Getir-getir menyelami makna wajah yang muram
Aku tak suka melihat kemurungan bersandang di wajahmu
Kau yang kini benci sepi, tak ingin lekas malam tapi ingin menjauhi terik
Kepingan-kepingan semangat berserakan
Kau kumpulkan sekuat tenaga, sembari menanamkan dalam hati
Ini tak akan selamanya
Kau memang tak sehebat itu
menyimpan ketegaran tanpa tertoreh sedikitpun muram durja
Kau memang tak sehebat putri Nabi yang memilah cinta dan membingkainya dalam ketaqwaan pada-Nya..tanpa seorangpun tau
Kau memang tak sekuat Asma, wanita bersabuk dua, yang dalam keadaan berbadan dua tetap saja maju ke medan pertempuran
Kau memang tak secerdas istri Nabi yang dipuji, meski kau tau, tentu sangat jauh mengimbanginya
Namun kau tetap mutiara berpagar baja dan kawat, berbalut ketakutan yang tinggi, bahkan kau lakukan apa pun tuk menjaga dirimu, meski sakit, meski perih
Kau justru menjadi seperti Fatimah yang teladan shalihah, hingga mampu mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Al-quran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah..
Ya, tak ingatkah kau pernah meringis, menahan perih sekuat tenagamu, kaki berlaju cepat dari satu agenda ke agenda lainnya, tanganmu yang satu memegang berkas, tanganmu yang satu memegangi sesakmu sendiri, hampir-hampir kau menangis di tengah keramaian, di matamu yang dalam terbayang ‘dia’, namun batinmu menimpali, kau tak boleh terus begitu, lekas-lekas kau hadirkan DIA hingga kau takut sejadinya..
Dengan begitu kau justru meneladani Maryam yang menjaga kehormatan diri, dengan begitu kau justru sekuat Asma binti Abu Bakar yang tangguh serta berani menerjang arus angin godaan cinta yang semakin sering kau jumpai, dengan begitu kau justru mengacu sifat ‘Aisyah yang cerdas, kau menjadi cerdas mengelola hati meski tak jarang kau jumpai kesulitan menjaga ketinggian pagar pembatasnya..
Tak usah bersedih hati duhai sahabat yang muram hatinya, percayalah hatimu kan kembali benderang jika tiba..waktunya..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s