Lalu
Pejamkan mata
Kumpulkan serpihan demi serpihan kenangan
Meretas kembali rekaman keindahan
Keabadian dalam kebisuan
Yang tak terjamah apapun
Yang tak mampu terbaca siapapun
Karena diam membungkus rapih
Menguburnya di lembah hati
Dan kedalaman jiwa melindungi
Dari kikisan waktu yang tak sekali
Mencoba mengoyak tuk leburkan
Hancurkan, pupuskan, hanguskan
Kokoh dan kenangan itu
Tetap berdiri angkuh
Masih tetap menunggu
Sentuhan lembut yang melunakkan
Tuk pudarkan kebekuan
Tergantikan keindahan
seperti awal terjadi sentuhan
Teriring nafas terhembuskan
Gemuruh memburu bagai badai topan
Namun hangat melenakan
Hancurkan raga jiwa dan keegoan
Terkapar tak sadarkan diri
Hingga tak pernah mengerti
kapan semua ini usai
Berakhir kandas lalu punah terabaikan
Namun mengapa yang terjadi justru keabadian
ooooh keabadian
Betapa semua itu sesungguhnya
Hanya untuk membangun sebuah keabadian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s