Banyak ilmu yang dapat di serap dari sosok Gus Dur yang sederhana dalam penampilan tapi kaya dalam wawasan dan keberanian, terutama konsep kemanusiaan dan kasih sayang pada sesama yang selalu dia junjung tinggi di atas segala-galanya. Tak banyak orang memahami buah-pemikiriran begitu juga dengan saya, otak saya yang tumpul dan kurang wawasan ini tak bisa mencerna begitu saja keilmuan yg begitu tinggi yg beliau ajarkan kepada kami, yang paling membuatku terkesima dan terkesan adalah konsep kemanusiaan dan kasih sayang yg beliau junjung tinggi itu. Betapa itu menggambarkan kondisi keimanan, keilmuan dan spiritualalitasnya yg stabil, tak gampang seorang ulama, seorang pimpinan dalam suatu komunitas dalam lembaga apapun yang kemudian golongan bahkan orang lain yg berbeda asas ideologis pun merasakan perlindungan, kasih sayang dan naungannya, beliau adalah sosok seorang bapak yang mengayomi dan melindungi bagi manusia tidak memandang suku, ras, kasta atau agama, sangat sulit memadukan sifat tersebut dalam diri pimpinan apapun apalagi seorang pemimpin dari suatu lembaga islam yang umatnya terbesar di dunia seperti dirinya. Budaya dan seni juga memang benar-benar harus kita fahami dalam konsep amar ma’ruf nahi munkar, dalam berdialog atau dalam menerapkan suatu aturan ataupun memimpin kita harus mengerti ttg itu agar kita dapat dengan gampang memasukan ideologi2 yg akan kita terapkan pada org lain. Sehingga akan dengan gampang kita meraih simpati, kemudian mendapatkan apa yg kita harapkan pada tanaman ajaran yg kita sebar pada mereka, yah benar ketika kita memasuki suatu tempat kemudian kita di takdirkan menjadi pemimpin dlm suatu komunitastersebut maka yg pertama kali kita harus fahami adalah konsep budaya pada daerah tsb untuk kemudian kita menyampaikan visi misi kita dengan penuh irama seni, agar kita dalam menerapkan satu tujuan dlm suatu komunitas tsb akan bisa tercipta satu konsep penyampaian, satu nasihat dlm bingkai yg baik atau biasa dlm bahasa hadist di sebut dengan hasanah, inilah mungkin yg di maksud oleh beliau bahwa dalam mengajarkan suatu kebaikan tak perlu ada kekerasan tapi kita hanya memaparkan baik buruk dari sesuatu yg akan di hadapi untuk kemudian pilihan apapun di serahkan sepenuhnya kepada mereka itulah pengejawantan dari definisi demokrasi, seperti yang di contohkan Alloh dalam sebuah Firman-Nya dalam surat Al-Kafirun ayat 6, yang artinya “ bagimu agamamu dan bagiku adalah agamaku”, jelas dari ayat tersebut bisa kita ambil sebuah kesimpulan bahwa dalam beragama seseorang di beri kebebasan untuk memilih, tentu tanpa mengesampingkan ajaran amar ma’ruf ( memerintahkan kebajikan) dan nahi munkar ( melarang kemungkaran), artinya setelah kita memaparkan kepada orang lain dampak negatif dan positif sesuatu itu, maka kita tak boleh memaksakan kehendak pada dia untuk memilih, artinya setelah kita berdakwah biarkan otaknya bekerja untuk bisa memilih mana yang harus dia lakukan dan mana yang harus dia tinggalkan. Tak jarang memang kita memandang diri kita atau golongan kita lebih baik dari orang lain, dan seringkali pula kita kemudian merampas hak ketuhanan yakni dengan menjastifikasi surga bagi yg baik dan neraka bagi yg berbuat buruk padahal untuk urusan dua tersebut hanya Tuhanlah yg berhak menghakimi kemudian menempatkan masing-masing manusia sesuai dengan kehendaknya, walaupun memang telah jelas dari keterangan-keterangan yang Alloh samapaikan melalui malaikat Jibril kemudian di sampaikan kepada Rosululloh SAW bahwa orang yang beriman dan banyak berbuat baiklah yang ,mendapat kemungkinan yg besar untuk masuk ke surga, tapi tetap saja kita tidak boleh mengandalkan amal baik kita tersebut untuk memastikan kita masuk ke dalam surga-Nya, kenapa ?!, karena sungguh, Alloh mempunyai wewenang penuh dalam menentukan hamba-hamba-Nya akankah dia masuk surga atau neraka, semuanya memang sepenuhnya tergantung rahmat dan fadhol dari Alloh semata, wallohu a’lam bis showaab, semoga kita di golongkan sebagai salah seorang makhluq yg berpotensi mendapatkan rahmat dan fadhol-Nya, dan dapat meneruskan perjuangan hamba terpilihnya yakni Gus Dur sebagai seorang yang berani menyuarakan kebenaran dan selalu membela orang-orang yang tertindas, Allohumma Sholli ‘ala sayyidina Muhammad, amin. Untuk Gus Dur, Allohummaghfirlah warhamh wa’afiih wa’fu ‘anh, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s