Cinta
Tuhan anugerahkan dalam hati manusia tumbuh benih cinta, cinta sejati tak dapat ditumbuh paksakan, ia tak dapat di logikan, ia tak mampu di palsukan, ia terkadang berwujud liar dan menggemaskan, cinta merupakan keindahan bila di semaikan dan di tempatkan di tempat yang indah, namun seringkali justru ia tumbuh dihati kepada orang yang terlarang di cintai, dan di sinilah keimanan dan keilmuan seseorang di uji, akankah hasrat itu dibiarkan tumbuh liar lalu tersalurkan tanpa memperdulikan aturan Tuhan atau tanpa mengindahkan harkat kemuliaan kemanusiaannya.
Dengan cinta, buku atau novel yang menghamparkan keindahan alur ceritanya akan menjadi best seller, cerita cinta tak akan pernah usang hingga dunia inipun usai, keindahan cerita cintapun diakui Tuhan sebagai sebuah rangkaian cerita terindah (seperti yang tertuang dalam Al Qur’an surat Yusuf ), cinta Laila Majnun menjadi sebuah untaian  cerita yang ruh keindahannya masih tersisa hingga detik ini bagi siapapun yang membaca buku atau mendengarkan kisahnya, ketulusan dan keagungan cinta Khadijah pada Rasulullah SAW menjadi salah satu energi luar biasa yang selalu menyertai setiap langkah perjuangannya, hingga cinta itu masih tetap indah bersemayam dalam lubuk hati terdalam beliau walau sang pujaan telah menghadap ilahi dan aura keindahan cinta beliau pada Khadijah masih tetap terlihat di mata dan benak istri-istri beliau, hingga tak jarang itu membuat mereka cemburu.
Cinta Zulaikha pada Yusuf merupakan kisah cinta sejati, cintapun tumbuh bersemi indah pada seorang Yusuf pada Zulaikha yang elok memukau, namun Tuhan masih tetap menjaga keimanannya, sehingga bagaimanapun luarbiasa cinta itu menggelora dalam lubuk hati Yusuf,   tapi justru ia lebih memilih menghindar, mengasingkan diri dipenjara nan sunyi, kecintaannya pada Tuhan memaku gejolak hasrat cintanya pada Zulaikha, Zulaikha yang tak jarang menggodanya, namun Tuhan melindungi kesucian iman Yusuf,  hingga kehormatan dan kemuliaan Yusuf  tetap indah, tidak terpuruk dalam kehinaan dan kehancuran disebabkan cinta yang tumbuh liar pada tempat yang tidak selayaknya tersebut.
Cinta… Sungguh, tak ada yang bisa disalahkan bila ia tumbuh dalam hati ini pada sosok orang yang tak pantas dicintai, karena dia belum menjadi istri/suami dirinya atau justru dia telah menjadi suami/istri orang lain, tak ada yang salah untuk benih cinta yang tumbuh itu, tak ada yang keliru untuk semua itu,  yang keliru adalah bila hasrat cinta itu kemudian disalurkan hingga melanggar norma-norma susila, walaupun cinta memang belum tentu identik dengan hasrat nafsu, akan tetapi mayoritas cinta membutuhkan pelampiasannya untuk itu. Maka disinilah pentingnya seseorang memperdalam pengetahuan agama lalu mengaplikasikannya, karena jika tidak, maka dia bisa berwujud manusia akan tetapi mempunyai jiwa sebagaimana binatang tercermin dari realita, bahwa dia lebih mengutamakan hawa nafsu daripada hati nurani dan akal sehatnya.
Jadikan cinta terlarang itu sebagai tangga indah untuk bermunajat kepada Tuhan, air mata rindu yang terpendam karena harus selalu menahan pedih perih cinta terlarang, demi mempertahankan kehormatan dan harkat kemuliaan, jadikanlah itu sebagai olahan pelembut hati kala bersujud pada-Nya, jadikan lara hati, sesak dada dan perih pedih itu sebagai media kedekatan dengan Tuhan di tengah isak tangis dalam balutan sunyi senyap malam-malammu, karena bukan hal yang tidak mungkin sebenarnya Tuhan tengah mempersiapkan cinta sejati, cinta yang lebih indah untukmu, dengan jalan ujian cinta terlarang yang tumbuh dalam hatimu itu, lalu pada akhirnya  kelak kau akan mengerti betapa indah hadiah dari Tuhanmu itu, yang terbungkus rapih berupa ujian cinta terlarang, hingga kelak pada saatnya akan terbalaskan cinta sejati nan elok memukau… akhirnya kau akan berterimakasih kepada-Nya dan menemukan kebahagiaan tanpa polesan semu, tak ada seorangpun yang bisa mengetahui atau menebak akan samar rahasia dari Tuhanmu…. dan… semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s