cinta pada orang yang terlarang, di sinilah tauhid, ilmu dan kecerdasan spiritual mempunyai peran penting dalam rangka manajemen konflik batin, antara tunduk pada hal positif atau patuh pada hasrat negatif, berupaya menepis hasrat menggebu untuk bertemu dengan kekasih tambatan hati lalu memadu kasih atau menumpahkan segenap rindu yang selalu bergelora di kedalaman hati. Dengan tumbuhnya cinta terlarang, tauhid seseorang di uji sedemikian rupa, seberapa kuatkah dia mampu mengendalikan hawa nafsunya, seberapa tegarkah dia mampu mengekang gejolak kerinduannya sehingga dirinya tetap tampil anggun dan elegant di hadapan Tuhan dan mahkluk-Nya. Cinta terlarang merupakan salah satu ujian terberat manusia,  jika ia tak mampu menguasai hasrat kuat itu, tidak mampu mengendalikan cinta yang telah dipenuhi noda nafsu iblis, maka cinta bisa menghancurkan harga dirinya,  cinta bisa menumbangkan kehormatan dan cinta itu juga akan mampu membuka gerbang neraka baginya, cinta yang dikendalikan hawa nafsu akan menjadikan pribadi seseorang berubah liar dan jalang, hingga tak ditemukan perbedaan berarti antara dirinya dengan binatang yang hanya mengutamakan hawa nafsu semata.

Jika perasaan cinta ini tumbuh untuk orang yang tidak diizinkan Tuhan untuk kau menumpahkannya sementara  kau tak kuasa mengendalikan gejolak hasratnya, tangisanmu tak mampu lagi mengurangi rasa gelisah karena kerinduan yang bergelora , kau tak perlu terbelenggu ketakutan,karena kau mempunyai Tuhan yang maha Hebat, berlarilah segera menuju Tuhanmu, mengadu dalam hamparan sajadah shalat malammu, tumpahkan tangismu, curahkan segala resah gelisah yang menghimpit dadamu, yang mengiris pedih hatimu, memohon pertolongan kepada Tuhan yang maha kuat agar kau mempunyai kekuatan untuk tetap berkepribadian mulia dihadapan-Nya, mempunyai kekuatan agar dapat mengendalikan diri tetap dalam jalur yang di ridlai-Nya, tidak terseret hasrat laknat ke jalur yang membuat harga diri hancur lebur atau kau memohon kepada-Nya agar Dia berkenan membuang jauh perasaan cinta yang menyiksa.

Jika kau sadari, sesungguhnya cinta terlarangmu itu merupakan tangga indah yang Tuhan berikan untukmu, menuju jalan mengenal hakikat cinta sejati, cinta ilahi, cinta yang tak tak berharap balasan, cinta yang tetap setia menemani walau tak sekali terhianati, cinta yang selalu bersinar walau tak jarang kita menutup rapat dengan perbuatan maksiat nan hitam pekat, cinta suci yang selalu menumbuhkan kebaikan dan jauh dari kedzaliman, itulah cinta Tuhan sang pencipta semesta alam. Jangan sekalipun kau utamakan cinta pada selain-Nya yakni mencintai makhluk-Nya tanpa kerelaan-Nya apalagi cinta yang ternoda hasrat binatang, mencintai lawan jenis yang tidak Tuhan izinkan untuk kau tumpahkan hasrat geloranya, jangan sekalipun kau tunduk patuh pada sesuatu yang mengatas namakan cinta semu berlumur dusta dan dosa, tidakkah kau berfikir, bahwa tak ada yang lebih berjasa dan mencintai kita sedemikian luar biasa tulusnya selain Tuhan dan Rasul-Nya, lalu kedua orang tua kita, tegakah kau sakiti kemuliaan cinta mereka dengan penghianatanmu karena kau lakukan hal yang tidak mereka sukai. Sebatas apa jasa orang yang kau cintai dalam mewarnai hidupmu hingga kau rela menjadi budaknya, menuruti hasrat binatangnya, kau rela kehinaan melumuri kehidupanmu, kau patuhi ajakannya pada hasrat terlarang itu, diakah orang yang telah memberikan nafas dalam hidupmu, diakah orang yang telah memberi samudera kenikmatan dalam setiap detik harimu, menjaga saat kau lalai dalam lelap tidurmu sebagaimana Tuhanmu atau menuntunmu menjadi orang yang beruntung dalam dunia akhiratmu seperti Rasulullah SAW atau menjadi wasilah kehadiranmu di dunia ini dengan pertaruhan nyawa seperti ibu yang melahirkanmu,atau menjaga dan memperjuangkan jiwa ragamu, menopang segala kebutuhan jiwa ragamu seperti ayahmu? Tanyakan dalam hati kecilmu, sudahkah kekasih hati yang kau cintai itu telah mampu melebihi kebaikan Tuhan, Rasul-Nya atau kedua orang tuamu? Jika jawabanmu tidak! Masihkah kau rela menuruti setiap hasratnya, hasrat yang menjerumuskanmu ke dalam kubangan api neraka membara, hasrat yang kelak akan memenjarakanmu dalam penyesalan sia-sia. Tegakah kau gadaikan kesucian cinta, ketulusan kasih dan sayang Tuhanmu, Rasul-Nya dan kedua orang tuamu dengan kekasih hatimu yang sesungguhnya ingin mengajakmu agar kau turut merasakan kepedihan api neraka dan menuntunmu menuju kehancuran masa depanmu?

Kendalikan rasa cinta yang Tuhan berikan untukmu, tempatkan ia pada posisi yang DIA sukai tapi jika kau justru dapatkan cinta terlarang, jadikan ia sebagai batu loncatan untuk mengenal hakikat cinta sejati, cinta ilahi, tangisan pedihmu karena sayatan rasa cinta itu wujudkan sebagai jembatan kedekatanmu dengan Tuhan, rapuh jiwamu, lembut hatimu karena tergerus rasa cinta menggebu pada sesuatu yang Tuhan larang, jadikan sebagai kesempatan kau berasyik masyuk dengan-Nya, hinga kelak kau temukan hakikat cinta sejati,  cinta Tuhan.

Jika kau miliki rasa cinta kepada orang-orang yang memang sepantasnya kau cintai, maka kecintaanmu pada mereka tak boleh melebihi rasa cintamu pada Allah dan Rasul-Nya, karena cinta yang berlebihan pada selain keduanya akan menghancur leburkan kehidupan dunia akhiratmu dan akan membuat kerugian yang pasti menumbuhkan sesal tak berkesudahan. Cintai Tuhanmu seutuhnya niscaya kau akan mulia dan cintai Rasul-Nya setinggi-tingginya, niscaya akan kau genggam bahagia, cintai seluruh alam ini atas izin Tuhanmu, curahkan rasa cinta pada selain-Nya apapun itu sebagai wujud dari  kecintaanmu kepada Tuhanmu juga demi melaksanakan perintah Rasul-Nya, tentu itupun harus sesuai dengan izin-Nya. Bukan mencintai mereka tapi justru akan mewujudkan kemarahan Tuhan dan Rasul-Nya.Tempatkan rasa cinta sesuai apa yang di cintai oleh Sang Maha pemberi cinta, jika rasa cinta tetap tumbuh pada sesuatu yang di larang-Nya maka jadikan itu sebagai ujian atas keseriusan cinta pada Tuhanmu.

Wahai Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, mencintai setiap perbuatan yang mendekatkan diri kami kepada-Mu, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s